Tersenyumlah Indonesiaku

tersenyum indonesiakuAlbum :
Munsyid : Fikrat

http://liriknasyid.com

Tersenyumlah Indonesia
hapus kesedihan dan mimpi burukmu
Bangkitkanlah lincahmu jangan hanya membisu
Bersihkan dirimu segera berwudhu

*Zaman telah berubah
Saatnya bertekat bersatu padu
Disinilah Indonesia
tempat kita berjaga
Dalam rumah yang terbuka

Untuk sebuah bangsa
Mari saling mengisi
Membangun generasi Rabbani

Indonesia saksikanlah
keadilan melahrikan kasih sayang
Kasih kasang melahirkan kesatuan
Kesatuan melahirkan kekuatan
Kekuatan melahirkan kemenangan
Kemenangan bagi kita semua

Indonesia saksikanlah
Kedzaliman melahirkan kebencian
Kebencian melahirkan perpecahan
Perpecahan melahirkan kehancuran

back to*

Hikmah dari Cangkir yang Cantik

royal adderly blue

Seperti itulah Tuhan membentuk kita. Ibarat sebuah cangkir yang cantik. Pada saat Tuhan membentuk kita mengarungi hidup ini, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara Tuhan untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila anda jatuh kedalam berbagai cobaan, sebab anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan kekuatan. Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya anda menjadi sempurna dan utuh, tidak kurang suatu apapun.

Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan berkecil hati. Karena Dia sedang membentuk anda. Proses pembentukannya memang menyakitkan dan membuat penderitaan. Namun, percayalah, setelah semua proses itu selesai, anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan menghasilkan anda.

—————————————————————————————————————————

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja ke sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, itu cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara. “Terima kasih untuk perhatiannya. Perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang perajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar hingga aku merasa pusing. Stop! stop! Aku berteriak, tetapi orang itu berkata, “Belum!” Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! stop! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata, “Belum!” Akhirnya, ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir selesailah penderitaanku. Oh, ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! stop! Aku berteriak.

Wanita itu berkata, “Belum!” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi, orang itu tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya karena di hadapanku berdiri cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Teman, seperti itulah Tuhan  membentuk kita. Pada saat Tuhan membentuk kita, tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan dan banyak air mata. Tetapi, itulah cara mengubah kita agar menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

Teman, anggaplah sebagai kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai cobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna, utuh, dan tak kekurangan suatu apapun.

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati karena Tuhan  sedang membentuk Anda. Bentukan-bentukan itu memang menyakitkan, tetapi setelah semua proses itu selesai Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.

Kanker Anak : Peran Keluarga Dalam Membangun Semangat Juang Pasien

Seperti pada umumnya seorang pasien yang membutuhkan perhatian, begitu pula seorang pasien kecil. Apalagi pasien penyakit Kanker yang tentu bukan penyakit yang mudah untuk disembuhkan secara cepat. Penyakit Kanker ini memang bisa disembukan saat ini, akan tetapi butuh waktu untuk proses penyembuhannya, sehingga kesabaran dan kerja kerasa serta semangat juang menjadi syarat utama dari segi psikologis bagi pasien dan orang tua pasien dalam proses penyembuhan ini.

Pada umumnya penyakit kanker pada anak adalah jenis leukemia atau kanker darah dan jenis tumor di beberapa bagian tubuh. Pengobatan untuk jenis kanker ini biasanya berupa kemoterapi dan diselingi oleh radiasi dan berbagai obat lainnya. Secara psikologi seorang pasien kecil tentu tertekan dengan keadaan yang dihadapinya. Dimana ia biasa bebas bermain dan melakukan beraktivitas, akan tetapi setelah menjalani proses kemoterapi kebebasan ini seakan terenggut karena dampak kemoterapi yang beragam. Dari mengalami kerontokan rambut, hingga kelumpuhan pada beberapa organ tubuh.

Tentu perubahan kondisi ini akan berdampak pada psikologis anak yang masih belum stabil secara emosi, berbagai dampak yang biasa terjadi antara lain, perasaan tertekan, perasaan gelisah akan masa depan, perasaan merasa bersalah karena telah membebankan orang tua, perasaan merasa bersalah karena telah menyita waktu dan pikiran anggota keluarga lain, perasaan mempertanyakan berapa besar biaya yang akan dikeluarkan, perasaan apakah ia bisa sembuh, perasaan resah karena berbagai dampak kemoterapi yang terjadi, perasaan, perasaan bagaimana masa depannya jika pun ia bisa sembuh. Kegelisahan dan keresahan ini terkadang tidak bisa diungkapkan dengan baik, atau bahkan tidak diungkapkan oleh pasien kecil ini, ia leih memilih diam dan menyimpan di dalam diri mereka sendiri.

Hal ini tentu menjadi suatu beban psikologis yang harus diatasi oleh keluarga agar seorang pasien bisa menjalani proses pengobatan dengan baik. Disinilah peran keluarga menjadi penting, sebagai seorang anak tentu ia akan melihat dan mencontoh dan mendapatkan inspirasi dari komunitas terdekat, yang bukan lain adalah keluarganya. Ia akan melihat apakah orang tua nya telah berjuang dengan baik dalam menunjang pengobatannya, ia akan melihat apakah orang tua nya tulus dan ikhlas dalam berkorban untuk menyembuhkan dirinya, ia akan melihat apakah orang tua nya mempunyai harapan agar dirinya sembuh.

Peran saudara kandungpun tak ketinggalan, seorang kakak diharapkan bisa memberikan motivasi dan menjadi tempat curhat, memberikan pendampingan, dan menjadi sosok kakak yang diharapkan bisa melindungi. Seorang adik bisa memberikan kebahagiaan kepada kakaknya yang sedang sakit dengan menjadi seorang adik yang mau membantu untuk berbagai hal, seperti mengingatkan untuk minum obat, menemani kemoterapi, dan sesekali memberikan kejutan atau hadiah yang bisa memberikan kebahagiaan dan senyuman kepada pasien.

Dalam menghadapi penyakit kanker, keluarga harus merasa sebagai satu tim yang saling bekerja sama untuk menyembuhkan pasien, saling memahami, toleransi, bekerja keras, dan berkorban. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan jika keluarga tidak satu padu dalam berusaha menyembuhkan pasien. Secara psikologis seorang anak juga akan mendapatkan semangat lebih untuk tetap “hidup” dalam menjalani protokol pengobatan.

Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan adalah, bagaimana keluarga bisa membangun kondisi berpikir positif disekitar pasien, hindari pembicaraan tentang kendala pendanaan di depan pasien kecil, hindari menangis atau tampak putus harapan didepan pasien, atau hal-hal lain yang memungkinkan adanya tekanan psikologis kepada pasien. Begitu pula pola hidup keluarga yang butuh disesuaikan, hal yang paling mendasar adalah perubahan pola makan, dimana penderita kanker sangat dijauhkan dari makanan instan dan berpengawet, mereka sangat butuh makanan yang bersih dan sehat. Konsekuensi logis dari hal ini adalah, satu keluarga juga harus mengikuti pola makan ini, meninggalkan makanan instan dan turut mendukung pasien dalam menjalankan pengobatan.

Permasalahan lain yang sering muncul adalah terlalu dimanjakannya pasien selama masa pengobatan, orang tua terlalu overprotected terhadap pasien dan tidak mengizinkan pasien untuk melakukan aktivitas sebagaimana anak seusianya. Alangkah baiknya jika seorang anak di bebaskan untuk beraktivitas, seperti belajar, bangun pagi, sekolah dan olahraga dengan pengawasan. Dengan adanya interaksi sosial yang cukup, seorang anak akan bisa lebih bersemangat untuk bertahan hidup karena ia terbiasa bersama dengan kawan-kawan seumuran yang tentu akan bisa membuat ia lebih bahagia. Dampak pasca-pengobatan jika seorang pasien kanker tidak terlalu dimanjakan adalah ia akan lebih dewasa dan lebih siap menghadapi kehidupan pasca-pengobatan.

leukemia 5

Pada akhirnya memang keluarga sangat menentukan semangat “hidup” seorang pasien, menunjang secara psikologis kemampuan pasien dalam menerima pengobatan dan menyiapkan pasien pasca-pengobatan. Menjadi sebuah tanggung jawab bersama bagi kita semua keluarga yang dimana ada salah satu anggota keluarganya terkena penyakit kanker untuk bisa bekerja sama dalam menyelesaikan perjuangan melawan kanker ini.

Kanker Anak : Peran Keluarga dalam Membangun Semangat Juang Pasien

Kanker Anak : Mereka Butuh Keyakinan Akan Masa Depan

Kanker pada anak-anak yang kini semakin bertambah jumlah penderitanya di Indonesia menjadi suatu fenomena tersendiri. Diperkirakan jumlah penderita kanker anak bertambah sejumlah 4000 pasien setiap tahunnya. Jumlah pasien kini tidak lagi sedikit, dengan spektrum pasien yang juga semakin luas baik dari segi ekonomi, dimana ada yang berasal dari keluarga miskin maupun yang berasal dari keluarga yang berkemampuan ekonomi lebih, maupun dari segi lainnya.

Seperti pada umumnya seorang pasien, penderita kanker anak bisa dikatakan mengerti penyakit apa yang diderita olehnya, dan mengerti bahwa penyakit yang diderita merupakan penyakit yang tak mudah untuk disembuhkan. Kita tidak bisa memandang sebelah mata para pasien kecil ini, mereka juga mengerti konsekuensi apa yang akan mereka hadapi, keluarga mereka hadapi dengan divonisnya penyakit kanker pada diri mereka. Hanya memang, pasien kecil ini lebih memilih diam atau menangis tanpa mengeluarkan kata-kata sebagai ekspresi akan kekhawatirannya terhadap penyakit yang dideritanya.

Tak ketinggalan orang tua pasien yang juga pasti khawatir akan anaknya, terlepas kekhawatiran akan protokol pengobatan yang akan dihadapi dan besarnya biaya yang akan ditanggung untuk pengobatan. Orang Tua Pasien punya kekhawatiran lain seperti dampak kemoterapi terhadap kecerdasan anak, dampak langsung kemoterapi yang tampak seperti rambut rontok, atau kekhawatiran apakah anak mereka bisa sehat dan menjadi anak normal dikemudian hari.

Kekhawatiran ini tentu bukan hal yang aneh, karena memang ini merupakan kewajaran psikologis bagi pasien dan orang tua pasien yang sedang mengalami kebingungan. Sehingga, tanpa disadari,sembari menjalani pengobatan, orang tua pasien membentuk suatu komunitas informal para orang tua pasien penderita kanker anak di tempat mereka melakukan pengobatan. Biasanya mereka saling berdiskusi tentang sebab kanker, kebiasaan yang bisa menyebabkan kanker, makanan yang baik saat kemoterapi hingga masalah pembagian perhatian dengan anggota keluarga yang lain.

Akan tetapi, sebetulnya pasien dan orang tua pasien tidak hanya butuh sekedar informasi mengenai makanan sehat, atau kisah sendu tentang pasien kanker anak yang telah meninggal. Akan tetapi, mereka membutuhkan suatu harapan akan masa depan pasien penderita kanker. Kebanyakan dari mereka tidak mempunyai contoh figur cancer survivor yang juga menderita kanker di masa kecil dan saat ini mereka sudah dewasa dan tumbuh normal. Pada dasarnya mereka membutuhkan itu, sosok yang mungkin bisa memberikan bayangan dan harapan besar akan pasien pasca-pengobatan.

Peran cancer survivor disini menjadi suatu hal yang sangat penting. Karena mereka bisa memberikan gambaran bagaimana lika-liku kemoterapi, rasanya ketinggalan kelas sekolah karena harus mengikuti pengobatan, menceritakan perjuangan mereka menahan sakit saat proses bone marrow, atau kisah menahan keinginan untuk bersenang-senang akibar pengobatan. Dimana hal-hal ini tidak bisa disampaikan oleh dokter sekalipun. Karena hanya para cancer survivor lah yang paling memahami rasanya menjadi pasien kanker.  Disisi lain cancer survivor bisa memberikan sentuhan lebih terpercaya kepada para pasien khususnya, karena mereka sangat memahami dan merasakan betul bagaimana rasanya menjadi penderita kanker, dan biasanya pendekatan personal yang diberikan bisa dipercaya oleh pasien.

Selain itu, peran terpenting dari seorang cancer survivor adalah memberikan harapan kepada para pasien dan orang tua pasien bahwa jika mereka bisa sehat seperti sediakala dan tidak terganggu apapun pasca-kemoterapi. Disinilah peran cancer survivor untuk memberikan inspirasi dan semangat hidup bagi para pasien dan orang tua pasien bahwa dengan bersabar menjalani pengobatan, dan bekerja keras untuk berusaha sembuh dan terus yakin bahwa kesembuhan itu pasti datang, maka kesembuhan total akan terwujud.

Bisa dikatakan peran cancer survivor adalah satu komponen dalam proses penyembuhan selain dokter, suster, rumah sakit, psikolog, dan kemoterapi itu sendiri. Cancer survivor sejatinya bisa terus mendampingi pasien dan orang tua pasien agar mereka bisa bertanya tentang banyak hal selama pengobatan, dan agar mereka juga menyiapkan diri pasca-pengobatan agar pasien bisa beraktifitas seperti sedia kala.

Peran besar ini harus disambut positif oleh para cancer survivor di Indonesia, tidak boleh para cancer survivor menutup diri setelah lepas dari kemoterapi, akan tetapi menjadi tanggung jawab moral bagi para cancer survivor untuk memberikan sebagian waktunya dalam rangka membantu pengobatan kanker anak dari sisi psikologis yakni dengan memberikan harapan yang positif bahwa pasien kanker bisa disembuhkan dan akan menjadi manusia yang normal di masa yang akan datang.

leukemia 6

Kami hanya ingin mengatakan “AKU SEKUAT KAMU !!!”

tertanda pujangga sendiri

pujanggasetelah semua kucerna
memang indah kata-katanya
memang cantik perpaduannya
tetapi aku.. masih kurang
puas… kurang…

ada sesuatu yang beda
tak apalah..

beda itu indah
indah akan kebedaan
semua itu tertanda
dari pujangga sendiri

penantian

penantianketika gerimis membasuh bumi
pias wajahmu penuhi dinding sanubari
ku hadirkan sebuah tanya untukmu
masihkah rasa itu seperti sedia kala ?

dalam diam kupejam mata
kutautkan tangan
dalam do’a tuhanku…
semoga rasa dan setia yang ada

tak sia-sia dalam penantian
panjang ini

selamat tinggal

perpisahanselamat tinggal padamu
hari telah berlalu
sebagaimana teratai mengatup kelopaknya
untuk menyambut hari baru
jangan lupa bahwa
aku akan kembali padamu
tiada lama lagi
kerinduanku mengental jadi debu
tiada lama lagi
sejenak rasa dalam hembusan angin lalu
selamat tinggal padamu
dan masa yang kulewati
pabila di senjakala ingatan kita bertemu
kita akan kembali berbicara kembali
dan kau akan menyanyikan lagu
yang mendalam dan berisi
dan pabila tangan kita bersua di lain mimpi
kita akan membangun menara
di angkasa tinggi

Tahajud Ini Begitu Indah

tahajudKetika langit ini masih gelap..
Ketika Hanya kesunyian yang ada saat ini…
Ketika sebagian orang masih tertidur pulas..

Aku terbangun dari tempat tidurku…
Aku langkahkan kakiku pelan-pelan dalam keadaan setengah sadarku..
Aku tekatkan niatku untuk Sholat Tahajud..
Aku ingin sekali bermesra-an dengan Rabb ku…

Segera kubasuh tubuhku dengan air Wudhu..
Segarnya air membuat mataku menjadi tak mengantuk lagi…
Segera kupakai koko putihku.

Menangis kunikmati setiap rangkaian dalam sholatku..
Menangis Kuangkat kedua tanganku berdoa KepadaMu Ya Rabb…
Menangis merasakan keindahan melaksanakan sholat Tahajud ini…

vote komodo national park for the 7 wonders

komodo 1

KOMODO NATIONAL PARK atau dalam bahasa Indonesianya, TAMAN NASIONAL KOMODO yang terdapat di PULAU KOMODO, PULAU RINCA dan PULAU PADAR, serta pulau pulau kecil lainnya, merupakan salah satu nominasi 7 keajaiban dunia

taman nasional komodo ini, satu satunya, nominasi yang berasal dari Indonesia, oleh karena, itu alangkah baiknya, kita sebagai Warga Negara Indonesia, yang baik, marilah kita bersama-sama melakukan vote terhadap, taman nasional komodo ini sendiri, sekarang sudah berada di peringkat 8 untuk kategori Forest and National Parks Nature Reserves

Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah barat Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Tahun 2008, di pulau ini hanya terdapat sedikitnya 1200 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca sehingga jumlah mereka keseluruhan menjadi sekitar 2500 ekor.

keuntungan apa yang kita dapatkan kalau Taman Komodo bisa masuk 7 keajaiban dunia?

Taman Nasional Komodo, akan dikenalkan di dunia, sehingga bisa menjadi salah satu tujuan wisata dunia, dan jika seandainya Taman Nasional Komodo banyak dikunjungi, Negara bisa mendapatkan banyak pemasukan, warga-warga yang tinggal di daerah sekitar bisa mendapatkan keuntungan :)

JADI JANGAN RAGU RAGU UNTUK MEMBERIKAN SUARA KAMU, AGAR TAMAN NASIONAL KOMODO, BISA JADI 7 KEAJAIBAN DUNIA

kamu bisa vote di

http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/?firstselect=6:91

bagaimana caranya? Berdasarkan brosur yang dicetak Depbudbar bekerjasama dengan National Geographic, teknik voting dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. Tulis alamat email anda pada kotak di alamat berikut NOMINASI
  2. Pada combo box “vote 1” pilihlan continent “Asia” kemudian candidate “Komodo National Park (INDONESIA)”.
  3. Pada combo box “Vote 2” hingga “Vote 7” pilihlah Continent dari Candidate yang memiliki rangking paling rendah (untuk melihat rangking klik:DISINI)
  4. Salin kode Anti Spam pada text box yang tersedia. Kemudian klik SUBMIT
  5. Setelah submit, isi biodata anda kemudian SUMBIT
  6. Setelah mendapat ucapan “Thank you for participating” segera cek email anda. Klik link yang diberikan sebagai tanda konfirmasi.

Pengen info lebih dalam tentang taman komodo , kunjungi situsnya di :

http://www.komodonationalpark.org/

komodo 2

komodo 3

komodo 4

komodo 5

Tahajud Cinta

Sebelum memejamkan mata untuk tidur dalam rangka mengakhiri aktifitas ‘dua puluh empat jam’ ini, mari kita melihat dan merenungkan suasana tahajud kita masing-masing.

Apakah tahajud kita sebagai tahajudnya seorang hamba yang mencintai penciptanya, ataukah sekedar tahajud tanpa makna. Yang melakukan shalat hanya sekedarnya, setelah itu selesai dan bangga, karena sudah melaksanakan sebuah ‘ritual’ shalat tahajud. Untuk mengetahui hal itu, marilah kita mencoba mengukur diri masing-masing.

1. Tentang niat,

Apakah yang melatarbelakangi kita bangun malam?
Apakah kita shalat tahajud karena terpaksa. Mungkin dikarenakan saudara kita, anak kita, istri / suami kita, atau ada orang dekat kita, yang bangun malam melakukan shalat tahajud. Dan kita pun ikut bangun malam lalu kita lakukan shalat tahajud itu.

Ataukah tiba-tiba kita ingin ke kamar mandi, lalu kita sekalian mengambil air wudhu’ dan kitapun melaksanakan shalat tahajud.
Atau kita sebelum tidur sudah berdo’a kepada Allah, agar Allah membangunkan diri kita untuk melakukan shalat tahajud.

Apapun yang menyebabkan kita bangun malam, dan kita lanjutkan dengan shalat tahajud, maka semuanya merupakan perilaku istimewa di hadapan Allah. Karena kita melakukan sesuatu yang memang istimewa.

Kalau kita hitung, pada saat di sepertiga malam menjelang pagi, sekitar jam tiga malam wib, kira-kira ada berapa orang yang bangun untuk melakukan shalat tahajud? Misalnya di sebuah kota? Atau di sebuah kampung? Sungguh amatlah sedikitnya!

Tetapi marilah kita melihat diri kita masing-masing! Dimanakah posisi kita? Apa yang menyebabkan kita melakukan shalat tahajud? Apakah demi kecintaan kita kepada Allah, sehingga kita begitu rindunya ingin bertemu denganNya, ketika semua orang lelap dalam tidurnya? Ataukah karena alasan lainnya? Setiap posisi itu tentu mempunyai nilai yang berbeda…

2. Tentang pakaian,

Setelah kita melakukan wudhu’ di waktu malam yang cukup dingin itu, ketika kita mengambil pakaian untuk melakukan shalat, apakah kita mengenakan pakaian yang seadanya saja, ataukah pakaian tidur saja. Ataukah kita mengenakan pakaian yang bagus, yang bersih, dan yang Allah menyenanginya.

Ketika suatu saat kita shalat tahajud, dan waktu itu pakaian yang kita kenakan adalah pakaian yang seadanya saja, maka bandingkanlah dengan ketika kita pergi ke masjid untuk melakukan shalat jum’at. Begitu indah pakaian kita, begitu harum tubuh kita…

Untuk siapa pakaian kita yang bagus dan indah itu? Kalau untuk Allah, mengapa ketika shalat tahajud sendirian saat tidak ada orang yang melihatnya, kita justru mengenakan pakaian yang tidak indah? Seorang yang mencintai sesuatu, tentu ia akan memberikan yang terbaik buat si Dia…

3. Tentang bacaan dan gerakan,

Demikian juga tentang bacaan dan gerakan shalat yang kita lakukan di malam hari, ketika semua orang tidak ada yang mengetahuinya. Bagaimana kondisi kita?

Apakah bacaan kita begitu `mesra’ saat kita bertemu dengan Dzat yang kita cintai, ataukah bacaan kita terburu-buru agar shalat cepat selesai?

Apakah gerakan shalat kita begitu sempurna layaknya seorang prajurit yang sedang berada di hadapan komandannya, ataukah gerakan kita semaunya saja?

Setelah kita mengembara mulai saat bangun pagi, selanjutnya melakukan perjalanan seharian di luar rumah, dan akhirnya kembali lagi ke rumah untuk tidur lagi, begitu seringnya kita bertemu dengan Allah  dalam berbagai macam peristiwa. Maka harapan kita tentulah saat ini kita telah menjadi seorang hamba yang begitu dekat dengan Allah. Kecintaan dan kerinduan kepada Allah  akan tercermin dalam tahajud kita.

Tahajud cinta seorang hamba adalah tahajud kerinduan, bukan tahajud paksaan. Tahajud cinta seorang hamba adalah tahajud yang mencerminkan jiwa yang tenang, dan hati yang tentram,..
ar-23-islampraymountain
Itulah saat ending yang paling indah dalam hidup kita selama dua puluh empat jam setiap hari. Kalaulah ending hidup setiap hari, kita disuruh Rasul untuk dekat dengan Allah dalam tahajud, maka demikian pula dengan ending hidup seluruhnya, kitapun harus berupaya untuk dekat dengan Allah.

Orang yang berhasil dalam hidupnya, adalah mereka yang pada akhir hayatnya dipanggil oleh Allah , dengan panggilan yang sangat mesra :
“yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah, irji’i ilaa rabbiki raadhiyatam mardhiyyah, fad khulli fii tibaadii wad khulii jannatii..”

Inilah tanda cinta yang sebenar-benarnya cinta…

terus berkarya

Jangan berhenti. Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan anda. Namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa anda tak akan pernah bisa berhenti.

cs2featherMeski anda berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak anda mengelilingi matahari. Maka bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah. Bekerja bukan sekadar untuk meraih sesuatu. Bekerja memberi kebahagian diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari diri anda.

Air yang tak bergerak akan lebih cepat busuk. Kunci yang tak pernah dibuka lebih mudah serat. Mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat. Hanya perkakas yang tak digunakanlah yang disimpan dalam laci berdebu.

Alam telah mengajarkan ini; jangan berhenti berkarya, atau anda segera menjadi tua dan tak berguna.

merawat hidayah

3161_1114579594519_1527818529_269452_2153670_n

Ibarat pohon yang diharapkan tumbuh lebat dan rindang, maka perlu di rawat dengan baik. Begitu pula dengan hidayah membutuhkan perawatan yang maksimal sehingga tetap berada dalam naungan Allah. Yaitu dengan melakukan cara-cara berikut:

1. Rawat dengan aqidah yang benar

2. Sinari hidayah dengan nur Al-Qur’an dan dzikir kepada Allah. (An-Nisa:174)

3. Sirami hidayah dengan ibadah.

4. Beri pupuk hidayah dengan dakwah, tarbiyah, membaca kisah teladan dan meminta nasihat orang saleh.

5. Pagari hidayah dengan taqwa, hidup bersama orang-orang baik dan doa. (At-Taubah:119)

6. Rawat hidayah dengan berislam yang wasath (pertengahan).

7. Kenali penyakit-penyakit yang bisa merusak hidayah.

Balasan untuk orang yang berhasil menjaga hidayah sehingga tetap istiqamah; dengan senantiasa mengerjakan kebaikan dan segera bertobat jika melakukan kekeliruan, pada saat sakaratul maut yang menegangkan, para malaikat akan turun mengiringi kepergian ruh dari jasadnya sembari mengatakan: “Jangan kamu takut dan janganlah bersedih, surga yang dijanjikan kepadamu sudah siap menantimu”. (Fushilat:30, Al-Ahqaf:13) dan akan berkata pula: “Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku” (Al-Fajr:27-30).