Jadilah Al-Amin

Kita semua mungkin sudah sangat akrab dengan sebutan “Al Amin ini, sebuah apresiasi tertinggi yang diberikan oleh masyarakat Mekkah kepada seorang yang sangat dipercaya integritas, pemikiran dan sikapnya. Nabi Muhammad Rasulullah, memulai perjuangan dakwahnya dengan panggilan mulia Al Amin ini, meski demikian bukan berarti kemudahan yang beliau terima ketika menyampaikan nilai Islam. Berbagai penolakan, bahkan penghinaan diberikan kepada Rasulullah.

Saya sering membahasakannya, “sudah menjadi Al Amin saja, penolakan masih terjadi, apalagi diri kita yang belum jadi seorang yang dipercaya di komunitas”. Mari sahabat, kita coba teladani keteladanan mulia Nabi Muhammad, bagaimana sifat Nabi Muhammad yang mencerminkan akhlak Al Quran juga mampu tercermin dalam aktifitas kita sehari-hari.

Sebagian dari cermin sifat Qur’an telah dipaparkan pada bagian kepribadian seorang Muslim, pada bagian ini kita akan lebih berfokus dalam upaya untuk menjadikan kepribadian yang ada sebagai bekal untuk membangun keteladanan sosial. Tujuan dari keteladanan sosial adalah untuk membangun kepercayaan diantara objek dakwah, agar mereka mau untuk belajar dari kita dan kita bisa menyampaikan nilai-nilai Islam dengan cara sebaik-baiknya.

Sahabat semua, mari kita mulai dengan kehadiran diri. Apakah diri ini sudah hadir di komunitas tempat kita beraktivitas ?. Kehadiran diri ini bukan sekedar ada, tetapi juga di rindukan oleh sahabat-sahabat lainnya. Kehadiran diri ini diharapkan mampu memberikan sebuah penuansaan tersendiri bagi bagi komunitasnya. Mari kita sedikit berkaca pada diri, ketika kita tidak masuk kuliah satu-dua-atau tiga hari, apakah sahabat-sahabat kita menghubungi kita ? apakah mereka bertanya kemana diri kita dan kapan kita akan kembali ke komunitas ?

Bila kamu menjawab “iya” untuk pertanyaan ini, maka artinya sahabat telah memiliki “kehadiran diri” di komunitas tersebut, akan tetapi bila jawabannya “belum” , maka teruslah berada di komunitas tersebut dan meraih kepercayaan dari sahabat-sahabat yang lain.

Kehadiran diri ini tidak hanya tentang keberadaan fisik, perlu juga kebermanfaatan diri pada komunitas tersebut. Mulailah untuk berbagi dan berkorban untuk komunitas. Tunjukkan keseriusan diri untuk bermanfaat bagi komunitas, mulai lah terbuka terhadap sahabat yang lain dan juga jadilah pendengar yang baik bagi sesama.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membangun kebermanfaatan diri, mulai saja dari apa yang kamu miliki?. Kamu bisa menulis, maka buatlah tulisan yang mendukung komunitas tersebut, kamu punya jejaring, maka berikanlah kepada komunitas itu, kamu bisa memimpin , maka tularkan gairah kepemimpinan kamu kepada mereka.

Dengan semangat bermanfaat inilah, seorang Muslim akan mendapatkan tempat tersendiri di hati sahabat-sahabat lainnya. Tidak hanya dengan sesama Muslim, tetapi juga untuk yang memiliki kepercayaan lain. Percayalah, Islam disiapkan untuk semua manusia, sehingga nilai kebaikan yang ada di Islam seharusnya bisa diterima oleh semua orang, tinggal bagaimana kita sebagai seorang Muslim menyampaikannya dengan cara terbaik.

Sikap positif yang kita tunjukkan kepada sahabat-sahabat di komunitas kita akan berbuah sebuah kepercayaan kepada diri kita. Pastikan bahwa kita konsisten menunjukkan sikap sebagaimana kepribadian seorang Muslim yang telah dipaparkan. Sikap positif ini akan di ikuti atau di teladani oleh sahabat-sahabat yang lain. Pastikan diri kita menjadi seorang yang penuh keteladanan, aktualisasikan juga potensi terbaikmu agar bermanfaat bagi sesama.

Prinsip seorang Al Amin, adalah memberi, berbagi dan bermanfaat. Keluarkan dan korbankan dulu, baru nanti kita akan mendapatkan kepercayaan dari publik. Kepercayaan akan keteladanan diri ini bukan untuk menjadikan diri sombong atau semena-mena, melainkan untuk digunakan sebagai kesempatan untuk berbagi nilai Islam dengan baik. Bangun kepercayaan dan sampaikan nilai Islam, Insya Allah akan semakin mudah untuk dicerna dan diterima oleh komunitas.

Jadilah Al Amin dan berdakwahlah dengan Lantang !

Kepribadian Seorang Muslim

Menjadi seorang Muslim yang memiliki kepribadian yang baik, penulis memulai bagian ini sebagai awal dari buku dengan harapan setiap kader dakwah dapat menikmati bagaimana rasanya menjadi seorang Muslim yang utuh. Semangat dari buku ini adalah bagaimana seorang kader dakwah dapat menjadi agen Islam dimanapun dan kapanpun ia berada. Sehingga, kebutuhan untuk memiliki kepribadian seorang Muslim yang utuh menjadi sebuah kebutuhan.

Merujuk pada berbagai sumber, penulis mencoba mensistematikan kepribadian seorang Muslim dalam 10 karakter kepribadian. Harapannya, dengan menjalankan ke-10 karakter ini, seorang kader dakwah dapat semakin cakap sebagai teladan di komunitas tempat dirinya berdakwah.

Aqidah yang Bersih

Karakter yang paling penting dalam kepribadian seorang Muslim adalah Aqidah yang lurus dan bersih. Ia perlu memahami dan memiliki fondasi yang kokoh tentang aqidah Islam itu sendiri. Tantangan dakwah masa kini seringkali membuat seorang da’i terpeleset atau khilaf karena tidak di dukung oleh aqidah yang kuat. Untuk itu, sebagai seorang kader dakwah yang aktif, sangat dianjurkan untuk perbanyak membaca buku-buku Islam yang terkait dengan aqidah, landasan dasar berIslam, dan pemikiran Islam. Jangan sampai, seorang da’i tidak memilikinya, sehingga dakwahnya menjadi keropos karena tidak ditopang oleh pemahaman Islam yang kuat.

Continue reading

Inspiratia Flava

Aku percaya pada musik seperti anak kecil yang percaya pada dongeng, musik ada dimana-mana yang perlu kita lakukan hanya mendengar dan percaya” -August Rush-

Saya pun juga percaya seperti anak kecil yang antusias mendengar legenda, inspirasi ada dimana-mana yang perlu kita lakukan hanya mendengar dan merasakan kehadirannya. Inspirasi itu bisa datang di saat sempit maupun lapang, kala berpikir maupun termenung, atau ketika sedang bersama sahabat-sahabat maupun sendiri.

Inspirasi itu tidak harus datang dari hal-hal yang besar. Terkadang, hal-hal kecil yang sering kali luput dari perhatian orang-orang itulah yang biasanya menimbulkan pertanyaan, ide, inspirasi yang dapat membuat kita berbuat sesuatu. Setiap orang mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam melihat setiap hal. Karena itu sumber inspirasi setiap orang pun berbeda-beda.

Saya selalu membayangkan bila ada sebuah lingkungan yang penuh dengan inspirasi, kemanapun mata melihat inspirasi selalu ada menanti, sejauh apapun langkah ditempuh inspirasi selalu saja menemani. Sungguh indahnya lingkungan tersebut bila benar adanya, dan akan lebih indah lagi bila inspirasi tersebut berasal dari kalimat Ilahi.

Dakwah Kampus yang telah bergulir lebih dari dua dekade belakangan ini memiliki tujuan mulia yaitu membentuk bi’ah Islamiyah atau lingkungan yang bernilaikan Islam di kampus. Saya sangat meyakini bahwa inspirasi Islam dapat diterima oleh setiap insan manusia, karena sudah sangat sesuai dengan fitrah manusia, pertanyaannya adalah bagaimana setiap da’I mampu menebar cita-rasa inspirasi Islam ini dengan baik.

Sebagai contoh sebuah masakan, Nasi Goreng, se-sedap apapun nasi goring, bila ia tidak disajikan dengan cara yang tepat, tentu cita rasanya akan berkurang atau bahkan hilang. Sahabat semua, tentu tidak pernah membayangkan kan memakan nasi goring di dalam batok kelapa ?.

Analogi  diatas adalah sebuah kiasan yang sering digunakan untuk menggambarkan bahwa menyampaikan inspirasi itu harus dengan “cara yang baik”. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW juga telah mencontohkannya ketika dulu berdakwah semasa hidupnya. Beliau menyiapkan setiap sahabat agar dapat berdakwah di komunitas tertentu, sesuai dengan kapasitas dan keahliannya masing.

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasul bersabda “seorang yang dekat dengan pedagang minyak wangi akan terkena harumnya, dan seorang yang berdekat dengan pandai besi akan terkena bau besinya”. Sebagai seorang muslim, kita tidak hanya dihimbau untuk mendekati seorang yang dipercaya atau bijak, lebih dari itu, sebagai seorang muslim kita dituntut untuk bisa menjadi seorang yang dipercaya dan bijak tersebut.

Seorang Da’I adalah inspirasi buat komunitasnya, ia adalah sumber ide dan gairah perubahan, ia pulalah yang menggerakan komunitas ke arah yang lebih baik. Ia ditantang untuk dapat memimpin  dan melayani komunitas tersebut, sehingga anggota di dalam komunitas dapat merasakan kehadirannya secara positif dan kehadiran nilai Islam dengan cara yang indah.

INSPIRATIA FLAVA, cita rasa inspirasi, tantangan bagi Da’I masa kini adalah bagaimana mampu beradaptasi dengan perubahan sosial yang terjadi dan menemukan sebuah formulasi dakwah yang paling tepat agar semakin banyak insan manusia yang tercerahkan dengan kebaikan yang ditebarkan oleh Islam.

Dua buah gagasan besar penuh cita rasa yang akan menjadi pendahuluan dari buku ini adalah optimasi dakwah komunitas dan dakwah berbasis web 2.0. Kedua gagasan ini akan memulai perjalanan cita rasa lain di buku ini. Kenapa dakwah komunitas dan dakwah berbasis web 2.0 menjadi sebuah cita rasa khusus ? sederhana saja prinsipnya, kedua cita rasa ini telah mengembalikan semangat dan hakekat seorang Da’I sebagai sebuah penyeru secara utuh. Penulis butuh sedikit meluruskan, bahwa dakwah di kampus bukanlah tentang rapat, menempel poster, atau mengikuti diklat saja, itu adalah sebuah kerja organisasi. Tetapi kita coba kembali ke hakekat Da’I, bagaimana agar setiap kader dakwah di kampus dapat menjadi agen dakwah yang berpengaruh. Ia berdakwah langsung dari dirinya baik secara lisan maupun tulisan dan dengannya mengisi ruang-ruang hati para mahasiswa lainnya dengan nilai-nilai Islam.

Dakwah Komunitas dan Dakwah berbasis web 2.0 akan menjadi ujian tersendiri bagi seorang Da’I. Kapasitas dirinya sebagai penyeru, pengajak kebaikan, dan teladan di uji melalui ruang public yang ada dan ruang maya yang bisa diciptakan. Bisakah seorang Da’I meningkatkan kapasitas pemahaman Islamnya dan menyeru kepada kebaikan dimanapun ia berada, ataukah bisa seorang Da’I rutin menyampaikan pesan kebaikan melalui jejaring dunia maya yang saat ini sangat mudah untuk diakses oleh siapapun.

  Continue reading

Ini Mimpiku Kawan (bagian ketiga-akhir)

… Ini Mimpi ku Kawan…

Sent       : Thursday, October 28. 4.01 PM

From     : Bunda Sayang

“ayah, makan malam di Rumah kan ? bunda masak gulai ijo dan telor balado kesukaan ayah.. ditunggu yaa ^^”

 

Replied

 

To           : Bunda Sayang

Sent       : Thursday, October 28. 4.10 PM

“iya bunda, ini udah mau pulang kok,, tunggu yaa.. sebentar lagi insya Allah ^^”

 

Sore ini begitu indah, langit memerah merona seakan tersipu malu di pandang insan manusia yang tertawa riang di Bumi Allah ini. Senja merah, aku begitu suka menikmati senja. Untukku berjalan santai dalam selimut senja adalah hal indah yang selalu dinanti. Langkah ini mengarah ke parkir motor khusus dosen.

 

“harus segera pulang, ditunggu istri” aku berkata kepada diriku.

 

Kawan, aku sangat bersemangat pulang sore ini, bukan karena hanya sekedar untuk melepas lelah di rumah. Tetapi buatku, berbagi cerita dengan Istri dan memandang wajah anakku adalah momen yang selalu ditunggu.  Setiap hari kami tak pernah habis akan cerita, tetapi untuk cerita sore ini, aku yakin Istriku akan lebih banyak bercerita, karena ia baru saja menghabiskan harinya di kampus dengan berbagai acara. Untukku, raut mukanya yang sangat sumringah dan bersemangat menceritakan detail kisahnya setiap hari adalah  kado terindah setiap harinya.

 

Aku pun melajukan sepeda ku ke arah rumah kami, rumah sederhana tetapi sangat estetis karena kami mendirikannya dengan sepenuh hati. Rumah kami memiliki teras kecil yang di isi dengan beberapa hiasan bambu, di sisi lainnya ada beberapa bunga ditanam salah satunya bunga lavender ungu yang menari setiap paginya. Aku memarkirkan sepeda ku di teras kecil tersebut, dan melangkahkan kaki ke pintu rumah yang di sisinya digantungkan sebuah pot cantik yang ditumbuhi dandelion yang sedang berbunga.

 

“assalamualaikum” aku mengucapkan salam sembari membuka pintu

“waalaikumsalam ayaah” jawab istriku sambil bergegas ke pintu rumah menyambut kepulanganku

“capek ya ayah sayang?” tanya istriku seraya membantu melepaskan dasi di kerah kemeja ku

“iya nih, padahal belum pekan UTS, nanti kalo udah pekan UTS bisa lebih sibuk lagi” jawab ku sambil membuka sepatu

 

“ayah mau makan kapan ? “

“nanti abis magrib aja ya bunda”

“okey, abis nasi nya juga baru di bikin… sayang, mau denger cerita bunda hari ini gakk?”

“iya sayang, ayah mau denger, sambil minum teh jepang yuk. Masih ada sisa kan yang waktu kita beli di osaka bulan lalu?”

“yuph, masih ada… kita minum di teras belakang rumah ya”

 

Kawan, rumah ku memiliki halaman belakang yang cukup luas. Kami sengaja menyiapkan halaman belakang yang lebih luas dan tertutup agar kelak kami sekeluarga dapat mengisi waktu luang yang ada. Di halaman belakang tersebut kami tanam beberapa pohon yang sudah besar dan digantungkan sebuah ayunan sederhana. Selain pohon dan ayunan terdapat juga beberapa bunga dan tumbuhan lain yang sengaja ditanamkan untuk memberikan keasrian di halaman belakang rumah.

 

“ayah, ini teh jepangnya”

“makasih ya bunda, gimana hari bunda ? menyenangkan kah?”

“iya ayah, bunda mau cerita… ayah mau denger gakkk?

“iya bunda… ayah mau denger” aku menjawab dengan penuh senyum

Continue reading

Dakwah Siyasi dan Perputaran Peradaban

Bagaimana dakwah siyasi berperan dalam membangun peradaban ?

Sebagaimana strategi dakwah yang dilakukan di Negara, baik di masa lalu dan kini, dakwah perlu dilakukan secara komprehensif (Syumuliyatul Dakwah). Ciri khas dari dakwah yang komprehensif adalah universal, integral dan partisipasi total. Universal terkait dengan Berbasis nilai-nilai Islam dengan konteks Kekinian dan Kedisinian.. Integral terkait dengan isu strategis dalam  Ekonomi, Sosial-Budaya; Masyarakat Madani (Politik)-Agriculture-driven Industrialization (Ekonomi)-Keteladanan dalam membangun budaya tinggi (Sosbud) serta penekanan pada tekad kuat untuk membangun institusi-institusi negara secara hakiki. Partisipasi Total terkait dengan melibatkan negara, pengusaha, masyarakat dan akademisi.

Untuk itu dalam dakwah siyasi perlu sebuah struktur dan proses konsolidasi Islam yang menjadi falsafah dasar perjuangan. Sejak awal masuk kampus, seorang kader siyasi perlu memahami bahwa dakwah siyasi adalah bagian dari peradaban, salah satu anak tangga dalam membangun peradaban. Sehingga diharapkan ruh dari dakwah siyasi ini tidak berakhir di kampus, melainkan juga pasca-kampus.

 

Dalam skema diatas, dapat dilihat, apa yang kita lakukan di dakwah siyasi meliputi semua aspek dalam skema konsolidasi Islam dan rekayasa menuju mengembalikan peradaban Islam itu sendiri. Siyasi dikampus akan meliputi bagaimana menekan kebijakan politik pemerintah, mendorong ekonomi masyarakat melalui gerakan entrepreneur, membangun gagasan kebudayaan dan pendidikan, lintas gender, memperbaiki tatantan sosial masyarakat, serta mengembangkan IPTEK untuk kesejahteraan. Semua program yang disusun di organisasi kemahasiswaan akan merujuk pada konsep membangun peradaban Islam. Bagaimana kita sebagai kader siyasi selalu menjadikan konsep peradaban Islam sebagai manifestasi atas jerih payah perjuangan dakwah siyasi yang dilakukan.

Continue reading

Sistem Kaderisasi Siyasi

Bagaimana sistem kaderisasi siyasi yang efektif dan mampu menghasilkan perubahan di kemahasiswaan ?

Sebagaimana sistem kaderisasi pada lembaga dakwah kampus, kader siyasi juga membutuhkan sebuah sistem kaderisasi yang berjenjang dan lebih mengutamakan kerja lapangan ketimbang materi belaka. Kenapa kerja lapangan lebih diutamakan? karena karakter perekayasa perubahan tidak akan terbentuk dengan materi di ruangan yang mengandalkan papan tulis dan infokus, mereka perlu dilatih dan dimatangkan seiring dengan perjuangan dakwah siyasi yang mereka tempuh.

Dalam menyusun kurikulum kaderisasi siyasi, saya akan merunutkan dulu bagaimana proses yang perlu dilakukan, atau skema berpikir yang perlu dimiliki oleh para perumus kaderisasi siyasi, proses tersebut dirangkum dalam bagan alir berikut ini ;

  1. 1.        Profil Kader Siyasi

Pada bagian sebelumnya telah diutarakan lebih detail mengenai profil kader siyasi yang diharapkan, setidaknya ada empat profil utama yang dituntut untuk ada pada diri kader siyasi, yakni;

  1. Pemahaman Akan Fiqh Siyasah
  2. Keteladanan Sosial
  3. Kapasitas Intrapersonal
  4. Dinamis dan Mampu Membaca Situasi

Jika boleh disederhanakan, maka setidaknya ada 2 profil utama kader siyasi, yaitu pemahaman agama dan dakwah yang kompeten, dan penguasaan rekayasa sosial yang dinamis. Keseluruhannya perlu dimiliki oleh kader siyasi agar ia mampu menjalankan amanah dakwahnya dengan baik dan bijak di lingkungan kemahasiswaan. Kita tentu sangat menghindari kondisi dimana seorang kader siyasi tidak menguasai keseluruhan aspek profil ini, karena akan berdampak sangat fatal dalam pengelolaan dakwah kampus kedepannya.

Continue reading

Ketika Dakwah di Lembagakan secara Formal

Bagaimana strategi adaptasi pola dakwah di lembaga kemahasiswaan yang efektif ?

Tantangan dakwah akan bertambah berat ketika lembaga kemahasiswaan seperti BEM atau Himpunan telah terkondisikan oleh para ADK. Mereka dituntut untuk mampu menjawab bagaimana dakwah dapat dilaksanakan pada sebuah lembaga formal yang mereka pimpin. Tentunya tidak sekedar memimpin seadanya saja, berbagai gebrakan perlu dilakukan agar massa kampus dapat merasakan perbedaan mendasar kondisi kampus ketika seorang aktivis dakwah yang memimpin dengan ketika kelompok lain.

Untuk menjawab pertanyaan ini, pertama-pertama sayang ingin mengajak sahabat semua untuk memiliki cara berpikir yang bijaksana ketika telah memimpin sebuah lembaga kemahasiswaan. Kita perlu meyakini bahwa memimpin lembaga kemahasiswaan bukan berarti kita akan mendominasi keseluruhannya dan mengubah BEM atau Himpunan tak ubahnya seperti sebuah Lembaga Dakwah Kampus. Cara pandang ini perlu diubah agar nantinya kepemimpinan kita dapat lebih bermanfaat untuk massa kampus.

Berbicara tentang mengformalkan dakwah dalam lembaga non-dakwah adalah sebuah tantangan tersendiri, disini kita tidak berbicara tentang koptasi lembaga, melainkan tentang menyentuh lembaga tersebut dengan nuans kebaikan. Sifat heterogenitas dari lembaga kemahasiswaan tersebut baiknya tetap dipertahankan agar tetap dapat menjadi sebuah pembelajaran bagi kader dakwah.

Continue reading

#BKK = Bukan Kacamata Kuda

Dear All, tulisan ini adalah rangkuman dari hasil kuliah twitter saya tanggal 20 Januari 2012 dengan tema #BKK = bukan kacamata kuda. di dedikasikan khusus untuk adik-adik SMA yg tengah menyiapkan diri menuju perguruan tinggi. Bila ada adik kelas atau teman mu yg merasa membutuhkannya. Mohon di share ya sahabat :-)
Tema malam ini ttg tips sukses menyiapkan perguruan tinggi akan saya beri hash tag #BKK = bukan kacamata kuda.mulai sekitar pukul 8 malam

seorang siswa yg punya info ttg jurusan x di kampus y.hanya fokus pd pilihan tsb dr awal.tanpa adanya pertimbangan dan keterbukaan lain #BKK

kubiarkan kumengikuti suara dlm hati yg slalu membunyikan cinta kupercaya&kuyakini murninya nurani mjd penunjuk jalanku lentera jiwaku #BKK

apa sih mimpi besar mu sahabat ? menjadi orang yg bermanfaat kah ? atau hanya menjadi budak kapitalis yg terjebak di meja kerja ? #BKK

sahabat2 semua, sangat disayangkan bila mimpi kita hanya sekedar utk memberi makan diri dan keluarga saja. Dunia terlalu luas buat kamu #BKK

inilah konsep awal yg perlu sahabat semua matangkan sebelum berbicara kuliah dimana?jawab dulu, apa mimpi saya ?dan saya butuh kuliah ? #BKK

jgn sampai pilihan kamu nantinya hanya hasil manisfestasi ego dari informasi yg terbatas. tp, mari kita mulai langkah dr mimpi besar #BKK

ambil kertas karton kosong dan tempel2 dgn gambar2 dr majalah dan ditambah dgn lukisanmu. jadikan sebagai rujukan langkah kamu #BKK

tidak ada jaminan dgn kuliah kamu akan sukses. begitu juga sebaliknya. kamu akan sukses jika kamu sudah kuat dgn tekadmu #BKK

kamu ingin jadi pekerja di perusahaan minyak asing. kamu bisa membuka pilihan di jurusan mesin, perminyakan, tambang, geologi, dll #BKK

saya coba memberi analogi ini, agar sahabat2 semua bisa menjawab, “saya mau jadi apa ?” sudahkah jawaban itu ada di benak kamu sahabat? #BKK

ukirlah mimpi besar mu sahabat, tuangkan mimpi tsb dlm kata, gambar, atau bahkan dalam benak mu. ingat dan terus ulang mimpimu #BKK

“Biarkan… dia… menggantung… mengambang… 5 centimeter.. di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.”..#BKK

kadang orang2 disekitar kamu justru menjadi alasan kamu mengkhianati mimpi kamu. dan taukah kawan ? rasanya sangat menyakitkan ! #BKK

jgn pedulikan “kata orang”,tentang “gak keren”,”prospek kerja kecil”,”gaji rendah”, hellooo , kita hidup cari kepuasan batin bukan uang #BKK

apalagi kalo kamu punya pacar dan pacar kamu menghalangi mimpi kamu. putusin aja. blm jadi pasangan sah kan ? mimpimu adalah energimu #BKK

kak, saya ingin jadi ahli astronomi. yah masuklah astronomi di ITB, ambil S2 di luar negeri dan jadilah pakar yg menghidupkan negeri #BKK

kak, saya ingin jadi ahli purbakala, ambil jurusan sejarah, ambil S2 arkeologi di luar negeri. kupas sejarah nusantara yg hebat ini #BKK

kamu yakin dengan mimpimu ? bersandarlah pada Tuhan, biarkan Ia yg menguatkan hatimu dan mencerahkan masa depanmu. #BKK

kadang ada org yg memandang rendah mimpimu, cuek aja sahabat. yang penting jiwa kamu berkembang krn kamu mengikuti lentera jiwamu #BKK

zaman ini bukan lagi think out of the box. tapi think there is no box ! . kotak itu cuma imajiner orang yg takut bermimpi ! #BKK

apakah kampus negeri lebih baik dr kampus swasta ? ga selalu bro. tim robot ITB aja blm bisa ngalahin tim robot UNIKOM. #BKK

kadang banyak pertimbangan dlm memilih kampus seperti jauh dr keluarga, biaya, adaptasi lingkungan baru dan lainnya. #BKK

ga selalu loh kampus swasta lebih mahal dr negeri.setau saya di UI kuliah udah selangit.bener ga sih?di ITB sekitar 4 jt satu semester #BKK

jangan lihat dulu prospek kerja. lihat minat dulu. kira2 kamu akan berkembang di lingkungan pendidikan seperti apa ? #BKK

ada bbrp tips nih : etos kerja-konsiten kerja-kerja keras .. semua ada kerja nya ya ? yaiyalah, hidupkan memang untuk bekerja #BKK

etos kerja berhubungan dgn sikap kamu dalam memandang perjuangan kamu. jgn pesimis, dan skeptis. coba tetap optimis yg realistis #BKK

etos kerja yg baik akan membuat kamu mudah dalam menjalankan perjuangan kamu. coba deh bikin mindset positif dalam hidup kamu #BKK

kerja keras dimanifestasikan dgn belajar dgn giat . kurangi waktu bermainmu dan juga pacaran tentunya. fokus pd tujuan masa depan kamu #BKK

belajar soal, aktif dikelas.rutin mengulang soal dan biasakan bangun lebih pagi kawan. bangun lebih pagi membuat harimu lebih bergairah #BKK

sahabat, maaf tadi malam batas tweets saya sudah memenuhi limit, saya akan coba lanjutkan sedikit ya yang ttg #JituMenyiapkan #BKK

Bangun pagi, ibadah pagi, belajar pagi, Insya Allah hasil positif dai perjuangan kamu akan tiba lebih pagi untukmu :-) #BKK

menjadikan diri kamu layak untuk menerima mimpimpu. konsep nya sangat sederhana sebetulnya.you get what you pay. #BKK

semangat ini lah yang perlu kamu bangun sahabat.. mimpibesar hanya untuk orang besar. orang besar adalah mereka yg bekerja dengan keras #BKK

kalau kamu merasa jadi mahasiswa UI itu mimpi kamu. jurusan Teknik jadi pilihanmu. maka siapkan diri tuk bersaing dgn mereka sejak dini #BKK

bersaing bukan dlm konteks negatif. tetapi dlm konteks memantaskan diri di Mata Tuhan, agar kamu layak untuk mendapatkannya. #BKK

Bila sahabat-sahabat merasa diskusi ttg #BKK bermanfaat. mohon keikhlasannya untuk menyebarkannya (RT) kepada followernya.

demikian saya akhiri diskusi ttg #BKK = bukan kacamata kuda. buka kacamata kuda mu sahabat. dan raihlah mimpi terbaik untukmu

kebaikan itu dari Tuhan, dan setiap manusia berhak untuk menerimanya. jadi jangan malas untuk berbagi kebaikan :-) #BKK

kamu tdk akan gagal masuk perguruan tinggi favorit kamu hanya dengan memberikan informasi mengenai tips sukses masuk PT. #BKK

di tweetkan oleh @udayusuf