Ini Mimpiku Kawan (bagian ketiga-akhir)

… Ini Mimpi ku Kawan…

Sent       : Thursday, October 28. 4.01 PM

From     : Bunda Sayang

“ayah, makan malam di Rumah kan ? bunda masak gulai ijo dan telor balado kesukaan ayah.. ditunggu yaa ^^”

 

Replied

 

To           : Bunda Sayang

Sent       : Thursday, October 28. 4.10 PM

“iya bunda, ini udah mau pulang kok,, tunggu yaa.. sebentar lagi insya Allah ^^”

 

Sore ini begitu indah, langit memerah merona seakan tersipu malu di pandang insan manusia yang tertawa riang di Bumi Allah ini. Senja merah, aku begitu suka menikmati senja. Untukku berjalan santai dalam selimut senja adalah hal indah yang selalu dinanti. Langkah ini mengarah ke parkir motor khusus dosen.

 

“harus segera pulang, ditunggu istri” aku berkata kepada diriku.

 

Kawan, aku sangat bersemangat pulang sore ini, bukan karena hanya sekedar untuk melepas lelah di rumah. Tetapi buatku, berbagi cerita dengan Istri dan memandang wajah anakku adalah momen yang selalu ditunggu.  Setiap hari kami tak pernah habis akan cerita, tetapi untuk cerita sore ini, aku yakin Istriku akan lebih banyak bercerita, karena ia baru saja menghabiskan harinya di kampus dengan berbagai acara. Untukku, raut mukanya yang sangat sumringah dan bersemangat menceritakan detail kisahnya setiap hari adalah  kado terindah setiap harinya.

 

Aku pun melajukan sepeda ku ke arah rumah kami, rumah sederhana tetapi sangat estetis karena kami mendirikannya dengan sepenuh hati. Rumah kami memiliki teras kecil yang di isi dengan beberapa hiasan bambu, di sisi lainnya ada beberapa bunga ditanam salah satunya bunga lavender ungu yang menari setiap paginya. Aku memarkirkan sepeda ku di teras kecil tersebut, dan melangkahkan kaki ke pintu rumah yang di sisinya digantungkan sebuah pot cantik yang ditumbuhi dandelion yang sedang berbunga.

 

“assalamualaikum” aku mengucapkan salam sembari membuka pintu

“waalaikumsalam ayaah” jawab istriku sambil bergegas ke pintu rumah menyambut kepulanganku

“capek ya ayah sayang?” tanya istriku seraya membantu melepaskan dasi di kerah kemeja ku

“iya nih, padahal belum pekan UTS, nanti kalo udah pekan UTS bisa lebih sibuk lagi” jawab ku sambil membuka sepatu

 

“ayah mau makan kapan ? “

“nanti abis magrib aja ya bunda”

“okey, abis nasi nya juga baru di bikin… sayang, mau denger cerita bunda hari ini gakk?”

“iya sayang, ayah mau denger, sambil minum teh jepang yuk. Masih ada sisa kan yang waktu kita beli di osaka bulan lalu?”

“yuph, masih ada… kita minum di teras belakang rumah ya”

 

Kawan, rumah ku memiliki halaman belakang yang cukup luas. Kami sengaja menyiapkan halaman belakang yang lebih luas dan tertutup agar kelak kami sekeluarga dapat mengisi waktu luang yang ada. Di halaman belakang tersebut kami tanam beberapa pohon yang sudah besar dan digantungkan sebuah ayunan sederhana. Selain pohon dan ayunan terdapat juga beberapa bunga dan tumbuhan lain yang sengaja ditanamkan untuk memberikan keasrian di halaman belakang rumah.

 

“ayah, ini teh jepangnya”

“makasih ya bunda, gimana hari bunda ? menyenangkan kah?”

“iya ayah, bunda mau cerita… ayah mau denger gakkk?

“iya bunda… ayah mau denger” aku menjawab dengan penuh senyum

Continue reading