Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Jadilah Al-Amin


Kita semua mungkin sudah sangat akrab dengan sebutan “Al Amin ini, sebuah apresiasi tertinggi yang diberikan oleh masyarakat Mekkah kepada seorang yang sangat dipercaya integritas, pemikiran dan sikapnya. Nabi Muhammad Rasulullah, memulai perjuangan dakwahnya dengan panggilan mulia Al Amin ini, meski demikian bukan berarti kemudahan yang beliau terima ketika menyampaikan nilai Islam. Berbagai penolakan, bahkan penghinaan diberikan kepada Rasulullah.

Saya sering membahasakannya, “sudah menjadi Al Amin saja, penolakan masih terjadi, apalagi diri kita yang belum jadi seorang yang dipercaya di komunitas”. Mari sahabat, kita coba teladani keteladanan mulia Nabi Muhammad, bagaimana sifat Nabi Muhammad yang mencerminkan akhlak Al Quran juga mampu tercermin dalam aktifitas kita sehari-hari.

Sebagian dari cermin sifat Qur’an telah dipaparkan pada bagian kepribadian seorang Muslim, pada bagian ini kita akan lebih berfokus dalam upaya untuk menjadikan kepribadian yang ada sebagai bekal untuk membangun keteladanan sosial. Tujuan dari keteladanan sosial adalah untuk membangun kepercayaan diantara objek dakwah, agar mereka mau untuk belajar dari kita dan kita bisa menyampaikan nilai-nilai Islam dengan cara sebaik-baiknya.

Sahabat semua, mari kita mulai dengan kehadiran diri. Apakah diri ini sudah hadir di komunitas tempat kita beraktivitas ?. Kehadiran diri ini bukan sekedar ada, tetapi juga di rindukan oleh sahabat-sahabat lainnya. Kehadiran diri ini diharapkan mampu memberikan sebuah penuansaan tersendiri bagi bagi komunitasnya. Mari kita sedikit berkaca pada diri, ketika kita tidak masuk kuliah satu-dua-atau tiga hari, apakah sahabat-sahabat kita menghubungi kita ? apakah mereka bertanya kemana diri kita dan kapan kita akan kembali ke komunitas ?

Bila kamu menjawab “iya” untuk pertanyaan ini, maka artinya sahabat telah memiliki “kehadiran diri” di komunitas tersebut, akan tetapi bila jawabannya “belum” , maka teruslah berada di komunitas tersebut dan meraih kepercayaan dari sahabat-sahabat yang lain.

Kehadiran diri ini tidak hanya tentang keberadaan fisik, perlu juga kebermanfaatan diri pada komunitas tersebut. Mulailah untuk berbagi dan berkorban untuk komunitas. Tunjukkan keseriusan diri untuk bermanfaat bagi komunitas, mulai lah terbuka terhadap sahabat yang lain dan juga jadilah pendengar yang baik bagi sesama.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membangun kebermanfaatan diri, mulai saja dari apa yang kamu miliki?. Kamu bisa menulis, maka buatlah tulisan yang mendukung komunitas tersebut, kamu punya jejaring, maka berikanlah kepada komunitas itu, kamu bisa memimpin , maka tularkan gairah kepemimpinan kamu kepada mereka.

Dengan semangat bermanfaat inilah, seorang Muslim akan mendapatkan tempat tersendiri di hati sahabat-sahabat lainnya. Tidak hanya dengan sesama Muslim, tetapi juga untuk yang memiliki kepercayaan lain. Percayalah, Islam disiapkan untuk semua manusia, sehingga nilai kebaikan yang ada di Islam seharusnya bisa diterima oleh semua orang, tinggal bagaimana kita sebagai seorang Muslim menyampaikannya dengan cara terbaik.

Sikap positif yang kita tunjukkan kepada sahabat-sahabat di komunitas kita akan berbuah sebuah kepercayaan kepada diri kita. Pastikan bahwa kita konsisten menunjukkan sikap sebagaimana kepribadian seorang Muslim yang telah dipaparkan. Sikap positif ini akan di ikuti atau di teladani oleh sahabat-sahabat yang lain. Pastikan diri kita menjadi seorang yang penuh keteladanan, aktualisasikan juga potensi terbaikmu agar bermanfaat bagi sesama.

Prinsip seorang Al Amin, adalah memberi, berbagi dan bermanfaat. Keluarkan dan korbankan dulu, baru nanti kita akan mendapatkan kepercayaan dari publik. Kepercayaan akan keteladanan diri ini bukan untuk menjadikan diri sombong atau semena-mena, melainkan untuk digunakan sebagai kesempatan untuk berbagi nilai Islam dengan baik. Bangun kepercayaan dan sampaikan nilai Islam, Insya Allah akan semakin mudah untuk dicerna dan diterima oleh komunitas.

Jadilah Al Amin dan berdakwahlah dengan Lantang !

About these ads

One comment on “Jadilah Al-Amin

  1. Zack Amirullah
    February 4, 2012

    Reblogged this on Goresan Hikmah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on January 28, 2012 by in Dakwah Kampus, Islam dan Dakwah.

Twitter @udayusuf

  • Itu siapa yg ngaduin ridwan kamil ke ombudsman? Alumni ITB jg pula ckck. Ini walikota udah bener kerja nya. Msh aja di adukan 4 days ago
  • ke Hongkong 7.3 juta bertiga itu murah atau mahal? #cekharga #survey 4 days ago
  • jangan minta saya komentari kebijakan presiden jokowi ya :-) posisi saya mau memperhatikan aja tanpa komentar kepada ybs 5 days ago
  • SBY ini terlalu baik dan ragu ragu ya 5 days ago
  • Halo semua :-) 5 days ago

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,052,338 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,274 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,274 other followers

%d bloggers like this: