ESQ in house training ITB

ESQ way 165

Pelatihan ESQ untuk mahasiswa

Tempat:
GSG Institut Teknologi Bandung (ITB)
26-27 April 2008
Pendaftaran:
Gerbang Ganesa Institut Teknologi Bandung (ITB)
Senin-Kamis, Pukul 09.00 – 17.00

biaya normal pendaftaran Rp500.000,00,

Akan tetapi!!

Bila anda mendaftar sebelum 6 April 2008,
cukup membayar
Rp350.000,00 untuk mahasiswa ITB ,dan
Rp390.000,00 untuk mahasiswa non ITB
info lebih lanjut, dapat menghubungi TRI PUJI (TP) 085724144075
atau datang ke gerbang ganesa Institut Teknologi Bandung

GAMAIS (Keluarga Mahasiswa ISLAM) ITB
FOR better civilization

 

dateng ke musrenbang

musrenbang alias musyawarah perencanaan pembangunan. merupakan sebuah agenda tahunan dari setiap propinsi dalam merencanakan pembangunan. hari ini 26 maret 2008 diadakan musrembang di sabuga itb. kebetulan awak dateng kesana. hmhm… tertarik dengan stand potensi lokal jawa barat, dari masalah ketahan pangan hingga pembangkit listrik tenaga panas bumi.

 

musrenbang.jpg

 

acara mulai pukul 10 dengan sambutan dari gubernur jabar danny setiawan..

pusiiiiiiiiiing tugas kuliah penglan

duh pusiiiiiiiiiiiiiiing seharian ngerjain tugas PL 3221 : pengelolaan lahan….

buat critical review dan penyesuaian dengan kondisi di Indonesia, dari “handbook” 1200 halaman

land development bab 21 tentang sistem drainase air hujan. wah parrah banget lah pokoknya

setelah 1 pekan berjuang dengan tugas ini akhirnya selese juga…

graphic1.jpg

memang dosen dosen itu tega…

masa kita kritik buku yang dipake di seluru dunia… parrah banget gak sih…

yah memang inilah indahnya kuliah di ITB

menyiksa tapi bahagia…

Legalisasi Lembaga Dakwah Kampus

Protokol # 13

Legalisasi Lembaga Dakwah Kampus

Organisasi dibentuk dalam rangka memudahkan dan memformalkan kelompok untuk mencapai sebuah tujuan. Dalam amal jama’i, adanya wajihah atau organisasi atau lembaga bertujuan agar dakwah yang dilakukan lebih diakui dan memiliki kekuatan dan pengakuan oleh objek dakwah. Pada tahap lanjut dari dakwah kampus. Pembuatan sebuah organisasi formal terkait dakwah adalah sebuah tuntutan tersendiri. Pada tulisan ini saya akan mencoba memberikan sedikit gambaran terkait bagaimana melegalkan LDK. Tulisan ini saya coba paparkan setelah diskusi dengan para kader LDK yang telah berhasil melegalkan LDK nya. Ada 4 tahap yang akan kita lalui dalam pelegalan LDK, dan 4 tahap ini tidak dibatasi oleh waktu, lama tidaknya waktu yang diperlukan untuk melegalkan LDK sangat ditentukan oleh kondisi internal kampus.

Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan ini ada dua tahap yang perlu dilakukan, yakni pembentukan tim inti dan yang kedua penyaringan masa simpatisan. Saya akan mencoba memaparkan keduanya. Pertama, pembentukan tim inti. Tim inti merupakan kelompok terkecil yang akan berperan sebagai founding fathers, konseptor, dan berperan sebagai sumbu berputarnya roda dakwah. Anggota tim inti berasal dari orang-orang yang peduli dan ingin melakukan dakwah denagan perngorbanan maksimal. Pada kondisi dimana LDK belum ada, mungkin akan sulit untuk menemukan banyak orang yang mau berpikir tentang dakwah, adanya tim inti yang kecil ini diharapkan bisa memudahkan langkah awal dalam menyusun rencana dakwah. Komposisi dari tim ini sebetulnya bebas jumlahnya, akan tetapi sebisa mungkin di usahakan dengan komposisi mahasiswa di sebuah kampus. Sebutlah di ITB yang didominasi oleh pria, jumla tim inti LDK kami adalah 3 ikhwan dan 2 akhwat. Pada kampus lain yang jumlah perempuan lebih banyak, bisa jadi komposisi tim inti ini 2 ikhwan dan 3 akhwat. Selain mempertimbangkan jumlah, tim inti diharapkan bisa mewakili kompetensi tertentu, sebutlah di tim ini ada seorang yang ahli manajemen, ada yang ahli qur’an ada yang ahli dalam hal diplomasi dan sebagainya. Komposisi berdasarkan karakter perlu juga diperhatikan. Menurut buku personality plus, ada empat tipikal manusia, korelis, melankolis, sanguinis, dan plegmatis. Jika memungkinkan tim inti terdiri dari orang-orang yang berbeda karakter, agar keseimbangan dan dinamisasi pemikiran dan kebijakan bisa berjalan.

Kedua, menyaring massa simpatisan. Setelah tim inti ada dan berjalan dengan rutin, baik pembinaan maupun konsolidasi dakwahnya. Tim inti ini perlu melebarkan sayapnya dengan menghimpun orang-orang yang sekiranya mau bergabung dengan barisan dakwah ini. Saya sering menyebutnya dengan istilah ring dua. Ring dua ini adalah orang-orang yang akan mendukung pergerakan dakwah kita di kampus. Karena dakwah ini masih dalam tahap awal yang belum stabil, serta dakwah yang kita jalankan ini diyakini akan terus bergerak kedepan. Maka ring dua dari barisan dakwah ini perlulah orang-orang yang memiliki keahlian tertentu. Sebagaimana zaman rasul, dimana dalam barisan beliau ada ahli perang seperti hamzah bin abdul muthalib, ada seorang pemimpin ulung sekaliber umar bin khattab, ada seorang yang cerdas seperti ali bin abi thalib, ada seorang yang kaya raya seperti mushaf bin umair, dan sebagainya. Dalam konteks saat ini, kita perlu orang yang pandai berorganisasi, cerdas dan berwawasan, bakat dalam seni dan desain, bisa berbagai softskill lainnya. Pertimbangan kedua selain kompetensi, perlu juga orang-orang berpengaruh dalam barisan dakwah ini. Pada zaman rasulullah, abu bakar ash shiddiq adalah seorang ternama, usman bin affan adalah seorang yang dikenal luas, khalid bin walid adalah seorang jendral besar. Orang-orang yang berpengaruh ini akan menguatkan barisan dakwah kita juga, dan dengan pengaruhnya akan bisa menarik simatisan objek dakwah yang lain. Selain menyiapkan ring dua, kita juga perlu mendefinisikan orang-orang yang sekiranya simpatik dengan apa yang kita lakukan, maksud dari simpatik ini adalah, mereka mendukung akan tetapi belum bersedia aktif. Dakwah pun juga butuh orang-orang yang siap mendukung agenda dakwah kita, minimal hadir dalam agenda yang kita adakan.

Tahap eksistensi

Pada tahap ini , barisan kader dakwah ini mulai menunjukkan keberadaanya di kampus. Dengan harapan bisa mendapat dukungan dari banyak pihak terkait untuk memudahkan legalisasi lembaga dakwah kampus. Ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama¸sebagai teladan di kampus. Teladan dan idola dalam banyak hal. Teladan dalam hal akademik biasanya hal yang mudah dilakukan, hanya dengan menunjukkan bahwa kita bisa berprestasi dengan IP yang sangat memuaskan. Selain itu dengan prestasi memenangi kompetisi yang bergengsi, selain itu perlu juga seorang yang pandai berolahraga. Dengan banyaknya teladan serta prestasi yang dilakukan, akan memudahkan gerak dakwah kedepannya. Karena citra positif dan inklusif telah dibentuk dengan memanfaatkan kader kita sebagai mareketer dakwah kita.

Kedua,  melalui agenda agenda kecil dan medioker yang bersifat rutin. Hal yang paling mudah dibuat adalah kajian atau ta’lim serta media cetak seperti buletin atau mading. Agenda yang dilakukan adalah agenda yag tidak memerlukan legalisasi dari kampus. Sehingga kita bebas mengadakan kegiatan dengen leluasa. Dengan adanya agenda yang rutin ini, massa kampus yang juga objek dakwah kita akan mulai sadar dan peka, bahwa ada sekelompok orang peduli akan Islam.

Dengan kedua metode pendekatan ini, diharapkan kelompok barisan dakwah kita bisa mulai dikenal dengan citra positif tentunya, sehingga ketika tahap legalisasi melalui birokasi dimulai, kita sudah bisa mendapatkan dukungan dari orang banyak.

Tahap birokrasi

Secara umum ada dua pendekatan yang perlu dilakukan dalam tahap akhir, yakni legalisasi birokrasi. Pendekatan birokrasi kampus, dan birokras mahasiswa. Pada beberapa kampus, diperlukan legalisasi kampus untuk mengesahkan sebuah LDK, pada kampus lain cukup hanya dengan legalisasi dari legislatif mahasiswa bisa mengesahkan sebuah LDK. Pada bagian ini akan saya coba paparkan keduanya.

Birokrasi kampus. Birokrasi kampus disini adalah pihak yang berwenang dalam menentukan kebijakan terkait kemahasiswaan. Pendekatan pertama yang perlu dilakukan adalah melalui dosen. Dosen diperlukan sebagai pembina dari sebuah LDK, walau sebuah LDK belum legal, kita juga perlu adanya dosen pembimbing dengan harapan bisa sebagai pendukung kita di kalangan dosen lainnya. Dukungan moril dari seorang dosen sangat diharapkan, selain itu dosen juga bisa memberikan kita tips terkait apa yang perlu dilakukan untuk melegalkan dan memajukan LDK. Semakin banyak dosen yang terlibat akan semakin baik untuk perjungan kita.

Pendekatan selanjutnya kepada wakil rektor bidang kemahasiswaan. Biasanya wakil rektor bidang kemahasiswaan adalah pengambil kebijakan dalam hal yang berhubungan dengan kegiatan mahasiswa. Pendekatan kepada beliau adalah langkah strategis yang perlu dilakukan. Dengan meyakinkan beliau bahwa adanya lembaga dakwah adalah sebuah hal yang positif. Pola pola pendekatan ke pihak birokrasi ini perlu beberapa trik, antara lain.

  1. Silahtirahim dan diskusi, kunjungan kepada beliau dalam rangka memberikan gambaran akan pemikiran kita dan memahami bagaimana pola pikir seorang dosen atau pihak birokrasi lainnya. Sehingga, kita bisa melakukan pendekatan selanjutnya sesuai dengan pola pikir beliau.
  2. Melibatkan dalam agenda kita. Melibatkan dalam hal ini, tidak hanya sebatas sebagai peserta, akan tetapi juga sebagai pemateri atau pengisi dari agenda yang kita adakan. Dengan mengikuti agenda kita, harapannya beliau bisa merasakan manfaat serta adanya rasa memiliki dari barisan dakwah kita.
  3. Menunjukkan data serta fakta. Dalam kampus yang serba ilmiah, diperlukan data penunjang yang bisa meyakinkan kepada pihak birokrat bahwa, kampus kita butuh LDK. Data pendukung ini bisa berupa survei, seperti survei, tingkat ketepatan shalat wajib mahasiswa, atau angka moralitas mahasiswa, dan sebagainya. Dengan data yang valid, akan memudahkan proses diplomasi kita dalam melegalkan LDK.

Melalui pendekatan ke birokrasi ini diharapkan pemegang kebijakan di kampus bisa melegalkan LDK kita dan memberikan fasilitas yang layak serta dukungan moril dan materil kepada LDK.

Selain pendekatan ke birokrasi kampus, diperlukan juga pendekatan ke birokasi mahasiswa, dalam hal ini senat mahasiswa atau kongres mahasiswa, atau posisi legislatif dalam organisasi kemahasiswaan. Pendekatan ke legislatif mahasiswa ini perlu proses yang tidak bisa dipastikan. Karena terkadang sangat bergantung pada siapa yang berada di posisi legislatif tersebut. Pada dasarnya mekanisme diskusilah yang dijalankan. Biasanya legalisasi ini bisa melalui sidang kongres mahasiswa. Oleh karena itu kita juga perlu bersilahturahim dengan seluruh anggota kongres mahasiswa serta ketua-ketua organisasi mahasiswa lainnnya, agar apa yang kita perjuangankan dapat didukung oleh mereka.

 Tahap penyesuaian bentuk

Tahap terakhir, setelah LDK dilegalkan, baik melalui birokrasi kampus maupun birokrasi mahasiswa, kita perlu menentukan bentuk LDK yang sesuai. Ada beberapa bentuk LDK yang pernah saya amati ada di Indonesia.

Pertama, LDK sebagai unit kegiatan mahasiswa, dimana LDK sebagai unit kerohanian, ini adalah bentuk ideal dan paling diharapkan bisa terbentuk.

Kedua , LDK dengan bentuk Dewan kesejahteraan Masjid, bentuk LDK seperti ini, jika ternyata sudah ada LDK lain di kampus, atau pihak birokrasi ternyata tidak setuju dengan adanya LDK.

Ketiga , LDK berada di bawah Badan Eksekutif Mahasiswa ( BEM ), LDK ini berada di bawah departemen kerohanian di BEM.

Keempat, LDK berada di bawah Kongres mahasiswa atau legislatif mahasiswa, di bawah komisi ketuhanan yang maha esa.

Pada kondisi bisa memilih, bentuk LDK sebagai unit kegiatan mahasiswa merupakan bentuk yang telah terbukti ideal. Akan tetapi pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk memilih, maka sebetulnya tidak jadi masalah bagaimana posisi atau bentuk LDK, tinggal bagaimana nanti kita optimalkan fungsi LDK sebaik mungkin agar fungsinya dalam melayani kebutuhan mahasiswa dapat berjalan.

Propaganda dan Corong Opini Kampus

Protokol #12

Propaganda dan Corong Opini Kampus

Syiar islam mempunyai peran dalam menyampaikan dan menyebarluaskan serta menginternalisasikan nilai-nilai islam kepada masyarakat. Nilai-nilai dalam hal ini adalah sebuah pesan yang hendak disampaikan. Konteks dakwah selalu seputar hal ini, menyampaikan dan menyampaikan. LDK sebagai sebuah instansi dakwah pun juga mempunyai peran dalam hal ini, lebih daripada itu, LDK harus bisa memberikan sebuah informasi yang valid dan atraktif sehingga dapat membimbing masyarakat kampus kearah yang lebih baik.

Salah satu peran LDK adalah sebagai corong opini, yakni menjadi pusat informasi yang akan dijadikan sebuah kesepakatan bersama bagi masyarakat kampus. Permainan dalam hal corong opini ini menjadi sebuah poin unik tersendiri, karena perang pemikiran akan sangat mungkin terjadi disini.

Trendsetter, mungkin ini istilah yang tepat untuk mewakili bagaimana pengaruh propaganda yang dilakukan LDK bisa dikatakan berhasil. Pembuat trend di kampus, jika LDK melakukan suatu hal, maka massa kampus akan mengikutinya, sebagai contoh, dengan kader LDK yang banyak, dan banyak pula yang ikut mentoring, LDK bisa membuat sebuah sugesti publik, “kalau tidak ikut mentoring berarti belum mahasiswa”. Disinilah salah satu peran LDK dalam menebarkan pemikirannnya di kampus.

Dalam menggerakan roda mesin propaganda ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Karena memang tidak bisa dengan sekedar menyampaikan dengan media biasa saja untuk mempermainkan sugesti dan justifikasi publik, akan tetapi butuh sedikit rekayasa sehingga dakwah ini tampak berseni.

Konten

Konten atau isi dari pesan yang akan dibawa. Tentu kita akan membawa sesuatu yang ada dalam kandungan Al Qur’an yang tidak pernah akan basi hingga hari kiamat. Akan tetapi, kita juga perlu memperhatikan tema apa yang tepat untuk waktu tertentu, sehingga pesan yang disampaikan bisa tersampaikan dengan baik. Konten dari pesan perlu dikaji secara mendalam dengan menyesuaikan dengan kondisi masyarakat di kampus. LDK tidak bisa menyampaikan sesuatu yang terlalu berat untuk masyarakat kampus, karena akan kontraproduktif terhadap propaganda yang akan dilakukan.

Sebagai contoh, saat pekan ujian akhir, LDK membuat opini untuk UAS jujur, dengan berbagai media yang ada seperti baliho besar bertuliskan pesan-pesan untuk mengajak tidak menyontek ( contoh : “tuhan ada dimana-dimana”, “cheating is stealing, stealing is criminality”, atau “hargai hak paten jawaban ujian teman anda” dan ditambah dengan gambar-gambar yang menarik” ), atau buletin berisikan artikel atau komik kecil yang bisa menyampaikan pesan ini. Dengan menaruh semua propaganda ini di seluruh pelosok kampus,maka  masyarakat kampus akan selalu terngiang. Tugas kita sebagai kader LDK adalah memastikan pesan yang kita yakini, tersampaikan ke gagasan pikiran masyarakat kampus, ketikan gagasan itu sudah ada maka keinginan untuk menjalankan akan lebih mudah untuk dilakukan.

Dalam menentukan konten yang ada bisa memperhatikan dua hal, pertama, preventif, yakni menyampaikan sebuah pesan sebelum sebuah momen atau sebelum ada isu yang berlawanan dengan isu yang akan kita bawa muncul. Sebagai contoh, propaganda Ramadhan penuh ibadah, atau UAS jujur. Kedua, reaktif, yakni menyampaikan sebuah pesan ketika sebuah isu lain merebak, sebutlah di sebuah kampus muncul isu bahwa sex bebas itu boleh-boleh saja asal aman. Maka LDK wajib memberikan isu baru untuk meng-counter isu yang ada.  Melawan isu negatif dengan cara membuat isu postifnya, sebutlah untuk isu sex bebas, kita bisa bermain dengan isu “jaga dirimu hingga malam pertama”, atau “jomblo itu mulia” dan isu lainnya yang bisa mengcounter isu sex bebas dengan harapan masyarakat bisa menjauhkan diri dari hal tersebut.

Penentuan isu yang akan dibawa perlu diperhatikan dengan matang, karena salah langkah saja dalam menentukan isu yang akan digagas, bisa berdampak pada beberapa hal seperti citra negatif LDK, atau kontraproduktif terhadap agenda syiar atau bahkan hilangnya kepercayaan dari objek dakwah. Dengan menentukan topik yang tepat dan sesuai kebutuhan membaut isu yang diangkat lebih tepat dan kena sasaran.

Pengemasan

Man score what on his eyes. Manusia menilai apa yang tampak pada matanya. Mata sebagai pintu masuk informasi terbanyak bagi manusia. Ketika mata mengatakan “oke” pada suatu hal, biasanya hati pun juga akan berkata demikian.  Inilah menjadi poin penting dalam memarketisasi sebuah hal. Banyak sekali contoh-contoh akan pentingnya pengemasan. Karena dengan pengemasan yang baik akan menambah “added value” pada hal yang akan disampaikan.

Pada konteks propaganda dan opini, maksud dari pengemasan ini terkait pada permainan kata-kata dan media visual. Setiap kata yang keluar dalam penyampaian opini perlu diseleksi sedemikian hingga, agar memberikan dampak yang sesuai dengan harapan. Terkadang kita mengeluarkan kata-kata yang tidak sesuai dengan kondisi objek dakwah atau dengan kata lain “terlalu tinggi” untuk di cerna oleh objek dakwah.

Sebagai contoh, “semangat ukhwah dalam islam”, atau “menata bangsa dengan menata fikroh”, atau kalimat panjang nan berbobot seperti “pemuda masa depan bangsa yang ber-izzah dan memilki kafaah islam yang syumul”. Beberapa contoh propaganda ini seringkali  muncul, baik dalam bentuk spanduk, poster atau ceramah yang ditujukan untuk masyarak luas. Dakwahlah dengan bahasa kaumnya. Sebuah konsep marketing yang sangat sederhana. Maksud dari padanan kata ini bukan sekedar bahasanya saja, akan tetapi termasuk juga cara dan pemilihan kata serta metode yang tepat.

Ada contoh cukup menarik dari beberapa propaganda di Indonesia, yang ternyata berdampak sangat baik terhadap para objeknya. Mungkin anda semua pernah mendengar “yang muda yang tidak dipercaya”, sejatinya dampak dari tulsan ini adalah memicu para kaum muda untuk lebih berkarya dan lebih bertanggung jawab., atau “connecting people” jargon sebuah produsen telepon seluler yang menggambarkan bagaimana pentingnya komunikasi dengan sesama manusia.

Propaganda juga bisa dilakukan dengan membuat “urban spread” yakni penyebarluasan isu melalui “mouth to mouth”, mulut ke mulut, ini bisa menjadi metode yang mulai dikenal ke-efektifannya, karena karakter dasar manusia adalah ingin selalu berkomunikasi, dan penyebaran dengan cara ini sangat cepat untuk bisa tersebar luas ke banyak orang. Permulaan dari cara ini dengan memulai dari diskusi diskusi kecil dengan simpul-simpul masa. Selanjutnya isu yang kita bawa akan tersebar secara alamiah dengan media orang-orang yang telah kita ajak diskusi.

Penyebaran opini di sebuah kampus diharapkan bisa membentuk justifikasi publik sesuai dengan apa yang diharapkan oleh kita. Permainan seni dalam propaganda ini sangat memainkan peran penting dalam menjalankan amanah kita sebagai pemberi petunjuk bagi masyarakat kampus.  Ketika opini dan gagasan pikiran objek dakwah kita bisa sepemikiran dengan kita. Tugas kita sebagai lembaga dakwah kampus dalam membimbing menuju cahaya islam akan lebih mudah untuk dijalankan.

hidup bersama kanker

3.jpg

 berat memang jika pertama kali seorang anggota keluarga kita di vonis kanker..

hmhmh… but for sure, i think it just for beginning, the next day, we should be more stronger face the reality

kanker boleh saja menjajahi tubuh kita, akan tetapi, kita tidak bisa terlalu lama hanyut dalam kesedihan.

pada masa ini kanker sudah bisa disembuhkan, akan tetapi, butuh waktu. akan sangat lebih baik memang jika bisa mengidentifikasi sejak dini. kenali gejalanya seperti : demam berkepanjangan, tulang nyeri, disfungsi beberapa organ dan lain-lain. jika teridentifikasi sejak dini, kanker akan jauh lebih mudah untuk disembuhkan.

apa sih sebabnya ??? yang jelas bukan genetik…..banyak sih sebabnya, bisa dari makanan berpengawet…. bisa juga radiasi…. wah macem-macem deh….

hmhmh….binun mau cerita apa ? tapi untuk semua pasien dan orang tua pasien yang terkena kanker pada anak ( exp. leukemia dll ), dan butuh diskusi dan motivasi,silahkan hubungi saya, langsung ke email saya : yusuf_ahdian@yahoo.co.id… nanti kita bisa diskusi lebih banyak. semoga bisa membantu dan lebih menguatkan hati anda semua dalam menjalani proses chemotheraphy dengan penuh keyakinan untuk sembuh.

kunjungan ke rumah sakit kanker dharmais

21.jpg
11.jpg

20 maret 2008. Sekitar pukul 10.00 saya tiba di lobby RS Kanker Dharmais. Disana saya sudah berjanjian dengan seorang yang belum saya kenal. Natarini, yuph, saya kebetulan akan bertemu dengan beliau disana. Sesampainya disana saya diperkenalkan dengan beberapa orang lain, ada dua orang pria dan satu orang wanita, kemudian saya berekenalan, dan ternyata nama mereka, mufti, willi dan putri.

Perkenalan singkat memang, but mungkin karena kami datang dengan tujuan yang sama, “chemistry” tak lama untuk terbentuk. Lalu kami pergi ke sebuah tempat pertemuan. Di ruang ini kita berdiskusi sekitar 3 jam tentang sebuah komunitas yang bernama cancer buster community, sebuah komunitas yang peduli pada kanker anak. Kita berdiskusi tentang program apa yang tepat dan lain sebagainya.

Banyak sekali ide yang muncul, but kita dapat sebuah konsep global, yakni, memberikan harapan dan semangat kepada pasien dan keluarga pasien bahwa kanker dapat disembuhkan. Diskusi semakin ramai, ketika beberapa orang lain datang. Ada nanda, sapitra, devi dan eka. Kami juga mencoba membahas, kenapa sih orang yang sudah sembuh dari kanker harus malu ? padahal kalau sudah sembuh total, pasien kanker tak ada bedanya dengan manusia normal.

Masyarakat pun sepertinya juga mendapat informasi yang tidak valid, mengenai kanker, masyarakat lebih mengetahui kanker sebagai penyakit yang menakutkan dan identik dengan kematian. Padahal itu semua SALAH. Kanker saat ini sudah bisa disembuhkan, hanya memang butuh waktu dan kesabaran, dan ketika sudah sembuh total, maka ia sudah bisa beraktifitas dengan sangat sangat normal.

Identifikasi dini akan kanker lah yang seringkali membuat pasien terlambat untuk di obati. Padahal jika kanker bisa terdeteksi sejak dini, maka pengobatan medis akan bisa menyembuhkan pasien.

Di rumah sakit dharmais yang saat ini menjadi pusat kanker nasional, telah memiliki dokter dan fasilitas yang handal. Biaya pengobatan untuk keluarga miskin juga bisa gratis dengan beberapa persyaratan tertentu.

Sekitar jam 2 siang, saya berkesempatan untuk bertemu dengan pasien kanker anak, di lantai 4 rumah sakit. Sekitar 15 orang pasien sempat saya datangi bersama kawan-kawan yang lain. Kebanyakan dari mereka mengidap leukemia, ada yang kanker getah bening, kanker otak, dan sebagainya. Akan tetapi kondisi rumah sakit yang sangat friendly dan humble, dikemas dnegan nuansa playground dan penuh tawa, membuat pasien tidak merasa “sakit”, mereka bebas bermain dan berlari sambil menerima pengobatan.

Para pasien dan orang tua pasien sangat membutuhkan dukungan para “survivor” kanker, dan memberikan informasi serta semangat agar mereka punya keyakinan untuk sembuh. Tidak perlu malu, tapi buktikan bahwa anda sudah sembuh total dan bisa hidup seperti manusia pada umumnya.

dinda sayang

dinda-sayang.jpg

Kemarin aku pikir adalah hari terakhir ku dengan mu

Aku berpikir kamu betul betul pergi

Ke tempat yang mungkin aku tak akan jangkau

Aku berpikir kamu akan pergi

 

Aku tak tau ada apa di hati

Hingga bola air jatuh dari pelupuk

Dan tatapku tak mampu lagi melihat mu

Walau aku tau mungkin saat itu adalah yang terakhir

 

Memang hidup penuh teka teki

Dikala aku merasa kau menjauh

Dikala aku merasa tak ada lagi kesempatan

Memang hidup penuh tanda tanya

 

Petang hari

Saat matahari mulai meredup malu

Aku bertemu kamu lagi

Dalam keadaan yang berbeda

Dalam rasa yang tak sama

 

Hidup memang bagai dimensi semu yang tak bisa ditebak

Dikala hati gundah karena kehilangan seorang

Nasib berkata lain

Sebuah pertemuan baru dalam rasa yang berbeda

kenapa sih ?

kenapa-sih.jpg

Memang aku mengakui aku pernah menaruh hati pada mu

Tapi

kenapa sih bayangan itu harus tetap ada

Kenapa semua film kenangan itu haru terus berputar

Kenapa sih kalian tak hentinya menghubungi aku

Kenapa sih kalian tidak mencari yang lain

Kenapa sih wajah kamu harus jadi bunga dalam mimpi

Kenapa sih aku tak bisa membuang semua rasa dan rindu ini

Kenapa sih aku selalu terbayang suara dan kelembutan kulitmu

Kenapa sih aku harus selalu merasakan wangi tubuhmu

Kenapa sih aku tak bisa melupakan semua itu

Kenapa sih tak usai usai

Kenapa sih aku harus menjadi budak dari perasaan masa lalu ini

Kenapa sih aku terlalu sayang pada padamu

Kenapa sih ?

Kunjungan ke bagian rawat inap onkologi anak RS hasan sadikin

Pada hari ahad, 16 maret 2008, saya berkesempatan mengunjungi bagian rawat inap anak yang mengidap penyakit terkait hematologi dan onkologi. Paviliun anak A1 mereka menyebutnya seperti itu. Tiba di ruangan nomor 12, saya sudah berjanjian dengan keluarga dari pasien annisa, seorang anak berusia 12 tahun yang mengidap penyakit leukemia. Di ruang itu ternyata ada 5 pasien lain yang juga menderita berbagai jenis penyakit kanker, seperti leukemia, kanker leher, dan thalasemia. Kebanyak memang anak anak terkena penyakit leukemia.

Bukan pemandangan yang bisa menguatkan hati memang ketika datang kesana, lebih kepada pemandangan pilu yang bisa menyayat hati. Kebanyak dari mereka bukan berasal dari bandung, akan tetapi dari luar bandung. Saya membayangkan betapa jauhnya jarak yang harus ditempuh dan pasti biaya yang dibutuhkan sangat banyak.

Akan tetapi alhamdulillah, saat ini teknologi kedokteran di indonesia sudah memungkinkan untuk mendeteksi kanker sejak dini. Tidak seperti 10 tahun yang lalu, dimana 3 bulan pun belum cukup untuk mendeteksi kanker.

Jika mengamati pasien kanker, kita tidak akan menjumpai seorang yang lemah dan tergeletak tak berdaya, kita justru menjumpai pasien yang segar bugar, akan tetapi memang darah mereka yang terinfeksi kanker.

Leukemia sangat banyak ditemui, perlu kita yakini bersama, kanker bukan lagi penyakit yang menakutkan seperti 10 tahun yang lalu, kanker sudah bisa disembuhkan secara total, hanya memang butuh waktu dan kesabaran. Biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Beberapa orang pasien kemarin juga berkata pada saya, “kadang kalau tidak ada uang, pengobatan diberhentikan sejenak, tapi alhamdulillah, belakangan ini suka ada perusahaan yang kasih bantuan”

Berikut beberapa petikan kata-kata dari orang tua pasien saat saya berkunjung.

“ya mudah-mudahan anak kami juga bisa sembuh, harus yakin sembuh, ya nak ya, kamu pasti sembuh” … hati saya bergeming mendengarnya

“alhamdulillah sekarang uda banyak perubahan,dulu anak kami sempet lumpuh, untuk saat ke RSHS cepat terdiagnosa”… alhamdulillah

Kunjungan saya lebih banyak memberikan saya berbicara kepada mereka, memberi motivasi kepada mereka agar tetap punya semangat hidup dan terus berjuang. Karena penyakit itu ada di benak kita.

 

ciamis manis manjing dinamis

Sebuah kabupaten yang terletak di bagian selatan jawa barat. Memiliki kekhasan yaitu hamparan luas pertanian dan indahnya pantai selatan. Ciamis, kabupaten yang sepi di siang dan malam hari. Tidak begitu banyak penduduk, tidak banyak pilihan pekerjaan, akan tetapi ciamis tetap bermotto kan dinamis.

Ciamis dibagi menjadi 3 wilayah, yakni, ciamis utara, tengah dan selatan. Wilayah utara adalah tempat ibukota ciamis, kota ini sangat sepi, jalanan yang lebar hanya dilewati oleh beberapa kendaraan. Klakson mobil hampir tidak terdengar. Di wilayah utara ini juga merupakan tempat pemerintahan. Bapak engkong komara adalah bupati ciamis. Wilayah tengah dipenuhi oleh hamparan sangat luas sawah yang harmoni. Sangat indah pada waktu panen tiba. Sawah yang melimpah ruah menjadi ciri khas wilayah tengah. Wilayah selatan, yang merupakan bagian dari pantai selatan, merupakan pusat pariwisata, terutama wisata alam. Ada pantai batukaras, ada pantai pangandaran, ada green canyon, dan lain sebagainya.

ciamis-manis.jpg

jam gadang

jam-gadang.jpg

Big clock dalam bahasa inggrisnya ?? bukan denk, ada istilahnya gitu. Tapi saya lupa. Jam yang menjadi Landmark kota buktinggi ini menjulang gagah di tengah kota. Jam yang didirkan sejak zaman belanda ini telah berubah bentuk atap tiga kali. Mulai drai berbentuk lonceng, atap kastil hingga saat ini berbentuk tanduk kerbau.