Sebagian besar pakar pembangunan sepakat, sumber daya manusia dari suatu bangsa-bukan modal fisik atau sumber daya material-merupakan faktor paling menentukan karakter dan kecepatan pembangunan sosial dan ekonomi suatu bangsa bersangkutan (Todaro, 1997). Pendidikan dinilai sebagai medium yang efektif bagi proses transmisi teknologi dan pendorong pembangunan ekonomi.
Pendidikan yang dimaksudkan oleh Michael P Todaro dalam bukunya “Economic Development” adalah pendidikan sebagai investasi human capital. Dimana perguruan tinggi memerankan posisi yang sangat strategis untuk membangun kualitas dari manusia di sebuah negara.
Presiden Liberia, Ellen Johnson Sirleaf, dalam pidato kenegaraannya terkait dengan kebijakan revitalisasi perguruan tinggi di negaranya mengatakan bahwa perguruan tinggi adalah “…center of learning with high academic standards which is dedicated to the pursuit, promotion and dissemination of knowledge with emphasis on practical knowledge which is immediately useful to economic, social and cultural development needs.”. Sebuah gagasan yang sangat tepat dengan menempatkan perguruan tinggi sebagai instrumen untuk mendorong perkembangan sosial, ekonomi dan budaya.
Pandangan lain mengenai kebutuhan transformasi peran perguruan tinggi di negara berkembang di sampaikan oleh Profesor di Universitas Republik Uruguay, Judith Suth, “To increase their contribution to development through the production and distribution of knowledge, universities in developing countries need to transform themselves into “developmental universities.” But to achieve this, other participants, such as industry and government, must also be prepared to take on new responsibilities. No ready-made model exists to guide these changes; they will require both creativity and the willingness to engage in thoughtful dialogue, both within and outside universities.”. Prof. Judith dalam makalahnya yang berjudul “Developmental Universities: A Changing Role for Universities” menekankan pentingnya perguruan tinggi sebagai universitas pembangunan dengan melakukan kolaborasi partisipatif dengan berbagai stakeholder pembangunan. Dengan kolaborasi inilah, perguruan tinggi akan berperan optimal sebagai centre of excellence.
Sejarah telah membuktikan bahwa sebuah banga akan maju bila memiliki sebuah pusat pendidikan atau perguruan tinggi yang mampu menghasilkan ilmu dan teknologi yang dapat bermanfaat. Perguruan tinggi juga menjadi pusat untuk mengakumulasi inovasi dan kreatifitas yang dapat menjadi solusi untuk menjawab tantangan bangsa. Pada dunia modern pun hal serupa terjadi, Amerika Serikat saat ini kuat dengan keberadaan perguruan tinggi kelas dunia seperti University of Harvard, MIT, dan UCLA. Britania Raya didukung dengan perguruan tinggi yang sudah sangat tua dan berpengalaman seperti Oxford University dan Cambridge University, serta Jepang yang memiliki puluhan perguruan tinggi kelas dunia, salah satunya adalah Universitas Tokyo.
Begitupula dengan Indonesia, mampukah perguruan tinggi di Indonesia menjadi centre of civilization?
Continue reading →