Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Menapaki Peradaban melalui Pena || #academia


1. bicara tentang peradaban, maka kaitan dgn keilmuan dan pengetahuan akan sangat erat. mereka kuasai ilmu akan kuasai peradaban. #academia

2. Romawi pernah kuasai peradaban, Islam pernah kuasai peradaban, kini barat yg menguasai peradaban. silih berganti. estafet ilmu. #academia

3. di masa sebelum masehi, mesir dan cina dikenal sebagai tonggak ilmu. berbagai bentuk mahakarya pun lahir pada zaman tsb. #academia

4. kita mengenal sejarah panjang cina dgn herbal dll. mesir dgn ilmu pertanian dan konstruksi. bukti nyata ilmu mereka kuasai. #academia

5. lalu berganti ke romawi, mereka membuat bangunan-bangunan besar dan estetis. keilmuan arsitek, sipil, dan hukum berkembang #academia

6. colloeseum, aquaduc cth mahakarya teknik konstruksi, codex-democracy sebagai btk karya hukum romawi. jaya pd masanya. #academia

7. romawi juga dikenal dgn kemampuan pasukan dan dan militernya. teknologi tinggi. simbol kejayaan masa itu. #academia

8. tak heran banyak filsuf dan pemikir lahir di romawi. merekalah tonggak peradaban romawi yang mahsyur saat itu. dahsyat. #academia

9. peradaban pun silih berganti estafetnya. Islam pernah mengusasi peradaban utk lbh dr 8 abad. para ilmuwan Islam pun lahir #academia

10. ahli kedokteran, sastra, politik, ahli teknik. semua pun bermunculan dan mengisi kejayaan kekhalifan Islam selama 8 abad ini #academia

11. Penguasaan Islam thd peradaban ini memang tidak main-main, 2/3 dunia berada dlm nauangannya&berhasil memberikan kesejahteraan #academia

12. al khawarizmi penggagas algoritma, ibnu sina di bidang kedokteran, dan kebanyakan polimet (banyak ilmu) #academia

13. hebatnya ilmuwan Islam, mereka polymath (menguasai banyak keilmuan), sehingga cara pandang mereka komprehensif #academia

15. 8 abad menguasai dunia, Islam telah membuktikan sebagai guru peradaban yg adil dan memberikan kesejahteraan. #academia

16, ketika Islam mulai berangsung dikalahkan dan di usir, warga kota sedih dan merasa kehilangan. non-muslim sekalipun. #academia

17. akhirnya Islam pun berganti, eropa dan amerika (barat) menguasai dunia. dengan pendekatan yang berbeda. ilmu pun dikuasi o/mrk #academia

18. galileo, da vinci, newton, colombus, dan banyak lagi kelompok berilmu lahir dari dunia barat.hingga skrg bill gates,steve jobs #academia

19. pelajaran dikelas saat ini sangat di dominasi oleh ilmuwan barat yg telah mempaharui tingkat penemuan dr ilmuwan sblmnya #academia

20. dan semua produk yg kita gunakan adlh hasil manifestasi keilmuan dari barat. sang penguasa dunia saat ini. #academia

21. dr sini kan kita bisa lihat. sejarah membuktikan. bangsa yg kuasai ilmu akan kuasai dunia. dan lebih lanjut, peradaban. #academia

22. saya mengetik dgn laptop buatan sony, software microsoft, internetnya google, dan situsnya twitter. ah iya. mouse buatan cina. #academia

23. saya bicara dalam konteks Indonesia dan Islam. sudahkah negeri ini, atau agama ini menguasai ilmu dan teknologi saat ini. #academia

24. pd tahun 90an kita mengenal negarawan muslim bernama Habibie yg menggagas IPTN. barat khawatir, IPTN dikerdilkan via IMF #academia

25. bila saat itu Indonesia tetap bisa mengembangkan IPTN nya, dunia sangat meyakini sudah mampu menandingi sukhoi dan embrarer #academia

26. tp sejarah berkata lain, sang penguasa peradaban tidak ingin ilmu pengetahuan beralih tongkat estafetnya. #academia

27. keadaan negeri dan agama ini sangat terpuruk dalam konteks keilmuan. sederhana aja, dan riset kita hanya 0.03% dr APBN. #academia

28. singapura, dan risetnya 3% dr APBN, malaysia 2%, cina 5%. kita masih sangat jauh. cina wajar kuat saat ini,berupaya ambil alih #academia

29. cina sadar itu,mereka melakukan apa yg dinamakan reverse engineering. produk BB keluar hari ini,blue berry keluar pekan depan. #academia

30.ditambah lagi banyak dosen projector krn memang kesejahteraannya blm ditanggung dgn baik oleh pemerintah. #academia

31. peneliti bukanlah sebuah posisi yg dianggap menarik buat anak muda sekarang. krn identik dgn lab dan jurnal ilmiah #academia

32. ditambah lagi dgn apresiasi (materi) yg diberikan kepada peneliti di negeri ini. sangat mengenaskan. butuh peningkatan #academia

33. ditambah lagi dgn kualitas lulusan kampus yg makin tidak bisa dijaga kesinambungannya. membuat dunia penelitian tenggelam. #academia

34. melalui kesempatan ini, saya mengajak sahabat semua yg punya minat menjadi peneliti, agar bisa memfokuskan diri pada bdg ini #academia

35. bikin penelitian, buat publikasi, kaitkan dgn masyarakat dan industri. bikin model yg bisa jadi kebijakan. #academia

36. dengan mengaitkan hasil penelitian dgn industri-kebijakan pemerintah-kesejahteraan masyarakat. hasil #academia akan semakin nyata

37. Henry Etkowitz menyebutnya dengan Triple Helix. sebuah kolaborasi manis diantara semua stakeholder pembangunan. #academia sbg inti

38. kaitan #academia dgn industri sangat terkait dgn rekayasa industri, teknologi terbaru, sistem dan manajemen perusahaan.–> produktivitas

39. kaitan #academia dgn masyarakat a.l inovasi sosial, teknologi aplikatif, penguatan kapasitas komunitas,edukasi,dan advokasi -> sejahtera

40. kaitan #academia dgn pemerintah adalah penguatan kelembagaan, supervisi kebijakan, rekomendasi strategi pembangunan –> daya saing

41. sangat banyak tentunya contoh-contoh lain bila ingin disebutkan, kita bisa diskusi lebih panjang. tp semangatnya seperti itu. #academia

42. maka memang bila sahabat semua sedang mengerjakan tugas akhir, diseriuskan untuk jadi publikasi. agar jd manifestasi keilmuan. #academia

43. kebijakan @dikti mewajibkan tugas akhir jadi jurnal memang memiliki niat yg sangat baik. mungkin proses sosialisasinya krg tpt #academia

44. semakin banyak jurnal ilmiah bagi sebuah kampus tentu akan menjadi nilai tambah buat kampus asalnya. kesempatan publikasi #academia

44. satu mahasiswa menghasilkan satu karya ilmiah. disesuaikan dgn roadmap penelitian dr sebuah kampus. sangat dahsyat. #academia

45. dan memang harusnya pemerintah bisa kasih insentif buat peneliti muda yg bekarya. spt apresiasi materi dll #academia

46. tugas akhir saya masuk ke jurnal nasional&saya presentasikan di konferensi internasional.tp tdk ada satupun bantuan pemerintah #academia

47. dilema jadinya,krn saya peneliti, saya mau saja susah payah upayakan paper/tugas akhir saya.tp buat mrk yg tdk ? pasti tdk mau #academia

48. mari anak muda Indonesia. perkaya keilmuan negeri ini. sekarang kita kenal dgn research university. next : entreprise univ ! #academia

49. kampus tdk hanya sbg riset dan menumpuk dokumen di perpus. tp bisa diaplikasikan ke stakeholder pembangunan lain #academia

50. dari pena kita rangkai peradaban nusantara :-) pesan terakhir saya : mari kita buat Indonesia Tersenyum. #academia

One comment on “Menapaki Peradaban melalui Pena || #academia

  1. diki saefurohman
    April 17, 2012

    Saya tidak menampikkan ilmu sebagai saham besar sebuah peradaban, tapi untuk mengambil alih peradaban tidak lewat dominasi ilmu pengetahuan. saya lebih setuju teori sayid quthb, kita akan mengambil alih perdaban dengan modal yang tidak dimiliki barat : aqidah. i. Allah ilmu akan membersamai modal tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 17, 2012 by in Negarawan Muda, Sosial dan Politik.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,032,607 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,267 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,267 other followers

%d bloggers like this: