Qustantiniyah, Terra Anatolia


Keliling dunia!

Buat sebagian besar anak muda keliling dunia adalah mimpi besar tersendiri ataubahkan obsesi hidup. Hehe. . Buat saya dan istri ? Bisa jadi kita sudah memasuki tingkatobsesi hidup. Kita bahkan telah membiasakan dalam perencanaan keungan keluarga, memasukann variabel “tabungan perjalanan”. Hihihi. .

Sejak menikah pada september 2010, kami mulai membangun mimpi dan merencanakandengan detail mengenai perjalanan ke Turki ini. Buat istri saya tercinta ini, Turki adalah mimpi sejak kecilnya. Dengan berbagai sejarah besar Turki, khususnya istanbul yang telah berganti nama tiga kali dan menjadi saksi peradaban tiga sejarah. Sebagai seorang suami, tentu ada keinginan untuk bisa mewujudkan impian masa kecilnya. Menariknya,istri saya belum pernah ke luar negeri sebelumnya, dan perjalanan ke turki ini menjadiyang pertama baginya.

Buat saya Turki adalah negara yang sangat menarik untuk dikunjungi untuk perjalanan peradaban, budaya, agama, dan geologi. Membaca tentang indahnya Turki dari buku-buku saja sudah menimbulkan decak kagum pada diri saya. Dan Ya!  Saya harus keTurki, dan tampaknya masa setelah nikah dan sebelum punya anak adalah waktu yang tepat. Bahasa kerennya sih “pacaran setelah nikah”. Hehe

Maklum kawan, setelah menikah kami belum sempat jalan jalan berdua. Kesibukan saya di berbagai tempat membuat 2 hari setelah nikah saya harus kembali beraktivitas. :-)

Perjalanan ke Turki ini adalah kombinasi antara perjalanan pembelajaran makna hidup,mencari kebenaran sejarah peradaban, mensyukuri ciptaan Allah, dan bulan madu hemat hehe

Cerita kami di turki akan saya bagi sesuai dengan jumlah hari yang kami jalani, yakni 8 hari ditambah 1 bagian tentang pre-departure sebagai bagian pendukung dan berisikan saran sederhana buat kamu yang berencana ke turki.

Semoga catatan perjalanan kami ini bermanfaat buat kawan kawan semua. . .

 

teşekkür ederim

Yusuf dan Yosha

About these ads

3 responses on “Qustantiniyah, Terra Anatolia

  1. ditunggu kisahnya kang, saya juga punya keinginan untuk ke turki. semoga ceritanya ada yang bisa dicontoh juga,,

    nuhun

  2. Pingback: Istanbul « sudutteras·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s