Refleksi Panggilan Jiwa

Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum

Hari Kedua, Kota 3 Peradaban


Ya Hari kedua kami di Istanbul, suhu udara pagi hari yang mencapai 14 derajat celcius lumayan membuat badan kedinginan. Meski kami biasa tinggal di Bandung, tampaknya udara sedingin ini juga sangat menantang hehe.

Pagi ini kami memulai perjalanan sekitar pukul 8 pagi setelah menikmati sarapan di Hotel, sarapan ala Turki ini agak menarik, kenapa? Karena mereka sangat mengandalkan Roti, Selai, dan Daging. Yah tinggal bagaimana kitanya saja yang memformulasikan komposisinya sesuai selera, meski pada akhirnya saya juga tidak menemukan komposisi yang tepat, hehe.

Beyazit Camii dan Istanbul University

Perjalanan kami dimulai dengan berjalan ke Beyazit Mosque, masjid dalam bahasa Turki disebut Camii, jadilah mereka menyebutnya Beyazit Camii, disini kami melihat-lihat kemegahan Masjid sejak abad 15 ini, sembari bermain Burung Merpati hehe. Bisa dikatakan kami sedikit di Tipu disini, karena awalnya kami pikir, biaya pakan untuk burung tersebut hanya 1 TL, lalu si penjual nya menebar-nebar sesuka dia saja, hingga akhirnya kami harus membayar 5 TL. Mungkin wajah kami sangat polos sehingga si penjual berbuat seperti itu hehe.

Beyazit Camii terletak tepat di depan Istanbul University, gerbang kampus ini sangat megah, keren, dan antik. Sangat cocok untuk mencari inspirasi disini. Apalagi saat sore hari, banyak burung berterbangan, cuaca nyaman berangin, dan banyak pedagang berkeliaran.

Setelah sekitar 30 menit menikmati suasana Beyazit Camii dan Istanbul University, kami berjalan mengikuti arah trem menuju SultanAhmet Camii atau yang sering dikenal dengan Blue Mosque. Ini masjid terbesar di Istanbul yang dibangun saat itu oleh SultanAhmet untuk menyaingi Hagia Sofia. Ah iya, menariknya di Istanbul, banyaknya masjid di sini adalah karena para Sultan berlomba untuk membangun masjid dengan nama mereka sendiri.

Blue Mosque

Masjid ini dibangun pada abad ke 15, masjid berwarna biru ke abu-abuan ini masih digunakan sebagai tempat Ibadah hingga sekarang. Pengunjung pun bebas datang, untuk wisatawan Muslim, mereka disediakan pintu khusus dengan akses menuju tempat sholat, untuk mereka yang bukan Muslim juga disediakan tempat khusus melalui pintu samping dengan terlebih dahulu harus menggunakan semacam selendang di kepala dan membuka sepatu.

Di saat para turis mengantri panjang sekali, karena kita seorang Muslim, kita bisa langsung masuk ke Mesjid ini tanpa harus antri.

Kami sempat melaksanakan Sholat Dhuha di masjid ini, perlu pandai pandai juga mencari tempat yang agak jauh dari keramaian, karena jika terlalu dekat, wisatawan asing yang bukan muslim akan memfoto proses ibadah sholat kita, tentu kan tidak nyaman.

Tempat wudhu yang masih dipertahankan orisinilitasnya, karpet yang sangat megah, interior yang sangat dahsyat. Ketika masuk ke Blue Mosque kita akan merasakan bagaimana rasanya beribadah di abad 15. Hampir 90% dari yang kita lihat disini adalah sesuatu yang memang sudah begitu adanya sejak dibandung. Masjid ini hanya pernah melakukan beberapa renovasi kecil sejauh ini. Untuk masuk ke Blue Mosque kita tidak perlu mengeluarkan biaya apapun, karena memang sejatinya ini adalah tempat ibadah.

Hagia Sophia

Masyarakat Turki menyebutnya Aya Sofia, bangunan yang dibangun oleh peradaban Byzantium di abad ke 6 ini telah beralih fungsi beberapa kali. Dari Gereja, Masjid dan kini di fungsikan sebagai Museum untuk menghindari konflik antara Muslim dan Nasrani yang bersikukuh agar Hagia Sophia menjadi tempat peribadatan mereka. Untuk masuk ke Hagia Sophia dibutuhkan biaya sebesar 20 TL per orang, kalau kamu mau menambah dengan layanan audio untuk memberikan informasi tentang setiap spot yang kamu lewati, bisa menambah dengan biaya sebesar 15 TL.

Menariknya Aya Sofia ini adalah Tulisan Allah, Muhammad, Umar, Usman, Ali dan Abu Bakar bersanding bersama dengan gambar Nabi Isa (Jesus) dan Siti Maryam (Bunda Maria). Sultan Muhammad Al Fatih ketika menalukkan konstantinopel tidak merusak semua simbol ke-nasrani-an di bangunan ini, tetap di pertahankan dengan seksama, hanya saja ditutupi dengan plester. Bahkan sebuah mozaik Nabi Isa (Jesus) yang sangat besar masih bisa kita rasakan keindahannya hingga sekarang.

Bangunan Hagia Sophia ini terdiri dari 2 lantai, lantai dasar berisikan aula besar dan berbagai pajangan dan lukisan. Sedangkan lantai atas nya merupakan sebuah beranda tempat dulunya umat Islam belajar tentang Islam dan sebagainya. Pada lantai atas ini pula kita bisa melihat berbagai artefak, mozaik, dan lukisan yang sangat hebat.

Hagia Sophia sangat memberikan sebuah penegasan bahwa kepemipinan Islam penuh toleransi dan sangat harmonis dengan fitrah manusia. Islam mengakui keberadaan Nabi Isa (Jesus) dan Siti Maryam (Bunda Maria), dan mengambil teladan dari kisah hidup mereka.

Basilica Cistern

Pernah lihat waduk kan? Di Indonesia juga banyak waduk, tapi kalau waduk yang terletak di bawah tanah dan menjadi tempat penampungan air sejak tahun 530 masehi, apa kira-kira yang bisa kita bayangkan? Ya itulah Basilica Cistern yang menjadi tempat penampungan air sejak era Byzantium, saya kurang tau persis berapa luasnya. Tetapi setidaknya hanya untuk sekedar melewati jalan yang telah disediakan di dalam bawah tanah tersebut kita butuh sekitar 30 menit.

Suasana gelap, lembab dan becek menyertai perjalanan kami di Basilica Cistern, selain suasana mencekam, terdapat juga patung medusa terbalik di dalam waduk bawah tanah ini. Kabarnya menurut mitos itu adalah tempat hukuman bagi medusa oleh para dewa, ada yang bilang medusa adalah penjada Basilica Cistern ini. Apapun itu, saya kurang paham hehe. Ah iya, biaya masuk Basilica Cistern adalah 10 TL per orang.

Gulhane Park

Tadinya setelah dari basilica museum kami bermaksud ke Topkapi Palace, tetapi ternyata museum ini tidak buka pada hari selasa. Sehingga kami melanjutkan perjalanan ke Gulhane Park. Ini merupakan sebuah taman yang sangat luas, gratis kok masuknya. Kami menghabiskan sekitar 30 menit untuk istirahat dan peregangan otot di taman yang sangat indah ini. Taman ini sangat luas, kami pun tidak mengeksplorasi semuanya, tetapi memang tujuan ke taman ini untuk melepas kelelahan hehe.

Otogar Coach Station

Karena kami esok harinya berencana ke Goreme, dan saya termasuk orang yang tidak berani berspekulasi dengan jadwal dan kepastian tiket. Maka kami memutuskan ke terminal bis Istanbul. Dari Gulhane Park, kami naik trem dari Gulhane ke Zeytinburnu, lalu ganti dengan metro subway ke Otogar. Perjalanan sekitar 30 menit lamanya, dan saat itu kereta sedang cukup padat, jadi ya cukup menyesakkan.

Untuk bis antar kota di Turki sangat menyenangkan. Tempat duduk personal, tv personal, snack dan minum gratis, dan supirnya tidak ngebut. Untuk ke Goreme sebenarnya banyak sekali pilihan bis yang tersedia. Karena Goreme adalah kota wisata tujuan, maka jangan takut kehabisan tiket sebenarnya hehe. Tapi yah untuk jaga jaga beli H-1 udah cukup kok. Kami menggunakan perusahaan otojasa pemerintah bernama METRO, harga tiket ke Goreme adalah 60TL.

Ah iya, goreme itu ya Cappadocia, yang tempat geowisata dan balon udara itu hehe. Untuk menuju Goreme, kita akan naik bisa ke Nevsehir terlebih dahulu. Nevsehir ini adalah kota besarnya dari Goreme, yah kalau di kiaskan seperti bandung dan lembang atau Malang dan Batu. Dari Nesvehir, kita akan diangkut kembali secara gratis (harga termasuk dalam tiket) dengan semacam mobil kecil ke Goreme.

Ada baiknya setelah tiba di Goreme atau Nevsehir kita segera membeli tiket untuk perjalanan kita selanjutnya sehingga kita lebih merencanakan perjalanan dengan baik. Jangan sampai kehabisan tiket dan perjalanan kita terbuang percuma.

Kami di Coach Station Otogar hanya sekitar 30 menit dan karena waktu masih cukup sore, kami memutuskan untuk menuju ke Bosphorus Straits.

Galata Bridge, Yeni Camii dan Missir Carsisi

Tujuan terakhir kami hari itu adalah menikmati senja di Golden Horn, sholat di Yeni Camii dan cuci mata di pasar rempah Missir Carsisi.

Perjalanan dari Otogar ke Eminonu memakan waktu sekitar 30 menit lagi, ah iya halte Eminonu adalah tempat untuk berhenti bagi kamu yang mau menikmati Golden Horn. Setiba di halte tersebut, kami membeli segelas jus jeruk, harga jus jeruk itu idealnya hanya 2TL aja. Beli saja di pinggir jalan, jangan di tempat wisata. Jus jeruk turki rasanya sangat segar, dan cara buatnya juga cukup menarik.

Setelah menikmati jus jeruk sembari duduk di tepi Golden Horn, kami berjalan menuju Galata Bridge, ini adalah jembatan yang menghubungkan Istanbul selatan dan utara di bagian eropa. Uniknya jembatan ini adalah pada bagian bawah jembatan terdapat banyak sekali restoran yang menjual makanan laut. Yah sebenarnya ini resto mahal sih, tapi kita menemukan sebuah resto yang jual sandwich makarel seharga 5 TL saja. Jadilah kita makan itu untuk makan siang dan malam kami. Hehe

Kami lalu menuju Yeni Camii, Yeni itu artinya baru, jadi ya ini mesjid namanya mesjid baru. Meski namanya baru, tapi mesjid ini sudah dibangun pada abad ke 16. Disini kami Sholat dan kembali menikmati angin sore ditengah burung merpati (kini kami tidak mau tertipu dengan penjual pakan burung lagi). Setelah beristirahat sejenak, kami melanjutkan perjalanan kami ke Missir Carsisi, tempat buat beli rempah terlengkap sejak tahun 1664 masehi. Berhubung kami juga tidak tertarik rempah, jadinya kami hanya lewat lalu saja di tempat ini hehe.

Setelah menghabiskan sekitar 2 jam lebih di tiga tempat ini, kami berjalan kaki menuju Hotel untuk istirahat. Sebelum kami tiba di hotel kami menemukan penjual Nasi Ayam bumbu gitu dipinggir jalan. Nasi bahasa Turkinya Pilav, harga nasi ayam ini hanya 3 TL, sangat murah kan ? kami beli satu untuk dimakan berdua. Sebenarnya sudah tidak nafsu makan, tapi karena mengingat perjalanan masih panjang dan kita harus menjaga kesehatan, maka kami memakan nasi tersebut, hmm enak ternyata rasanya hehe.

 

About these ads

2 comments on “Hari Kedua, Kota 3 Peradaban

  1. cut mala
    September 10, 2013

    mas…brp sih biaya perjalanan ke turkey 8hari seperti kalian, selain tiket PP, krn Turkey jg dream destination sy dan suami, thx

    • neevsfc
      November 8, 2013

      mau menjawab ya :) tapi wawasanku baru sebatas Istanbul, kota lainnya blm tahu.

      Akhir Oktober 2013 kemarin bersama teman2 baru ke sana soalnya. Kalau mau paket hemat (kami mahasiswa), bisa mencari hotel seharga 70 TL per kamar (2 bed) di daerah Aksaray (nama hotelnya Canan Hotel). Aksaray itu stasiun metro paling ujung kalau naik dari Bandara Ataturk.

      Lalu sekali makan reguler (doner, pilav, atau kebap) sekitar 7-10 TL. Kalau yg kelas restoran, mungkin akan lebih mahal (kami blm coba, hehe).

      Untuk transport dgn Tramvay (trem), tinggal beli Istanbul Card di warung2 pinggir jalan terdekat. Nanti itu kartu bisa diisi saldo. Sekali jalan (tak masalah berapa stasiun) 2 TL. Naik kapal ferry juga sekitar 2 TL.

      Masuk tempat wisata, yg saya tahu Istana Dolmabahce itu 40 TL *wow, mahal* dan Ayasofya itu 10 TL. Blue Mosque (Sultanahmet Camii) gratis.

      Nanti tinggal dihitung2 aja ya. 1 TL (Turkiye Lirase) itu saat ini sekitar Rp 5.600

      Semoga bermanfaat :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 12, 2012 by in Perjalanan, Turki.

Twitter @udayusuf

Inspirasi Terserak

kamu sahabat ke..

  • 1,073,373 pencari inspirasi..

Cinta dan Memimpin

Anda bisa mencintai seseorang tanpa memimpinnnya, akan tetapi anda tidak bisa memimpin seseorang tanpa mencintainya (Ridwansyah Yusuf, 2007)

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,284 other followers

Mimpi dan Asa

Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang terlalu sedikit (Ridwansyah Yusuf, 2013)

Copyright

The material on this site is copyright protected by the Copyright Act 1968. Attempts to use any material contained on this site for commercial use are strictly prohibited.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,284 other followers

%d bloggers like this: