Buat apa sih Kuliah? | #jangankuliah


Selamat Kamu sudah jadi mahasiswa

lalu kenapa?

Memang apa sih kerennya jadi mahasiswa? Kamu pikir kamu keren kalau jadi mahasiswa? Dengan jas almamater yang heroik kamu jadi bisa kembali ke sekolah kamu dan berkata, “saya sekarang mahasiswa UNAIR loh” atau “ini nih lihat jaket kuning UI gw”.

Okey, itu memang salah satu bagian menyenangkan yang bisa dibanggakan, tapi kalo udah bangga, kamu mau apa? Apa yang kamu dapatkan dari kebanggaan tersebut?

‘seneng aja’

‘kepuasaan batin’

‘yah keren aja sih’

Ada lagi kah ?

Kamu udah yakin dengan pilihan jurusan dan kampus kamu? Sudah sesuai dengan panggilan jiwa belum? Atau kamui masih bohong sama diri kamu?

‘iya saya sudah yakin kok sama pilihan saya’

‘ah masa sih?, yakin? Itu kok muka masih belum pede tampaknya’

‘ya dibuat yakin dong, kan sudah keterima’

‘bener nih gak nyesel?’

‘emang ada pilihan lain kah?’

Kamu sudah jadi mahasiswa nih sekarang, lalu kamu mau jadikan titel kamu nanti untuk apa? Mau dijadikan apa titel yang kamu raih?

Sobat, kata rektor saya dulu, biaya standar untuk seorang sarjana teknik adalah Rp.28.000.000 setiap semesternya. Jumlah yang yang gak kecil loh, coba saya tanya berapa biaya kuliah? Dulu saya di Itb 1.850.000 per semesternya. Kabarnya sekarang sudah mencapai hingga 5 juta rupiah per semesternya. Okelah kita pakai standar sekarang saja, dan dengan asumsi biaya sarjananya tetap.

Dengan asumsi ini saja saya bisa mengatakan kalau dalam satu semester, minimal kita sudah memiliki hutang 23 juta per semesternya. Hutang? Pasti banyak yang bertanya, itu hutang ke siapa? Hutangnya ke Rakyat Indonesia kawan. Mereka yang bayar pajak itu telah mensubsidi kuliah kamu, khususnya buat kamu yang kuliah di kampus negeri.

Pendidikan yang berkualitas itu hakekatnya memang mahal, pertanyaannya siapa yang akan menanggung biaya pendidikan tersebut? Dalam kasus Indonesia, rakyatlah yang juga dibebankan untuk membiayai kuliah kita.

Saat pertama kali masuk ITB beberapa tahun yang lalu, seorang alumni yang sangat senior berbicara dalam sebuah sesi seminar.

“untuk masuk ITB, perbandingan tingkat kompetisinya adalah 1 banding 20. Artinya ketika kamu bahagia karena telah masuk ITB, ada 19 anak muda Indonesia lain yang menangis kecewa karena gagal diterima di ITB.

Kamu kuliah di subsidi oleh rakyat, maka untuk membalas budi pengorbanan uang yang telah rakyat berikan, kamu minimal harus bisa kasih makan ke 76 orang lainnya. Darimana angka 76 tersebut?

Kita asumsikan 19 orang tersebut menikah dan memiliki dua anak saja, maka itu berarti 19 dikali 4 yaitu 76 orang”

Kata-kata tersebut selalu terngiang di benak saya hingga saat ini, saya selalu berpikir dan mencari jalan bagaimana bisa membuka kesempatan menambah penghasilan bagi 76 orang. Tentu bukan hanya dengan membuka lapangan kerja dengan menjadi entrepreneur, banyak cara untuk bisa berbagi seperti dengan aktivitas sosial.

Bagaimanapun caranya, itulah yang perlu kita sama-sama pikirkan. Bahwa kamu jadi mahasiswa itu tidak mudah dan tidak bisa asal-asalan. Kamu perlu tanya ke diri kamu, “saya mau berkontribusi apa selama jadi mahasiswa dan setelah lulus untuk negeri ini?

Karena kuliah kamu bukan hanya menyangkut diri kamu, tetapi juga ratusan juta rakyat Indonesia di masa kini dan masa depan. Mahasiswa seringkali disebut sebagai unsur perbaikan negara, ya benar adanya kalimat tersebut. Karena ditangan mahasiswa yang nantinya akan masuk ke dunia nyata lah negeri ini bergantung harapan.

Kamu kuliah, kamu termasuk dalam 18% rakyat Indonesia usia 18-23 tahun yang beruntung bisa menikmati bangku di perguruan tinggi. Jumlahnya tidak sampai 4.5 juta saja mahasiswa itu. Maka renungkanlah nasih 78%  rakyat Indonesia lainnya yang

Karena kamu itu mahasiswa, ada kata MAHA di depan siswa. Maha itu identik dengan tidak terbatas dan tidak pernah habis. Perlu di ingat, bahwa penggunaan kata MAHA itu identik dengan sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan (e.g Maha Pengasih,dan Maha Penyayang). Menariknya bahasa Inggris nya dari Mahasiswa adalah student, atau terkadang ditambahkan College Student. Bahasa arabnya mahasiswa adalah thulabiy, sama dengan siswa. Mereka tidak menggunakan terminologi Great Student atau AkbaruThulabiy sebagai kata ganti mahasiswa.

Hanya di Indonesia yang menggunakan pola kata seperti ini. Kenapa? Karena ada sebuah harapan khusus bagi mahasiswa Indonesia untuk bisa memiliki karakter seorang MahaSiswa, seorang yang tidak pernah terbatas hasratnya untuk bisa menuntut ilmu.

Dalam sebuah lirik lagu perjuangan kampus yang berjudul “Kampusku”, sang pengubah lagu menuliskan seperti ini;

Berjuta Rakyat Menanti Tanganmu

Mereka Lapar dan Bau Keringat

Kusampaikan Salam Salam Perjuangan

Kami Semua Cinta Indonesia

Tapi kamu juga jangan terlalu Geer dulu dengan segala sanjungan untuk mahasiswa, itu gak sekeren itu kok, kadang malah cuma klise belaka. Saya malah berpikir terlalu banyak pujian untuk seorang yang menyandang label mahasiswa. Padahal jadi mahasiswa gak sekeren itu kok, apa sih mahasiswa? Belajar males, kajian kebangsaan cuek, demo di jalan gak mau, kegiatan pengembangan masyarakat juga gak peduli, bahkan fokus pada kompetensinya saja juga enggan.

Apa sih mahasiswa itu? Cuma mampu mejeng dengan tampang keren, sok bawa mobil ke kampus padahal uang orang tua. Bergaya sana sini, ganti pacar tiap bulan, gak nyimak dosen di kelas, ke kampus dandannya udah seperti mau ke resepsi pernikahan.

Ngapain sih tuh mahasiswa? Selama empat tahun di kampus akhirnya gak aplikasi ilmunya, berpikir gimana ngasih makan dirinya saja, lupa kalau dia di bayarin rakyat saat kuliah, jadi manusia hedon yang lupa kalau masih banyak rakyat yang lapar dan bau keringat.

Ah mahasiswa, apa pentingnya? Cuma bisa kritik keadaan negeri tanpa mau berpikir apa yang bisa ia lakukan untuk negerinya. Hanya ribut diantara mahasiswa, bakar ban dan akhirnya rakyat lagi yang kembali menderita.

HEI KAMU YANG MENGAKU MAHASISWA !

Coba sekarang saya tanya buat kamu yang mau lulus kuliah, buat apa sih kamu kuliah? Abis kuliah mau kemana?

‘ikutin aja kemana angin membawa’

‘yah kita lihat nantilah gimana abis wisuda’

‘mau kerja dulu deh, sambil mikir mau ngapain setelahnya’

Umm. Okey, tidak ada yang salah dengan kalimat-kalimat tersebut. Tetapi kalimat-kalimat ini menandakan masih banyak diantara mahasiswa dan alumni muda yang bahkan tidak tau mau ngapain setelah lulus.

Helloooo

Dimana #panggilanjiwa kamu kawan? Masih belum berjumpakah dengan #panggilanjiwa kamu itu? Atau bahkan kamu tidak berusaha mencarinya?

Sobat,apakah dunia kampus belum cukup untuk kamu dalam mem-#bangunmimpi? Butuh berapa lama lagi untuk kamu agar bisa menemukan dan merencanakan mimpi besar kamu sobat? Atau jangan jangan kamu lebih nyaman dalam ketidakpastian mimpi kamu?

Mereka yang tidak punya mimpi akan terjebak pada kegalauan hidup, dan bila kegalauan hidup menemani mereka maka ketidakpastian akan menjadi sahabat, dan akhirnya berujung pada ketidakjelasan manfaat hidup itu sendiri.

APA KONTRIBUSI KAMU UNTUK NEGERI?

Percuma saja kamu kuliah kalau ternyata pilihan jurusannya bukan yang kamu minati, bohong dengan #panggilanjiwa hanya untuk mengejar titel di kampus negeri saja. Hidup itu bukan sekedar titel kamu di dapat dimana, tetapi kamu mau berbuat apa dengan titel tersebut untuk kebaikan dan kebermanfaatan.

Kamu pikir jadi alumni dari kampus beken itu terjamin masa depannya kawan? Saya justru banyak kenal teman, senior, dan junior saya di kampus yang luntang-luntung gak jelas karena penuh kegalauan dalam menatap masa depan. Mereka tidak membangun karakter diri selama jadi mahasiswa. Akibatnya? Hidup segan, Mati enggan.

Lantas, apa yang bisa dibanggakan ketika setelah lulus hanya menjadi sekrup kapitalis yang menghambakan diri pada uang dan rela ketika sumber daya negeri ini dikeruk untuk kepentingan asing semata. Apa kalian lupa kalau kalian kuliah disubsidi oleh negara? Uang rakyat itu kawan? Hasil pajak mereka yang berharap negeri ini lebih baik.

Buat saya, percuma belajar mati-matian masuk perguruan tinggi kalau ujung-ujungnya hanya memetingkan isi perut belaka dan tidak mampu berkontribusi untuk bangsa. Sayang banget kawan, bila 4-5 atau bahkan 6 tahun kuliah pada akhirnya hanya menjadi perusak negeri, yang serakah atas kebutuhan dunia.

Atau lebih sadis lagi mereka para koruptor yang menghabiskan hidup untuk merusak moral sosial bangsa. Seharusnya mereka mereka inilah yang di klaim oleh Malaysia bukan budaya Indonesia.

Rakyat negeri ini membiayai kamu kuliah bukan hanya untuk mendapatkan IPK Cum Laude atau terancam Cum Laude. Yakin nih yang IPK nya 4.00 itu benar-benar cerdas? Jangan-jangan mereka cuma seorang robot yang jago menyelesaikan soal ujian, tetapi gamang dalam menghadapi soal kehidupan.

Kamu kuliah di kampus teknik, jadilah teknokrat yang visioner. Kuliah di fakultas hukum, jadilah advokat yang adil. Belajar di jurusan ekonomi, maka jadilah ekonom yang bijak. Atau bila kamu kuliah di kampus pertanian, bangunlah negeri ini dengan ilmu pertanian yang kamu miliki, jangan mangkir dari kompetensi dan malah berpikir untuk menjadi bankir.

Kuliah itu mahal kawan, setau saya di UI sudah Rp.25.000.000, di ITB bahkan ada yang mencapai Rp.50.000.000. Biaya per semester juga sudah semakin besar, lalu apa yang kamu cari setelah lulus? Hanya bekerja sebagai pegawai kah pilihan hidup kamu?

Masih banyak anak muda Indonesia yang tidak kuliah. Atau alumni kampus yang katanya beken dan akhirnya memilih untuk bersaing dalam job fair dengan alumni kampus yang katanya ga beken? Gak malu ya sobat?

Yuk kita berpikir #beda , jangan berpikir “mau kerja di perusahaan apa”, melainkan “mau buka lapangan kerja dimana ya”

Saya sering bilang ke mahasiswa ITB, buat apa kamu bangga masuk ITB kalau hanya bisa jadi mahasiswa KUPU KUPU alias kuliah pulang kuliah pulang. Mending kamu sekalian aja pulang ke rumah orang tua kamu. Karena kita kuliah bukan hanya untuk mengejar nilai, kita kuliah untuk menikmati proses pembelajaran diri dalam setiap kesempatan.

Malu lah pakai jaket kuning UI yang katanya keren itu kalau gak peka sama isu sosial masyarakat, hanya mengenal kuliah-kafe-mall saja. Helloo kawan, itu jaket kuning lambang perjuangan, apa kontribusi kamu untuk negara. Kalau kamu sudah berkontribusi untuk negeri, barulah boleh sedikit bangga dengan jaket kuning kamu sobat!

Atau mahasiswa UGM yang terkenal dengan jaket warna karun goni, itu warna kerakyatan, maka segen saya lihat mahasiswa UGM kalau melihat dan memikirkan realita rakyat aja gak mau. Jaket mu itu bukti pengorbanan sobat!

Malu lah gw jadi mahasiswa kalau sepanjang masa kuliahnya gak pernah demo di jalan

Ah capeklah kuliah itu kalau hanya mengejar Nilai tetapi anti sosial, menjadi manusia robot yang bangga jadi sekrup kapitalis.

Buat kamu yang baru lulus SNMPTN atau segala bentuk ujian masuk perguruan tinggi lainnya. Berani janji kontribusi apa selama jadi mahasiswa? Atau udah cukup bangga dengan label mahasiswa?

Masuk jurusan kedokteran kampus beken, tetapi gak mau praktek di daerah terpencil, hanya mau jadi dokter di kota. Hmm percuma deh, di kota di daerah daerah aja masih kekurangan dokter, di kota dokter menumpuk. Hmm mendingan mundur deh.

Ayolah kawan! Kita MAHAsiswa, ada kata Maha di depan siswa, masa masih sama sama aja konsep berpikirnya dengan mereka yang tidak sekolah. Malu la kita sama tukang bakso yang bisa punya 3 pegawai, mereka yang tidak kuliah aja bisa ngasih makan orang lain, lah mahasiswa? Bangun Idealisme itu kawan, sejak mahasiswa, kesempatan terakhir untuk membangun idealisme itu ada di kampus. Setelah lulus, kalian akan menikmati dunia nyata yang sangat kejam dan pragmatis.

Hidup itu bukan hanya tentang duit, duit, dan DUIT.

Mahasiswa itu #beda!

Yuk kita bangun konsep berpikir yang dewasa. Jangan bangga ke kampus pakai mobil orang tua untuk mejeng sana sini dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar, manja dalam belajar serta lemah karakter. Percuma nanti di hari wisuda, para alumni itu hanya menambah daftar pengangguran negeri ini, buat apa kamu kuliah sobat?

Sobat, mari kita maknai dengan #bijak kenapa kita harus kuliah. Ini bukan hanya sekedar mengikuti kebiasaan banyak orang. Tetapi ini tentang upaya membuat diri kita lebih mampu berkontribusi untuk pembangunan bangsa.

Sobat, kamu mau berkontribusi apa selama kuliah?

“Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”

-Ki Hajar Dewantara-

About these ads

283 responses on “Buat apa sih Kuliah? | #jangankuliah

  1. Gue punya beberapa teman yang naik mobil ke kampus tetapi tidak ada diantaranya yang gw rasa itu sok. Dari mana itu statement tentang sok karena mobil? Itu hanya contoh dari beberapa asumsi negatif di tulisan ini. Termasuk tentang demo itu sendiri kawan. Demo itu pilihan dan bagaimana jika yang berjuang dengan cara lain?. Gue pribadi tidak bisa menyalahkan asumsi di tulisan ini karena tidak ada riset atau apapun disana namun hanya beri masukan, mungkin lebih baik jika sudut pandangnya diganti, tidak dengan menyudutkan orang2 yang entah siapa itu.

    • setuju komen ini… siapa tahu, yg bawa mobil lebih konkrit kontribusinya daripada yg jalan kaki (saya juga jalan kaki).
      siapa tahu yg katanya kupu-kupu itu udah ada pikiran jauh ke depan yg lebih kontributif…

      well, jangan liat dari sampul katanya. Kalau di artikel ini, disebutkan mahasiswa itu #beda, dan emang banyak jalan dan beda-beda menuju roma kan?

      • ahaha… bisa saya tanya sebaliknya, punya jaminan apa mereka gak kayak gitu? percuma dibahas, selama gak ada datanya…

        saya kurang ngerti kalimat terakhir anda…

      • yah, kalo malah bikin macet cisitu sih padahal deket ini kampusnya, kontribusi negatif bagi ane apapun alasannya justifikasinya mas. hehe

    • stuju ma komen ente giovani.. it’s just persepsi aja..
      yg pnting kan kontribusimu buat negerimu sama lingkungan sekitarmu..

      • Beda orang, beda cara berpikir kan ya? Otaknya aja udah beda.. Inilah gunanya forum di dunia maya. Mari berdiskusi..

    • Sya stuju ma giovanni, yg bersikap seperti opini diatas sebaiknya disandingkan kata “beberapa mahasiswa” sehingga tidak terkesan menggeneralisasi/menyudutkan. Terlepas dari hal ini, artikel ini sangat bagus. Apalagi sub topik yg membahas utang para mahasiswa yg lulus di PTN yaitu harus mampu membuat lapangan pekerjaan untuk rakyat Indnesia yg telah mensubsidi uang kuliah.
      Trims untuk artikel y :D

      • tapi kalau menurut ane… yang jelas semua orang paham… :-D
        saya tau kok klo tulisan ini bukan untuk menyudutkan orang2 tertentu tetapi untuk membuat kita semua sadar bahwa kita hidup di dunia ini bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga orang lain ;-)

      • terkadang kita perlu tamparan keras untuk membelalakkan mata…
        # bijak & cerdas-cerdas saja kita mentafsirkan tulisan …

    • bang .. yang merasa tersudutkan ini biasanya hanya orang2 yg merasa aja bang .. tp statement ini bagus ,, & sangat baik untuk menggugah jiwa jiwa yang masih terbutakan oleh ksenangan sesaat ,,

    • setuju dngan tanggapan mas gio perihal demo.. ga ikut demo = anti sosial ada salah nya.. demo bukan sebagai gambaran nasionalisme yg sering di elu”kan mahasiswa saat mengumpulkan personil untuk demo…

  2. termasuk yang kuliah dengan sistem jarak jauh. apa masuk hitungan? yang kuliah dan sudah memiliki keluarga. yang bekerja dan nyambi kuliah. ada lho orang-orang seperti itu.

    jadi sedikit merasa yang dihitung mahasiswa itu cuma yang berkesempatan mengikuti kuliah reguler.

    but, I appreciate your writing. :)

    • kalau menurut saya pribadi…. bahkan seorang kakek pun yang masih menuntut ilmu di perguruan tinggi berkewajiban untuk berkontribusi untuk negeri ini. yang perlu kita pahami bahwasanya banyak jalan untuk memajukan negeri kita tercinta… untuk menolong saudara2 kita di negeri ini. Tuhan telah memaparkan banyak pilihan untuk kita tergantung kita mau pilih yang mana :-) hehehhehehe

      • sy ckup spndapat dngn yang diatas, ayo kita ambil yg baik2nya aja dari tlsan ini, tp klo mau brkmentar ga ada salahnya juga, dgan tujuan mrprbaiki kedepannya. kita jg sbgai gnerasi muda d anjrkan kok untk berpikir kritis trhadp apapun tdak trkecuali untk tulisan2 sperti ini. :D

  3. ermasuk yang kuliah dengan sistem jarak jauh. apa masuk hitungan? yang kuliah dan sudah memiliki keluarga. yang bekerja dan nyambi kuliah. ada lho orang-orang seperti itu.

    jadi sedikit merasa yang dihitung mahasiswa itu cuma yang berkesempatan mengikuti kuliah reguler.

    but, I appreciate your writing. :)

  4. gw sih ga nganggep sarjana yang nyari kerja di job fair itu menyia2kan uang rakyat.. ketika mereka jadi profesional yang baik, memajukan perusahaan, yang nantinya akan mengokohkan perekonomian, maka mereka membuka peluang bagi orang lain juga.
    oh iya, kita suka ribut2 ketika sumber daya kita diambil asing, tapi pernahkah kita berpikir klo Tuhan memberikan sumber daya itu untuk seluruh umat manusia, dan hanya untuk manusia yang mampu memanfaatkannya.. kayaknya Tuhan gak peduli batas negara deh.. dan tanah yang kita tinggali, meskipun dari kita lahir, itu bukan tanah kita.. tapi tanahnya seluruh makhluk hidup.. setuju ga? klo ga setuju berarti ideologi lw udah ideologi kapitalis.. sama aja kayak mereka yang merasa memiliki dunia

    • haha bener tuh mas. setuju banget ma kata2 ini : gw sih ga nganggep sarjana yang nyari kerja di job fair itu menyia2kan uang rakyat.. ketika mereka jadi profesional yang baik, memajukan perusahaan, yang nantinya akan mengokohkan perekonomian, maka mereka membuka peluang bagi orang lain juga.

      • moga aj ga cuma bisa,. omong kosong doang,. amiin dh :)
        sebuah kata”MAHASISWA” uda jadi titel tersndri,..
        jdi,. terserah sobat.sobat semua,. gmna cra brpikirnya,. jalan hidupnya,. bwad jdi orang SUKSES dmasa depan,. demi kemajuan bersama,…
        yg terpenting ilmu2, yg uda ddapet slama mengais ilmu bisa dpraktekinlah dkhidupan nyata..

    • benar juga yah gan ;-) …. bisa dianalogikan seperti pohon mangga… Tuhan menciptakan buah2an untuk semua manusia… anggap saja pohon mangga tumbuh dihalaman rumah saya, kemudian tetangga saya yang tidak ada pohon mangganya, kemudian apakah itu berarti tetangga saya memiliki hak yang sama dengan saya terhadap mangga yang ada di halaman saya yang mana sampah dari pohon itu saya yang bersihkan dll.???? hem…. rumit hehehehehe :-P

    • paragraf pertama saya setuju mas, tapi paragraf kedua kyknya ga deh, memang smua sumber daya itu anugrah bua smua umat, tapi kan kalo emang ga ada batas negara ato semacamnya kita bakalan balik ke jaman jahiliah dimana kita mmperebutkan sesuatu tanpa “PRATURAN DAN BATAS”,.. saya jadi ngakak ngeliyat buatan mas yang paragraf kedua..

  5. btw, sori komentar gw melebar dari judul tulisan ini. gw tetep mengapresiasi mahasiswa yg punya ideologi kebangsaan yang teguh dan punya pikiran sama kayak penulis.. walaupun gw ga menganggap mahasiswa yang baik memang harus seperti itu

  6. saya pikir ini bagus sebagai pemikiran, namun saya rasa kurang pas untuk dijadikan gambaran, seperti hitung-hitungannya itu,, hehe tapi lebih bangus lagi kalo dibuat lebih ringan dan dengan kata-kata yang akrab,, hehe

  7. saya sih netral2 saja sih.. tapi kalo dipikir2 anda memang benar…. coba relungkan saja banyak dari MAHASISWA yang belum menemukan sebuah arti kata “Untuk …..? ” . kalau emang udah pada ngerti coba
    1. Untuk apa aku hidup?
    2. Untuk siapa aku hidup?
    memang MAHASISWA itu kadang MALAIKAT kadang IBLIS LAKNAT !!
    a. Mahasiswa berjiwa MALAIKAT : mahasiswa yang mampu mengukir prestasi cemerlang dan benar tau akan tujuan hidupnya dan minimal taat aturan /norma.
    b. Mahasiswa berjiwa IBLIS itu mahasiswa yang udah males2an, demo cuman ikut2an, sering bolos kuliah, anarkhis dan gatau tujuan hidupnya.

    memang MAHASISWA ada yang BENAR dan ada yang BUSUK!

    bagi mahasiswa yang BENAR terus ukirlah harapan indah yang nyata dan membawa perubahan. ajak adik-adikmu seperti kalian yang benar MAHASISWA dan aku percayakan INDONESIA.
    bagi mahasiswa yang BUSUK bertobatlah sebelum semuanya kau sesali.

    TULISANMU KEREN GAN :D !!! memang sebagai warga indonesia harus mempunyai pemikiran yang konkrit dan memadat!! saya suka ….

  8. Reblogged this on Dokumentasi @teguhn and commented:
    Renungan untuk para mahasiswa baru… sebagai bahan dalam menentukan tujuan setelah kuliah. terutama bagi yang berkesempatan kuliah di universitas top Indonesia.. agar dapat berkontribusi lebih (daripada mahasiswa lain) kepada rakyat Indonesia..

  9. Renungan untuk para mahasiswa baru… sebagai bahan dalam menentukan tujuan setelah kuliah. terutama bagi yang berkesempatan kuliah di universitas top Indonesia.. agar dapat berkontribusi lebih (daripada mahasiswa lain) kepada rakyat Indonesia.. apapun metodenya

  10. Pingback: Buat Apa Sih Kuliah? Jangan Kuliah! | Ma Chung Journalist Homebase·

  11. menurut pemikiran saya.
    - untuk demo dijalan buat demo asal dan ga jelas dengan tujuan dan ampas emg haruskah ? buang waktu saja, Bukan untuk bertindak antisosial, tapi ada tindakan yang lebih baik hal sosial lainnya kan ? terbukti orang yang peduli di demo yang ga jelas kearah mana tujuannya MAHASISWA ga jelas pula. Kalau memang protes, mendingan protes dengan berbuatan bukan dengan omongan.

    - kalo kata Ridwan Kamil. :
    Jadilah manusia yang ke empat ,
    1. Manusia yang bodoh dan tidak peduli. : Preman, DLL
    2. Manusia yang bodoh dan peduli : orang demo ga jelas di jalanan,
    3. Manusia yang pintar dan tidak peduli : orang yang kuliah ke luar negeri, ga mau balik.
    4. Manusia yang pintar dan peduli : orang yang pintar dan rela membangun Indonesia.
    ya jadi orang yang ke 4 seperti itu. pintar dan peduli sosial.
    cukup sekian terimakasih.

    • saya lebih setuju inii …

      untuk apa sebenarnya kita demo .. kalo bener bener mahasiswa yang punya keceradasan, gunakanlah kecerdasanmu itu .. jangan cuma gunakan mulutmu ..

  12. kalo Gue sih masih milih kuliah, karna dgn satu orang qt bisa ngerubah dunia yg segede ini yaitu tadii tentu nya dgn Ilmu…
    tapii kalo bisa kuliah_y jgn lama2, Cukup 3,5 thn aja… Qt senang…rakyat juga senang hahaha

    • jangan lihat judul, baca baik2 isinya, penulis sama sekali ga nyuruh buat ga kuliah, justru minta kita mikir apa esensi kita kuliah, begitu :)

      • iyah kok, saya tau :3
        masa disuruh ga kuliah ==V

        BTW, awesome juga sih artikel ini, XO
        untuk motivasi calon mahasiswa biar lebih berguna bagi bangsa & negara. :D
        kata-katanya “semangat” bgt XDD hahah

  13. tulisan ini inspiratif. Sebaiknya tulisan ini dikembangkan menjadi sebuah idealisme yang baik yang dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari secara umum.
    Nice writing!

  14. maaf, tp sepertinya hidup nuntut kita kuliah..,
    dimana lagi bisa dapat kerja jika tidak kuliah..,
    tempat kerja mencari ijazah sarjana.., ibaratnya yang dibutuhkan ialah ijazah atw bukti tamat kuliah.

    • kalo mau cari kerja tapi ga kuliah juga bisa ko.. itu di perusahaan google banyak ko timnya yang bukan sarjana… pendirinya juga bukan sarjana.. jadi dialam kerja tuh sebenernya yang dibutuhin tu bukan ijazah tapi keahlianya… di perusahaan perusaan besar amerika yang lain pun demikian. karena ijazah adalah hal ke 30 yang baru dilihat… yang pertama dilihat adalah kecakapan dan skill… tapi sayang di Indonesia masih saja hanya melihat IPK saja tanpa melihat skill. makanya banyak orang indonesia yang skillnya bagus malah kerja di luar negri

    • jangan lihat judul, baca baik2 isinya, penulis sama sekali ga nyuruh buat ga kuliah, justru minta kita mikir apa esensi kita kuliah, begitu

    • Ikutan dikit agan :
      ”maaf, tp sepertinya hidup nuntut kita kuliah..,
      dimana lagi bisa dapat kerja jika tidak kuliah..”

      Ubah mindset anda menjadi seorang pebisnis atau pengusaha..

      Sekedar share pengalaman, usia saya baru 20th, ijazah lulus hanya SMP. Tapi saya GAK PERNAH PAKE IJAZAH dalam mendapat pekerjaan, etz bukan karna bantuan orang dalem juga loh. Tapi karena kemampuan dan kemampuan dalam diri saya memang bernilai dan berdayaguna (ini dua hal yang seringkali tidak dimiliki para mahasiswa/i).

      Pengalaman bisnis dan kerja saya sudah di empat kota Tangerang, Bandung, Jakarta, Depok.
      Yang Sarjana? (tanpa bermaksud merendahkan) Beberapa teman & rekan yang jabatannya selevel atau bahkan di bawah level saya adalah para sarjana dengan titel S1 dan S2.

      Intinya saya ingin buka wawasan anda bahwa ijazah bukan hal mutlak untuk para pencari kerja, apalagi buat pebisnis dan pengusaha (bagi dua golongan terakhir malah ijazah tuh buat maenan aja).

      Yang penting adalah KEMAUAN (bisa dilatih) dan KEMAMPUAN (bisa diasah) anda…

      Tetep semangat.. !!

  15. Maaf, anda sendiri kuliah ga? kalau anda kuliah jangan ngomong kayak gini. Mau jadi apa negara ini kalau SDM nya buta ilmu? kalau cuma tamat SMA, gimana mau ngerubah dunia? di SMA cuma diajari teori2. Well, ini lah hidup. Hidup itu persaingan. Siapa yang mau maju harus mau nuntut ilmu setinggi2nya.

    • menuntut ilmu itu tidak semata mata hanya dengan kuliah… banyak ko orang seperti billgates, steve job, dkk yang ga kuliah jadi orang terkaya dan pintar tanpa kuliah… tergantung dari diri kita sendirinya saja… tapi kalo kita punya biaya lebih untuk menimba ilmu dipendidikan formal.. apa salahnya untuk dilakukan.. pendidikan formal hanya salah satu dari sekian banyak cara untuk menimba ilmu

      • setuju mas…bahkan Soichiro Honda aja lebih milih cabut dari sekolah karena dah kesampaian ilmunya dan gak ngejar ijazahnya. “tiket bioskop lebih berharga ketimbang ijazah” katanya.
        jadi jangan kau gadaikan ijazahmu dengan menawarkan kesana-kemari, dan kadang menyesali pilihan kuliahmu yang telah kau ambil karena gak laku.
        tapi maksimalkan-lah kemampuan yang kau punya…
        kuliah gak kuliah, gak masalah.
        ngelamar ato buka usaha sendiri juga gak pa pa.
        # bijak & cerdas-lah dalam berpikir.

    • justru setau saya penulis adalah lulusan S1 ITB dan akan melanjutkan S2 ke Belanda.
      jangan lihat judul saja, baca baik2 isinya, penulis sama sekali ga nyuruh buat ga kuliah, justru minta kita mikir apa esensi kita kuliah, begitu :) jadi kuliahnya ada “makna”, ga cuma karena ikut2an doang..

    • “Mau jadi apa negara ini kalau SDM nya buta ilmu? kalau cuma tamat SMA, gimana mau ngerubah dunia? di SMA cuma diajari teori2.”
      Merubah dunia gak tergantung ‘lulusan apa’ koq gan, coba lihat “daftar 100 orang paling berpengaruh didunia”, berapa persen yang ijazahnya awalnya sarjana?

      Gak semua lulusan SMA itu kualitasnya dibawah para mahasiswa/i. Bukan bermaksud sombong gan, karena saya pribadi hanya lulusan SMP koq, tapi soal pengalaman bisnis dan kerja boleh dibandingkan dengan para sarjana lainnya. Usia 20th saya sudah berkelana di empat kota di Indonesia dalam perjalanan bisnis (usaha) dan kerja.

      Intinya bahwa kesuksesan dan perubahan dalam hidup kita tuh ditentukan oleh kemauan kita sendiri, bukan oleh gelar.

      Kata bang Darmawan Rangga “menuntut ilmu itu tidak semata mata hanya dengan kuliah”. Betul, saya setuju banget. Ingat, Tuhan itu memberikan ilmu tidak hanya melalui pendidikan formal saja, justru yang lebih banyak dan esensial adalah ‘ilmu kehidupan’ di alam ini.

      Anda juga bilang “Siapa yang mau maju harus mau nuntut ilmu setinggi2nya”. Saya juga setuju sekali, tapi mohon diingat lagi ILMU TIDAK SAMA DENGAN IJAZAH. Ijazah anda bisa hilang, bisa rusak, bisa ‘termakan’ waktu. Tapi ilmu? Ilmu itu sesuatu yang ‘kekal’, semakin dibagikan semakin anda mendapat manfaat dari ilmu tersebut (ilmu yang baik yaa). Kalo ijazah? Dibagikan? Hehe, gak lah yaa.. :-D

  16. Kuliah untuk menimba ilmu dan mencari ridho Allah
    Itu yang telah saya tanamkan di dalam diri saya.
    Ini seperti apa yang guru mengaji saya sering dibicarakan, mengaji (pesantren) untuk apa ? jadi ustadz ? atau (tambahan) bertitel Syeikh ? Kyai ? atau mubaligh ? Hafidz ? ‘Ulama? bukan. Ini semua untuk melaksanakan kewajiban kita mencari ilmu.
    Kuliah ke PTN yang populer itu bukan karena keren atau bangga banggaan. Tetapi disana kita akan bertemu (insya Allah) orang-orang berkualitas, teman-teman yg berkualitas (insya Allah), fasilitas dan lainnya. Faktor ini akan menentukan keberhasilan kita juga.
    Jadi yang penting untuk pertama dilakukan adalah benarkan niat terlebih dahulu.

  17. Tulisan ini bagus membangun semngat, tetapi dari beberapa segi yang menurut anda baiik,
    dan selamat sudah mendapat Segala macam komen, respon yang bagus ^^
    congret,

    tapi apa anda sendiri sudah memberi kontribusi yang layak untuk negara
    jangan negara, pribadi anda sendri, jika iya selamat!!

    tapi apa sudah merasa cukup ilmu kah anda dengan menilai sana sini.
    ilmu yang anda punya jika untuk sekedar menilai, tidak jauh berbeda dengan mereka diluar yang tak berilmu suka menilai sana sini, cukuplah diam dan banyak bertindak
    semoga penulis ini bukan NATO (not action talk only)

    kebenaran hanya milik Allah semata, jangan merasa paling benar dalam segala hal
    Ilmu Allah ibarat samudra, dan ilmu yang kita peroleh masih sebatas air di pesisir pantai

    ^^ Just komen, jika ada salah atau kata yang kurang, mohon maaf

    • Pertanyaan-pertanyaan di komen ini seperti jastifikasi.
      Menurut saya ‘ini’lah aksi. aksi untuk mengingatkan diri sendiri dan orang lain.
      Tentu kita tahu bahwa “sesuatu pernyataan itu lihatlah isinya bukan orangnya”. jikalau orang yang menulis belum sesuai dengan isi tulisan, rasa saya ini adalah langkah konkrit untuk menuju idealis itu. jadi jangan terlalu menghawatirkan pembicaranya, cukup lihatlah isinya.
      terima kasih…

  18. saya mengapresiasi semua komentar diatas termasuk pemilik blog. Harapan saya semoga perjuangan teman teman tidak hanya sebatas komentar, tetapi dapat diwujudkan sesuai isi komentar teman teman….
    Mari sadarkan teman-teman kita diluar sana, yang masih belum memiliki tujuan dan visi dengan berbagai macam cara untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi :D

    Salam Mahasiswa !

    Btw izin share yah mas :)
    trims

  19. maksudnya sangat bagus kk. tapi lebih bgus lagi kalo penggunaan kalimatnya pakai yang mensugesti maksudnya kalimat2 negatifnya kurangin atau malah gak usah pake kalimat negatif. biar lebih memotivasi otak kanan (nonlogic). itu masukan saya pakai kata2 yang lebih positif dan mengobarkan semngat. :D

  20. sep..saya SANGAT SANGAT sepemikiran dengan abang ini.. :)
    cuma saya rada kurang setuju dengan kata “Malu lah gw jadi mahasiswa kalau sepanjang masa kuliahnya gak pernah demo di jalan”
    menurut saya, suatu kontribusi pro kerakyatan kan tidak harus dengan jalan demo..
    ada banyak sekali cara lain untuk meneguran pemerintah dan menjadikan diri kita turut serta sebagai pengontrol kebijakan pemerintah..
    salah satunya, mahasiswa ikut andil dalam diskusi terbuka yang lagi marak di acara2 tv.. ayolah.. jangan biarkan isi acara tersebut hanya diisi anggota partai yang saling menjatuhkan lawan..
    kita harus ikut andil.. buka suara disana.. bukannya itu lebih to the point?. langsung ke pemerintah..ga perlu teriak2.. yang bila ga didengar.. emosi.. ngamuk.. bakar ban.. ancurin benda2 disekitarnya.. lalu lupa yang mereka hancurkan itu fasilitas umum.. punya rakyat.. dari uang rakyat..
    atau gampangnya, bikin tulisan seperti yang abang ini lakukan.. menyadarkan mindset kita2 yang keliru selama ini.. bagi saya ini merupakan subangsih tersendiri kepada bangsa.. ga harus dengan jalan demo :)
    jadi hilangkan stigma bahwa semua mahasiswa yang engga berdemo itu adalah mahasiswa yang apatis sosial.. ada banyak jalan menuju roma :)

  21. tujuan umum orang berkuliah agar mudah mendapatkan pekerjaan, membangun usaha dll. disini saya mau tanya : Malu la kita sama tukang bakso yang bisa punya 3 pegawai, mereka yang tidak kuliah aja bisa ngasih makan orang lain, lah mahasiswa? tukang bakso buat kasih pegawainya makan apa gak pake duit? munafik klo orang bilang dia hidup tidak butuh duit. ada tujuan orang yang mengumpulkan duit banyak-banyak untuk hidup senang dll, dilain hal jg ad yg mempunyai uang bnyk untuk membuat panti asuhan atau kegiatan sosial lain. mslkan pengusaha rokok sprti djarum mereka mengadakan bnyk even-even untuk masyarakat seperti best one djarum, dan dlm bntuk olah raga lainnya! la semua itu ap gk ngeluarin duit? tujuan sukses seseorang tentunya berbeda-beda tergantung jiwanya msing2! klo mnurut sya kuliah itu untuk masa depan yg lebih baik, gajih yg lbih tinggi dr SMU, SMK dsbg. klo tujuan kuliah hanya untuk berbakti sosial aj buat apa kuliah buang2 duit orang tua mnding ikut agen sosial negara aja

  22. Permisi dulu mas sebelum nya ,
    Maaf sya mahasiswa FK dari slah satu perguruan tinggi swasta .

    Saya 90% persen sependapat dengan anda , dan semua unek2 anda ,

    Tetapi 10 % nya saya tidak setuju yaitu ttg demo ,
    Ada yang mengatakan itu memang perlu di sebagian besar fakultas .

    Tujuan saya menjadi mahasiswa ya tetap BELAJAR .
    Walaupun sya di ancam sama rekanan kampus utk turun ber orasi di jalan , saya tetap Teguh , tak akan utk demo .

    Karena , tuntutan orangtua saya hanyalah belajar , dan mereka mengharamkan saya jika saya berdemo .

    Dan 1 juga , jika Insya Allah sya stelah selesai lulus , saya tidak masalah jikalau saya di taruh di tempat yang sangat terpencil .
    Itu merupakan panggilan hati kami .

    Trimakasih sebelum nya , maaf jika saya ada salah kata / kalimat .

  23. kalo menurut saya gak mesti demo untuk jadi mahasiswa. banyak cara untuk membahagiakan rakyat. demo boleh, asal jangan kebanyakan. banyak bukti mahasiswa yg demo cuma sekedar ikut2an tanpa tau sebab kenapa mereka demo. jadi kalo saya mending fokus aja menatap masa depan, di daerah mana yg pembangunannya kurang, maka kesananlah kita melangkah untuk memajukan daerah tersebut. makasih. semangat mahasiswa yg udah siap DO

  24. mksih bang atas pemikiran yang kritis ini, smga sya yang insyaallah akan menjadi mahasiswa tahun ini tidak sperti mahasiswa yang dimaksud. .tpi benar sya rasa tulisan ini tidak seimbang,tidak didukung dengan statistik,tidak dijelaskan tujuan penulisan dengan benar. .jika 3 hal ini tidak dicantumkan besar kemungkinan kita salah paham ketika membaca tulisan ini, , ingat tulisan ini bisa banyak dibaca orang dan punya penafsiran yang berbeda bahkan mungkin ada yang menjadi tersesat jalan pemikirannya memilih untuk tidak mengalalami pendidikanan tinggi. .guru SMA sya pernah berkata untuk menyelesaikan kemiskinan yang terstruktur di Indonesia kita butuh Pendidikan Luas dan Moral Kuat untuk membangun bangsa , ,dlu kita di jajah karena para penjajah mengerti terlebih dahulu tentang ilmu persenjataan,penegosiasian,dlll. .sekarang kita berperang di sektor ekonomi tentu saja kita tidak bisa langsung terjun dagang tanpa ilmu yang akhirnya bangkrut. .memamng kita bisa belajar dari lingkungan,atau beberapa dari kita memiliki bakat alami untuk itu tpi secara umum semboyan pendidikan yang di usung di tulisan ini memang harus kembali diresapi, ayo bersama membangun bangsa , sebarkan pengetahun kita ke daerah2 terpencil yang blum tersentuh, aplikasikan ilmu kita untuk kebaikan masyarakat sekitar, sedekahkan harta kita bagi yang tidak mampu,dkung pemerintah dengan berkarya jangan hanya demo karena terpacu kabar media yang menjelekkan pemerintah, dan masih banyak lagi usaha yang bisa dilakukan pelajar ! !merdeka dari kebodohan ! merdeka dai kemalasan ! merdeka dari kemiskinan !terimakasih

  25. bnyak orang pintar yg ingin kuliah tp tdk mmliki cukup uang dan sebaliknya *ups
    jgn mengecewakan lah, kuliah itu pake duit jon

  26. hm, utopis, bahasa mahasiswanya mungkin idealis ya, hhe…
    nice perspektif lah… gak bisa sembarangan baca tulisan ini, harus dengan pikiran terbuka.
    mungkin seenggaknya harus tau hukum relativitas, hhe

    • dari atas bawah saya lihta komentarnya, menurut saya komen ini yang paling pas dalam menyikapi tulisan ini…
      say suka dan menurut says anda orang yang bijaksana…

  27. Wah berat nih uda nyangkut ke Demo-demo sgala…apa klo uda ikt demo termasuk yg peka terhadap keadaan bangsa??? banyak teman saya dan mungkin 90% dari peserta demo justru tidak tau tentang “apa yg dia demo”…wkwkw (pengakuan seorang teman yg ikt demo)

    toh tulisan ini hanya sekedar pendapat tanpa ada fakta yg jelas, termasuk perhitungan biaya kuliah.

    • setuju nih , yang penting bukan demonya ,tapi bagaimana action kita menghadapi masalah.

  28. Tulisan ini membuat saya diingatkan kembali :D ..terima kasih…
    Pesan yang saya tangkap dari tulisan ini intinya, mengingatkan kita bahwa kita harus mempunyai tujuan hidup,ya, setidaknya tujuan kita menjadi seorang mahasiswa. Jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan yang kita dapat sebagai mahasiswa dan jangan sampai menjadi mahasiswa yang tidak berguna bagi diri sendiri, keluarga,agama atau pun bangsa… :D

  29. tidak semuanya yang kuliah itu tidak tau jalan untuk maju kedepan dan apa yang akan ia raih… saat kita masih kuliah aku rasa wajar jika kita memakai pasilitas keluarga seperti mobil dan sebagainya tetapi tidak berlebihan… jadi tidak semua yang membawa mobil untum mejeng atau poya”…

    manusia ni hidup pasti ada tujuan dan bakatnya masing”…selama mau berusaha apa yang tidak bisa!!

  30. mahasiswa kampus negeri yang masuk berdasarkan NAMA BOKAP dan DUIT BOKAP pada terguncang :D

    kalo kata temen gue, banyak kok mahasiswa goblok masuk kampus bagus ngandelin uang pembangunan

    faktanya ane gatau yak, ini masih katanya katanya :p

  31. yaaa saya sepakat dengan apa yang disampaikan dalam tulisan ini…
    sekulerisme dan apatisme melanda di negeri ini…
    kadang kita hanya bisa berbicara dan memutar balikan fakta,,,

    ingatlah kawan kita ini mahasiswa… tetapi kita tak pernah menyadari fakta dan hakikat kita sebagai mahasiswa…

  32. Tulisan nya keren gan !!!
    Terima kasih atas tulisannya, bener2 ngena di saya dan saya merasa diingatkan kembali. :) :) :)

  33. buat apa kuliah?, ya buat mencari ilmu dong. coba tanya pedagang , kalau bapak jadi mahasiswa apa yang bapak lakukan,? pasti bapak itu menjawab ya pastinya belajar yang benar , biar lulus dengan baik dan setelah lulus baru menjadi pengusaha biar menghidupkan perekonomian negri ini, kalau jadi masih mahasiswa cuman ngeritik aja kerjaanya n jadi lama lulusnya , kasihan orang tua kan dek, biayain kuliah mahal 2x tapi gak lulus 2x, jadi sebagai mahasiswa yang harus di lakukan demi bangsa yaitu belajar dengan sungguh 2x , kalaiu udh lulus bangun negri ini dengan ilmu yg udh di dapatkan, betul tidak???.

  34. kenapa yang dibahas hanya yang negatif? kenapa g sisi positif? kenapa g sekalian tulis artikel “buat apa sih sekolah?” -.-

  35. Kalo dari yg aku baca sih, penulis sebagian besar ‘nyepet/nyindir’ mahasiswa PTN, apa kabar dgn mahasiswa swasta??
    Berarti suka2 mereka dong mau ke kampus kaya gimanapun dan ga kontribusi buat negara?

    Kalo tulisannya kaya gini doang mah, mereka yg mau kuliah malah jadi prefer milih universitas swasta boss, biar cari aman. Malah jadi salah persepsi

    • setujuuuuuuuuuuuuuuu tapi koq indonesia gak maju2 dibanding dengan negara tetangga ????? kemana kaum intelek / akedemisi indonesia ? ???? bingung juga urus negara , diri sendiri aja belum tentu baik karena sebaik2nya perbuatan dan sikap kita kepada sesama manusia belum tentu baik di mata Tuhan. check & Re-Check b4 move forward cos we dont know exactly what might come tomorrow…. we can only predict not determine it !!!! just like ppl said : we can only see a little way down but God see the whole trip… Remember God is Anything and we’re nothing but God Create us from nothing 2 be something, ………. a life 2 share

  36. memang rakyat ikut menanggung biaya pendidikan di indonesia dengan pajak yang dikeluarkan…tp wajar saja rakyat tidak merasakan hasil dari para MAHAasiswa yang sudah menamatkan kuliahnya,,uang negara, uang pajak ato uang apalah namanya tidak tau kemana, rakyat menderita mahasiswa yang disalahkan karena tidak ada kontribusi terhadap negara..??????

  37. Ane apresiasi tulisan ini, sangat menarik tapi ada banyak hal yang harus dicermati penulis.

    “Bahwasanya hidup orang itu gak semua memiliki latar belakang yang sama”

    Ini yang penulis mungkin lupa. Banyak alasan orang buat kuliah gak cuma sekedar keinginan mereka. Ada yang tuntutan orang tua lah, ada yang nyantolnya di 1 fakultas lah, ada yang pengen masuk fakultas tertentu tapi beda jurusan lah (jurusan IPA tapi di SMA ambil IPS), dll.

    Tapi bukan berarti mereka2 yang gak sesuai keinginan mereka ini tidak pantas buat kuliah kan? Kalo mereka sungguh2, pasti ada aja jalan buat sukses. Niat juga menjadi pegangan teguh masing2 individu.

    Lalu soal mobil, ane ke kampus jalan kaki gan (kebetulan rumah ane deket). Walau ane kadang suka annoyed sama mobil yang pake soundsystem gak jelas ke kampus, tapi ane rasa kalo emang mahasiswa itu mampu buat beli dan bawa mobil walau punya orang tua itu gak masalah, toh mereka mampu, apa hak kita melarang2? (kecuali yang rumah deket atau mobil bagus pake premium ane pribadi eneg sama yang kaya gitu). Jangan budayain stereotipe lah. Sama2 niat nuntut ilmu ya jangan jadi ngejatohin.

    Soal yang demo ane paling gak setuju gan, kita tau suara kita gak bakal didenger dengan kondisi pemerintah yang busuk (setuju lah ya). Banyak biaya yang kita sia2in. Ada banyak solusi yang lebih baik kok selain ngabisin waktu, energi dan uang jalan secara sia2. Kalo penulis bilang “gak demo berarti anti sosial”, sekali lagi ane tekankan jangan budayakan stereotipe. Setiap orang punya cara buat ngebangun negara. Keluar kuliah kita bisa jadi apa aja yang kita mau kok asal ada niat gan, itu aja dari ane.

  38. Ijin share mas.
    thank’s buat artikelnya, mengubah pola pikir saya sebagai calon mahasiswa.

    “Bangun Idealisme itu kawan, sejak mahasiswa, kesempatan terakhir untuk membangun idealisme itu ada di kampus.”

    Saya harap makin banyak anak” muda Indonesia yang dapat berkontribusi buat bangsanya.

  39. Kalau ngomongin kontribusi, saya rasa cuma diri sendiri yang tahu. Menulis kritik seperti ini pun kontribusi; walaupun tidak semua paragraf dirasa benar dan ideal untuk seorang mahasiswa. Saya yakin: dengan menulis ini, Mas punya tanggung jawab yang lebih besar pada diri Mas sendiri atas apa yang Mas katakan. Dan satu lagi, soal demonstrasi: “Not sure if we do it for better change…or just for making us “sok keren”.

    • Jadi inti dari kultwit itu apa? Dari yang ane baca dari no. 1 ampe 90an sih cuma ketakutan sama naiknya harga BBM. Yang bener aja deh, subsidi BBM di Indonesia itu paling gak jelas sasarannya.

      Rakyat miskin? Dapet. Orang kaya? Dapet. Pabrik lokal dan ASING? Dapet. Terus kalo gitu buat biaya2 rakyat yang lain bayar pake apa? Yang diuntungin dari subsidi BBM itu siapa? Rakyat miskin yang mana yang ngerasain subsidi? Yang make motor sama mobil? Bisa beli motor atau mobil masih bisa disebut rakyat miskin? Itu subsidi bayar pake pajak loh.

      Jadi masih ngerasa demo itu penting? Ane rasa kalo belom peka sama situasi riil jangan kebanyakan ngomong dulu gan. Itu aja dari ane. Ane mahasiswa tapi ane kontra sama demo2 yang murahan.

  40. Well, sudah sewajarnya muncul pro-kontra, apalagi kalo emang temanya amat “menyentil” kayak gini. Tapi inilah awal diskusi, diskusi loh, bukan debat… Dari inilah seharusnya muncul solusi-solusi cerdas atas segala kepenatan masalah yang muncul di negeri ini. Menanggapi #jangankuliah, emang kepala kita mesti jernih dulu, mungkin yang tiba-tiba sewot ngeliat tulisan ini karena emang baru dapet nilai C di ujian kuliahnya. Hahaha… Bagi yang kepalanya sedang jernih, pasti tahu maksud dari tulisan ini… :)

    Pada akhirnya ini tentang kontribusi kepada negeri, dan mungkin inilah salah satu cara penulis berkontribusi! Terserah mau dengan cara apa kita berkontribusi, yang penting kontribusi kita tuh jelas NYATA dirasakan masyarakat! (bukan cuma pembenaran diri)

    Menanggapi demo, sebagian besar dari kita ada yang menganggap kegiatan itu buang-buang waktu dan merusak, mungkin, kita telah succesfully brainwashed by media. Media sering memunculkan berita yang ngga berimbang, dan kadang lebih sering memunculkan demo palsu anarkis beringas ketimbang demo cerdas yang dilakukan beberapa mahasiswa yang benar-benar peduli dengan negeri.

    Terus bakar semangat bung!

    • Ane coba tanggepin pendapat situ soal demo. Dari bacaan diatas, ada ungkapan yang kasarannya kaya gini “buat apa kuliah kalo cuma ngabisin uang rakyat doang?”. Nah sekarang pertanyaan ane, cabut kuliah itu buang2 duit rakyat gak sih? Kegiatan2 mahasiswa di kampus itu pake duit rakyat gak? Kalo emang mau bener2 jaga amanah dari rakyat kenapa gak nimba ilmu yang bener malahan demo di jalan ngabisin duit rakyat? Ane gak permasalahin anarkis ya, karna ane sendiri paham demonya mahasiswa masih punya etika

  41. ane setuju banget sama mas fadhil yang bilang jangan budayain stereotip. semua orang punya cara masing-masing bos buat ngelakuin sesuatu. ane kurang setuju nih sama kalimat ‘bukan mahasiswa kalo nggak demo’. jujur baja ane bukan tipe mahasiswa yang suka demo, karena kalo ane pikir itu cuman buang waktu bos, yang harusnya ada jadwal kuliah malah cabut demo, bukannya itu malah ngerugiin yaa, katanya kita kan hampir disubsidi sama uang rakyat, harusnya kita jangan buang2 kesempatan itu kan. lagian banyak orang demo di jalan malah melakukan kegiatan anarkis, bakar ban lah di jalan, itu bikin polusi udara bos. kalo ane sih lebih baik menuntut ilmu di kampus, belajar berorganisasi, turun ke masyarakat, biar nanti setelah kita lulus kita dapat mengaplikasikan ilmunya buat membangun negeri ini.

    ane menghargai kok tulisan ini, very nice!
    terima kasih
    no offense

  42. ikutan comment ah.. seperti seruuuu.. hehehe
    sebenarnya inti dari tulisan ini adalah idealisme.. banyak mahasiswa sekarang yang lemah idealismenya… mudah dijual idealisme-nya.. jadi terkesan sok realistis.. seharusnya disamping realistis, juga perlu idealisme, biar ga mudah goyang…

  43. menurut saya gan versi kulo wae,tapi serah versi orang lain,,
    ada minoritas dan mayoritas,,
    mungkin yang disebut oleh artikel ini hanya minoritas “versiku gan”

    minoritas yg tingkathnya g seperti mahasiswa,oit tapi
    mayoritas tingkahnya pro rakyat gan,,

    ada surga ada neraka
    ada malam ada pagi
    ada sedih ada senang

    jadi kita sendirilah yg menentukan jalan untuk menjadi MAHASISWA yg seperti apa kedepannya,,

  44. Keren gan,, tp msh banyak cara untuk mengabdi pada masyarakat,, ingat tridharma perguruan tinggi.. salah duanya ada penelitian dan pengabdian pada masyarakat.. semangat gan untuk mahasiswa Indonesia.. masa depan Indonesia ada di pundak kita…

  45. “Malu lah gw jadi mahasiswa kalau sepanjang masa kuliahnya gak pernah demo di jalan”
    maksud’e demo di jalan itu bukan berkoar2 kaya tarzan, tp menerapkan ilmu yg didpt di perkuliahan dengan melakukan kegiatan yg berguna dlm masyarakat

    • setuju banget nih, demo kemampuan yang diraih selama kuliah buat diterapin di masyarakat…

  46. izin share ya bro… sangat agus untuk pertimbangan adik2 di SMA.. meskipun ada beberapa statement yang kurang saya setujui, but anyway, still an awesome article.. :) ..

  47. Tulisan inibagus sih,, bisa buat renungan kita kita yang belum kuliah…
    tapi, kok pakek sudut pandang 1 orang aja yah ?
    kata guru saya kelemahan kelas saya kalo diskusi tuh pakek sudut pandang mereka sendiri, artinya gak ngelihat dan gak mau tau sudut pandang yang mungkin diambil orang disekitarnya,…
    tp saya suka tulisan ini.. saya share ya bang… ^^

  48. tapi keren kan tulisan ini.. ngaca aja ama dri masing2.. g usah ngata2in lgi.. hohoho.. panas deh,,
    ciaciaciaaa..
    q ndiri kyknya kudu brubah nih.. thx to masnya.. ^^

  49. Pingback: Buat Apa Sih Kuliah? #JanganKuliah | (Go) Blog Part II·

  50. mudah2an komen saya sederhana dan bisa mengena utk generasi penerus (amiin)..
    dari perspektif saya, perlu bimbingan dan arahan dari ortu utk membuka cakrawala dan wacana bagi adik2 yg msh smu. mau kmana?apa sih minatnya? shg stlh lulus mereka sdh punya gmbaran..mau kuliah kah?atau kursus dulu? atau kerja dulu? klo kuliah mau ambil jur apa? di mana?
    jadi sungguh amat mubadzir bagi negeri klo pas udh kuliah malah ga serius, ato mejeng doang..msh bnyak anak2 negeri yg blm bisa skolah.

  51. rame juga ya…

    semoga semua nya bisa memberikan kontribusi buat diri pribadi, masyarakat dan bangsa negara.
    dengan cara dan jalan nya masing-masing..

    yang kepengen kuliah, pilih jurusan yang sesuai dengan keinginan dan cita-cita, belajar gak kenal gengsi !
    yang sudah kuliah, teruskan kuliahnya… belajar dan beribadah yang baik, pastikan tujuan dan cita-cita kalian
    yang sudah lulus, aplikasikan ilmu kita, lewat bekerja atau berwiraswasta sama saja

    yakinlah apa yang kita lakukan (hal yang baik), pasti memberikan kontribusi buat orang lain, walaupun tidak sampai memberi nafkah 60 orang, walaupun tidak secara langsung mengatasi kemisikinan dan permasalahan negara..

    salam

  52. Pingback: Buat Apa sih Kuliah? | #jangankuliah « fitrizaromly·

  53. Pingback: Buat Apa sih Kuliah? | #jangankuliah « fitrizaromly·

  54. ikutan komen gan: ane udah 2 kali kuliah di 2 PT yang berbeda, dengan jurusan yang jauh beda. dan ke2-2nya gak lulus semua alias DO dengan sengaja. esensi dari judul tulisannya sebenernya bisa aja kita ubah jadi, “BUAT APA SIH HIDUP?” Dan masing2 orang bakal nemuin jawabannya di perannya masing2. ntah itu mahasiswa, karyawan, atau yang lain. Jadi fokus yang harus diluruskan menurut ane, bukan apa yang bakal kita dapat dari status. Tapi apa yang TERBAIK, yang bisa kita lakukan untuk hidup kita, orang lain, maupun Tuhan (buat yang percaya Tuhan lho yah).

  55. boleh copas ke blog ane ga bang, izin share.. ane buat ko ntar sumbernya..
    klo boleh, makasih bang. klo ga juga gapapa.. heheh

  56. Ini bagus yaa, :D walaupun pertamanya mata saya agak pedes, baca tulisan ini. Namun pada akhir2 tulisan sangat memotivasi sekali yaa memotivasinya dg gaya penulis ini sendiri, tapi bagus kok, yg tersinggung ya Alhamdulillah masih bisa baca dan harusnya bisa berintrospeksi setelah baca tulisan ini. Saya ini mahasiswa juga, (tadi juga sedikit tersinggung) hhee.. : ) jurusan PGSD d Universitas negeri di Semarang, biasanya juga jurusan saya sering dipandang sebelah mata dan diremehkan, tapi gag masalah karena kami lebih ke pembuktiannya saja untuk menanggapi itu, tanggapan saya lebih kepada seseorang yg ingin memutuskan apakah dia ingin melanjutkan pendidikannya secara formal maupun tidak itu harus dipikirkan secara matang, yang sesuai dengan kemampuannya, sukur2 dia seneng, kemudian peluangnya juga dan dipikirkan sedini mungkin, dan kita juga harus idealis agar tidak diombang-ambingkan suara2 yg ada. Jika kita sudah memiliki modal itu, saya kira untuk berkontribusi pada negara kita pasti akan terlaksana. Dan juga utang kita memberi makan 79 orang menurut penulis bisa dipenuhi, tentunya makanan yg sesuai dg bidang kita jangan dalam arti yg sempit lah. hmm.. menurut saya sih, makasih mas penulis, ijin share yaa.. :D

  57. Ini bagus yaa, :D walaupun pertamanya mata saya agak pedes, baca tulisan ini. Namun pada akhir2 tulisan sangat memotivasi sekali yaa memotivasinya dg gaya penulis ini sendiri, tapi bagus kok, yg tersinggung ya Alhamdulillah masih bisa baca dan harusnya bisa berintrospeksi setelah baca tulisan ini. Saya ini mahasiswa juga, (tadi juga sedikit tersinggung) hhee.. : ) jurusan PGSD d Universitas negeri di Semarang, biasanya juga jurusan saya sering dipandang sebelah mata dan diremehkan, tapi gag masalah karena kami lebih ke pembuktiannya saja untuk menanggapi itu, tanggapan saya lebih kepada seseorang yg ingin memutuskan apakah dia ingin melanjutkan pendidikannya secara formal maupun tidak itu harus dipikirkan secara matang, yang sesuai dengan kemampuannya, sukur2 dia seneng, kemudian peluangnya juga dan dipikirkan sedini mungkin, dan kita juga harus idealis agar tidak diombang-ambingkan suara2 yg ada. Jika kita sudah memiliki modal itu, saya kira untuk berkontribusi pada negara kita pasti akan terlaksana. Dan juga utang kita memberi makan 79 orang menurut penulis bisa dipenuhi, tentunya makanan yg sesuai dg bidang kita jangan dalam arti yg sempit lah. hmm.. menurut saya sih, makasih mas penulis, ijin share juga yaa.. :D

  58. Menarik, cukup memotifasi, beberapa nggak penting.
    biaya kuliah tidak selalu semahal seperti yang terpapar diatas. fasilitas dan ilmu tiap perguruan tinggi juga tak selalu berkualitas.
    Kontribusi tidak harus dengan berdemo.

  59. dari contoh2 yang disebutkan, semuanya relatif :)
    intinya, sebagai mahasiswa alangkah lebih baiknya kita mengutamakan pengabdian ke masyarakat sebagai sarana mengamalkan ilmu yang kita dapat selama menjadi siswa dan mahasiswa :-)

  60. Sangat menggembleng gan artikelnya, bagus ni buat mahsiswa yang mau kuliah ataupun yang masih kuliah, kuliah bukan untuk jadi pegawai tetapi untuk membuka lapangan kerja bagi orang lain…Nice share gan

  61. tapi sayangnya mahasiswa sekrang hanya aktif wktu masih kuliah.
    setelah kuliah bisa di[perkirakan tidak ada 10% dari total mahasiswa indonesia yang benar2 mengabdi untuk rakyat.
    berpikir ideal itu perlu, tapi yang terpenting adalah tindakan yang ideal serta berkelanjutan.

  62. Mantep banget bang artikelnya . menurut w semua orang ntuh punya macem2 cara tuk melakukan perubahan. asalakan semuanya posistiv karena ngak semua watak orang dan susasana sama makanya semua cara ntuk melakukan perubahan bisa tapi asalakan ngak nyeleneh.. n satu lage kuliah ntu penting karena ilmu itu penting bro. karena dalem al-qur’an udah jelas barang siapa yang ingin dunia dan akhirat harus dengan ilmu.. :)

  63. awalnya saya pikir menjadi seorang mahasiswa “cuman” sebagai tuntutan yang harus di lewati kalo mau gampang dapet kerja, TAPI ternyata menjadi seorang mahasiswa itu JAUUH dari itu, seorang mahasiswa membawa misi yang lebih besar dari sekedar penyuplai tenaga kerja baru. jadi inget kata bung karno, “beri aku 10 pemuda yang mencintai negerinya maka akan aku guncangkan dunia !!”

    ijin share mas

  64. awalnya saya pikir menjadi seorang mahasiswa “cuman” sebagai tuntutan yang harus di lewati kalo mau gampang dapet kerja, TAPI ternyata menjadi seorang mahasiswa itu JAUUH dari itu, seorang mahasiswa membawa misi yang lebih besar dari sekedar penyuplai tenaga kerja baru. jadi inget kata bung karno, “beri aku 10 pemuda yang mencintai negerinya maka akan aku guncangkan dunia !!”

    ijin share mas
    http://cangkirawan.blogspot.com/2012/07/buat-apa-sih-kuliah-jangankuliah.html

  65. jadi kuliah itu penting
    tapi yang lebih penting lagi apa tujuan sebenarnya kita kuliah.
    bukan berarti jangan kuliahkan.

  66. Udah ah mahasiswa itu kalo bisa belajar yang bener aja, gausah ikut2an demo deh, apa untungnya demo. Bisanya ngerusakin fasilitas negara aja, bikin macet jadi tambah macet ga nawarin solusi buat kemacetan. Payaaahh!! Toh pengalaman ga bakal didenger juga aspirasi lo sama wakil rakyat. Keputusan A tetap jadi keputusan A ga bisa berubah jadi keputusan B gara2 mahasiswa doang (kecuali kasus 1998). Kalo bisa lulus cepet kasian emak bapak lo ngasi duit kuliah terus kuliah sekarang mahal. Negeri yg maju ditandai dengan education nya yang baik pula. gue bukannya mau meninggikan suatu kaum ye, Lo liat dulu Israel negara yahudi yang ga ada apa2nya sekarang udah jadi negara besar dan pinter. Amerika aja takluk sama Israel. ga ada yang berani tuh sm Israel. Setiap 50 orang di Israel terdapat 1 DOKTOR. Lo bayangin tuh gimana pinternya negara itu. kita boleh meniru negara itu tuh dalam education nya saja. Mengapa mereka bisa bangkit kembali setelah hitler memusnahkan kaum mereka.
    Jangan ambil contoh steve jobs, mark zuckerberg atau bill gates deh. orang yang ga kuliah trus jadi sukses besar. NGAREP KALIAN KAYAK BEGITU!!! Itu cuma segelintirnya saja woy, ya nasib mereka yang mujur sama usaha mereka. Ga semua orang bisa begitu. Semua butuh kerja keras dan usaha serta belajar yang rajin. Lo semua cuma ngeliat outputnya doang, tapi proses ga mau liat. REALISTIS ajalah jadi orang. Kuliah yang bener pinter trus masuk kerja yang bagus ngumpulin duit trus lo baru deh berkontribusi buat negara lo. Jangan lo abis kuliah atau sedang kuliah terjun ke dunia entrepreneurship bikin usaha buat ngasih makan orang lain. NANGGUNG WOY!! Kuliah lo juga bakal keteteran ntar, kasian emak bapak ngasih duit lo sia-sia. mereka ngarepinnya lo belajar bener-bener pas kuliah. Mendingan lo belajar bener2 pas kuliah, cum laude trus nanti lo kerja di perusahaan besar gajinya gede, ngumpulin duit banyak2 trus lo terjun deh ke entrepreneurship. Berapa banyak orang tuh yang bisa lo kasih makan dengan duit lo yang udah kekumpul banyak! Entrepreneurship itu banyak macemnya, cuma gue mau ngasih tau aja gimana entrepreneurship yang paling baik itu, sehingga lo bisa total di dunia itu ga setengah2.
    Ibarat orang berenang lo itu ga langsung nyemplung di kolam kan, lo perlu latihan dulu, pemanasan dulu. biar lo pas di kolam ga kelelep, berenang lo lancar bebas dengan gaya apa. Seperti itulah Entrepreneurship yang baik. Lo boleh bermimpi setinggi2nya asalkan lo juga realistis dengan keadaan lo. sekian dan terimakasih.

  67. Ya itu lah seharusnya mahasiswa terkadang saya miris liat anak mahasiswa pada luntang luntung cari kerjaan, ane aja baru SMA dah buka usaha percetakan sendiri dan tidak menganggu sekolah…
    Klo yang masalah mahasiswa kupu-kupu ane gak terlalu setuju….bisa aja tuh mahasiswa ngurusi bisnisnya diluar kuliah jadi jangan asal ngomong….Daripada ikut organisasi tapi gak bermanfaat cuman cari nama doang gmna?
    Ingat perkataan Billy boen kan?? 75% untuk belajar, 15% untuk berbisnis sisanya bisa untuk organisasi atau apalah..
    Tapi yg terpenting tuh emang belajar berbisnis, dan organisasi harus ada porsi,,,,tanpa itu semua pengalamn tidak bisa diperoleh

  68. Pingback: Buat Apa Sih Kuliah? « marcelsutrisno·

  69. Pingback: Buat apa sih Kuliah? | #jangankuliah « SMAN 1 Gunung Talang·

  70. Reblogged this on IMAJID DIFFA and commented:
    Mahasiswa tidak menandakan suatu kekuasaan atau kekuatan. malah sebaliknya, menunjukan pengabdian tiada batas menimba ilmu pengetahuan yang wajib diaplikasikan untuk kemajuan bangsa dan negara. #JANGANKULIAH

  71. kata mahasiswa yang berarti bebas tak berlaku di tempat sayakuliah,saya merasa kurang lebih seperti anak kelas 4 SMK

  72. bagus dan mengena, tapi ya sekedar itu aja
    oke, kita dituntut ‘memperbaiki bangsa’ dan apalah itu, tapi emangya mahasiswa punya power apa buat bisa ngelakuin itu?
    demo? bikin kerusuhan? gak ada jalan lain kah?

    sure, prihatin juga sama mayoritas ‘maha’siswa di indonesia, tapi realistis lah
    sebagian besar orang yang baca dan share artikel ini pasti setuju sama penulis, tapi berapa persen dari mereka yang bener2 punya cara buat ‘memperbaiki bangsa’?

    selama negara ini masih banyak orang idiotnya nggak akan pernah bisa diperbaiki sampe hari kiamat… sedih

  73. weeew mantab buat yang nulis
    Btw yang nulis udah ngasih apa aja nih buat negri kita?
    Semoga ga cuma tulisan ini aja ya
    ^ ^ v

  74. memang tulisan yg diatas yg dibuat oleh penulis bisa memotivasi seseorang, tetapi sesungguhnya semuanya kembali kepada diri masing2 manusia itu sndiri, apakah dia ingin melanjutkan kuliah atau tidak! Toh masih bnyak mahasiswa yg berprestasi tanpa mengeluarkan biaya yg sangat besar seperti yg disebutkan diatas!
    untuk menjadi entrepreneur pun tidak bisa lgsung terjun ke dunia Entrepreneurship bgitu saja, setidaknya entrepreneur2 itu perlu belajar lbih bnyak lagi salah satunya dengan belajar melalui perkuliahan. Kalau hanya modal “nekad” belum tentu bakalan sukses.

    tetapi saya salut dengan postingan blog anda! smoga postingan2 selanjutnya bisa lebih baik & lebih memotivasi orang2 yg membacanya!!

  75. overall gw setuju sih, tapi yg “Malu lah gw jadi mahasiswa kalau sepanjang masa kuliahnya gak pernah demo di jalan” gw kurang setuju..entah kenapa yang gw liat MahaSiswa sekarang demonya udah ga pake otak..demo ya udahlah ya demo..kalo misalnya ga didenger ga usah pake ngerusak pager/fasilitas lainnya juga kali, kan itu dibangun pake anggaran negara jg, uang rakyat lg, kalo dirusak, betulinnya pake uang rakyat lg..so, demo yg wajar aja ya, kalo mau ketemu sama bupatinya buntutin aja terus, tungguin didepan kantor ato rumahnya seminggu gitu kalo emang niat, lama” jg keluar sendiri..ga usah pake jait” mulut segala..yg rugi siapa kalo sakit? ga kasian sama ortu cape” banting tulang buat biayain lu pada masuk rs? lebih enak lg, dari pada uang yg lu kumpulin buat bakar ban, beli bensin, spanduk, keranda, dll, lebih enak kalo lu gunain buat bantu rakyat, kerja nyata!! ga usah bakar”!! GLOBAL WARMING WOY!! ok? salam buat mahasiswa” anarkis, semoga kalian tobat..jangan bilang kalian MahaSiswa kalo kelakuan masih kaya orang yang ga sekolah c:

  76. oh iya, gw mau nambahin..ga semua jurusan/cita” harus buka lapangan kerja..kalo lo emang bercita” buat jadi jurnalis/apa pun yg lain, mau ga mau lu kerja sama orang kan?
    ga semua orang bisa dijudge sama rata..tiap orang punya passion dan cita” yg beda, tapi emang kalo bisa dari apa yang lu punya harus bisa berguna/membantu orang lain, minimal diri lu sama keluarga lu dulu deh..ok? baru tolong masyarakat dan negeri ini, bahkan kalo bisa lebih dari negri ini..inget..saat kita jadi MahaSiswa kita harus berpegang teguh dengan motto ini : demi diriku,almamater,dan bangsa c:

  77. Kebetulan saya kuliah di fakultas teknik, dan betul, biayanya tidak sedikit, dan itu dibayarin sama orang tua saya, uang tabungan dari kerja keras orang tua saya. Jadi ngapain meski ngurusin 19 orang itu, yang abang bilang ? Toh kalo memang saya sudah sukses, mending uangnya saya gunain u/ membahagiakan k2orang tua saya, menolong keluarga dekat saya. Ngapain meski mikirin 19 orang yg abang bilang tadi ? Kenyataan masih banyak kok, keluarga dekat saya yang masih membutuhkan bantuan.

    Tuhan pernah bilang gini bang dalam surahnya “Jangan engkau menolong orang lain, sebelum engkau tolong keluargamu dan orang2 yang berada disekitarmu” Lain halnya kalo Tuhan memberi amanah menjadi presiden/ gubernur kepada saya, InsyaAllah saya bantu 19 orang itu, bahkan lebih.

    Abangku yang baik hatinya, tulisan abang ini udah bagus, tapi kenapa saya gak terlalu tersentuh dibanding saat saya baca tulisan mbak (Merry – dlm buku Mimpi Sejuta Dollar). “Selalulah menulis dengan hati bukan emosi bang. ! Karena tulisan yang dibuat itu bisa dinilai”

  78. Assalamualaikum,,
    tulisannya inspiratif, saya izin share :)

    Isi tulisan ini lebih banyak mengingatkan saya sbg. tanggungan negara, tanggung jawab saya untuk masyarakat & negara nanti.

    Merasa malu kadang pernah lalai & tidak serius kuliah.
    Bismillah, semoga mulai dari sekarang saya bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat dengan berbagai jalan.
    InsyaAllah setelah lulus bisa mengabdi untuk masyarakat langsung..

    *untuk komen2nya bagus, jadi banyak perbandingan pemikiran dari berbagai sudut pandang :)

  79. Pingback: Tentang Kuliah dan Mahasiswa « My reminder notes·

  80. luar biasa sangat Inspiratif, semoga dapat diambil hikmah dari tulisan ini bukan dijadikan ajang untuk menyudutkan dan menjatuhkan

  81. Pingback: Mental Blok dan Cinta Galau untuk FD di Surabaya « muhsinbudiono·

  82. Paparannya cukup menggugah perasaan, mantab, sipp
    Enak banget kuliah bawa mobil, santai, mejeng, dan lain sebagainya.

    Ane kuliah kadang gak punya ongkos, bermodalkan 3.000,- dan terkadang harus naek di atas kreta. Hiks.

  83. tulisannya bagus.. tp terlalu men-judge kalau orang kuliahan hanya menghabiskan uang rakyat.. pendidikan itu penting untuk kemajuan suatu negara… jadi wajar kalau pemerintah memberikan subsidi pada universitas…

  84. keereeennn.!
    bener banget nih, buat apa bertittle tinggi tapi gak punya jiwa kerja yang tinggi, hidup ini adalah sebagaimana mungkin kita bisa bermnfaat untuk orang lain. toh nyatanya dunia kerja butuh orang orang yg serius dan bertanggung jawab tinggi bukan sebuah gelar, so jalani hidup ini sesuai keyakinan dan kepercayaan diri bukan karna sebuah gengsi belaka. :D

    • Izin share yach,,
      klau tdak jd Pegawai negeri, dri mana modal untuk membuka lapangan kerja untuk orang lain??
      Klau pemikiranq,,bahagiain dulu orang2 d.skitarx kita,misalnya keluarga…
      Menjadi Mahasiswa Kupu-Kupu itu pilihan,,mngkin bnyak alasan untuk jadi mahasiswa kupu-kupu(karna sy jg termasuk)

  85. Pingback: Buat apa kuliah | Kovloq·

  86. Pingback: Buat apa sih Kuliah? #jangankuliah « roedjakpetis·

  87. pada dasarnya org Indo itu lebai, keliatan dari prnamaan MAHAsiswa itu.. coba negara2 maju atw sesama negara brkembang deh, ga lebai pake nama2 maha gitu yg penting buktiin ga cuma omdo sm teori2 kuliah. Mmbentuk karakter manusia cuma dari pas awal ospek dirasa mmg trlambat. Di Indo pendidikan dasarnya aja msh kacau, jd rda susah mmg bwt nyetak manusia yg integritas dan karakternya kuat… contoh kecil aja, miskin atau kaya, saya pernah liat mreka buang sampah sembarangan, bahkan si orang kaya itu buangnya dari mobil bagusnya mreka (sy bner2 kesel sm yg satu ini).
    Terus vandalisme, coba liat meja-kursi SD negeri, dijamin, ga ada yg bersih dr coret2an alay. Bahkan ke SMP,SMA, sampe ke PT pun masih bnyak yg bgitu…. masalah kecil aja msh bgitu, apalagi nyangkut2 ke korupsi dll…

  88. Sedikit komen dari saya :
    1. Kalau ingin masuk ITB harus belajar dengan tekun, kalau tidak ditrima jangan salahkn anak yang ditrima, toh anak yang ditrima pasti udah hmpir 24 jm bljar perhari dan penuh kerja keras. Sedangkan yang tidak ketrima itu belajarnya asal-asalan, jelas dia tidak ketrima. Lalu anda berpendapat, anak yang tidak diterima kemudian dapat menuntut anak yang diterima ? menanggung memberi makan juga ? Ingat! siapa yang menabur benih, dia yang akan memetik bijinya. Siapa yang mau belajar keras dan tekun, nantinya akan sukses.
    2. Orang tua sangat ingin memberikan perlindungan maksimal terhadap anaknya. Apa salah memberikan sebuah mobil untuk kendaraannya ? Percuma uang berserakan dirumah kalau anak sering dijahili preman-preman di jalan ? Percuma bekerja keras cari uang tapi kalau anak sampai diperkosa orang jahat tak bertanggung jawab ?
    3. Perusahaan besar justru sangat membutuhkan para wisudawan/wisudawati yang pintar, tekun, dan mampu bekerja keras. Ingat ! Siapa yang berkerja keras, dimanapun dia berkerja, dia pasti akan sukses ! Tidak ada yang namanya pengangguran untuk para mahasiswa yang telah lulus, ilmu dan mental telah diperoleh semasa kuliah. Lalu mengapa banyak lulusan mahasiswa yang masih pengangguran ? Jawabnya mudah, mereka hanya malas untuk berusaha.
    4. Jangan suka berprasangka buruk terhadap orang lain yang sedang bahagia. (Agama saya tidak menganjurkannya).
    5. Untuk motivasinya bagus.

  89. Pingback: buat apa kuliah kalau gak berkontribusi ? « today's break·

  90. saya setuju dengan artikel ini , tapi saya rasa semua akan kembali pada diri masing2 , tergantung pribadi masing2 juga ka,
    jujur saya masih kelas 3 SMA sekarang, begitu saya baca artikel ini saya langsung termotivasi untuk kuliah dan memberikan kontribusi untuk negeri ini,

  91. Pingback: Buat apa sih Kuliah? | #jangankuliah | bingkai hidup ridwansyah « ramsiju·

  92. jgn berfikiran negative lah sma mahasiswa..jgn cuma pake pola pikir sendiri..
    saya gak kuliah di perguruan tinggi negeri. so, ga ngutang sma rakyat..d’tempat kuliah saya jg pasti di terima, jd ga da yg nangis..kalo di tanya kuliah utk apa??ya jelas utk cari ilmu..
    Bagus udh mau ngingetin sesama, tp setiap org punya jln masing2 utk mencari ilmu..

  93. tulisan nya bagus mas bro cman beberapa kata yang menyudutkan menurut saya lebih baik di ubah sudut pandangnya karena setiap mahasiswa punya cara tersendiri untuk berkontribusi bagi negara ini…

  94. Subhanallah…..
    Seneng banget ada warga negara yg begini
    Saya juga mahasiswi, pernah berpikiran sama sprt cerita di atas.
    Saya juga pingin bisa punya usaha, sedih kalo liat bangsa kit ini banyak pengangguran.
    Doakan saja keinginan yg baik dari anda, saya, dan masyarakat untuk bangsa indonesia yg lebih baik tercapai, amiiiieeennn

  95. saya heran dengan mahasiswa” yg ada di indonesia,,mereka hanya bisa (nampang) dlm arti tidak ada kepentingan lain yg menguntungkan baik buat dirinya ataupun orang lain,,
    coba dia berbuat sesuatu yng berguna,,sesuai dngan jurusan dia,,
    bayngkan kalo 1 mahasiswa berbuat sesuatu yg bermanfaat,,apa lagi kalo seluruh indonesia,,,sesuai dengan jurusan masing”
    wah gk kebayang,,,pasti indonesia akan maju…

  96. Maaf nih nimbrung. Saya sekian banyak orang yang mungkin masuk fakultas yang banyak di minati karena suruhan orang tua bukan karena kemauan sendiri. Hasilnya saya tdk percaya diri dan merasa ini bukan bidang saya. Saya memilih keluar dan memilih fakultas yang saya sukai. Meski awalnya orang tua saya sangat kecewa dengan tindakan yang saya lakukan. Awalnya saya malu dengan orang-orang yang sekitar saya. Tapi saya sekarang menikmatinya dan tidak minder lagi. Saya ingin membuktikan pilihan saya yang terbaik karena saya sendiri yang mengalaminya :)

  97. emng hrus puya……
    keingian berkontribusi …
    ama negara ini klo…. tida amklin ama siap lgi … yng jdi mhasiwa/i

  98. Pingback: Buat apa sih Kuliah? « dani12610019·

  99. Pingback: Buat Apa sih Kuliah? | #jangankuliah « fitrizaromly·

  100. jadi mikir setelah baca artikel ini,,,saya sadar,,kuliah itu untuk belajar bukan untuk ajang pamer ato main2..saya sendiri yang berasal dri keluarga sederhana harus rela menunda keinginan saya untuk kuliah dan memilih untuk bekerja dlu. Tapi keinginan untuk kuliah saya masih tinggi karna satu alasan,,,saya ingin salah satu keluarga saya ada yang sarjana,,,biar gag dihina sama orang lain. setelah saya baca artikel ini saya sadar, kurang tepat kalau tujuan kuliah saya seperti itu. mulai sekarang saya berniat ingin kuliah karna memang ingin menimba ilmu dan bisa mmbrikan kontribusi untuk rakyat. thx

  101. pemikiran mahasiswa itu memang idealis tapi kadang juga suka salah dan yah namanya juga anak muda yang idealis sudah tahu salah masih dipertahankan ,,,
    mahasiswa yang benar-benar cinta negara dan memberikan sumbangsihnya untuk negara tak harus dengan eksis ikut demo
    yah tergantung juga sih visi dan misi demonya seperti apa kalo cuma pgn eksis dan jurusannya dikenal sama fakultas lain sama juga boong
    tapi aku ngucapin makasih banyak sama yang buat tulisan ini
    aku jadi punya visi yang baru untuk peran serta ku dalam membangun negara
    salam (Yunus bubu mahasiswa Jur. Kesehatan Lingkungan Manado)

  102. sebuah tamparan banget buat gue yang MASIH jadi mahasiswa. secara selama ini gue belum tau mau ngapain abis lulus. dan gue masih bingung juga KKN mau ngapain. terimakasih atas penyadarannya bang. SUPER SEKALI

    ohh iya, ijin share :)

  103. saya Mahasiswa ITB dan saya mengakui kalau saya mahasiswa kupu2 dan tidak membentuk diri saya dikampus ini. kuliah-pulang begitu seterusnya, karena saya passion saya terhadap jurusan yang saya ambil sudah mulai meredup selama 4 semester saya kuliah disini. saya berfikir untuk keluar dan bekerja terlebih dahulu agar saya bersyukur dengan hasil kerja keras yang saya dapatkan.

  104. Sebenarnya sih kuliah itu penting tapi kalau misalkan kita sudah jadi sarjana terus kita nganggur? Naudzubillah nambah daftar pengangguran di Indonesia saja, cuman lebih baik kita kuliah karena lillahitaa’ala nah itu jauh lebih mantap dah. Kan niatnya entuh sudah baik and HALALAN TOYYIBAH dah kagak perlu bingung -bingung mikirin kuliah yang kuddu kita pikirin bagaimana nih cara kita mensejahterahkan masyarakat Indonesia dan membalas jasa-jasa pahlawan yang telah berkorban untuk negeri kita ini.

  105. kalau menurut gue sih kuliah itu bukan soal ipk dan ijazah (memang perlu kedua-duanya untuk mencari kerja) tetapi pola pikir dan pendewasaan karakter. memang kebanyakan para mahasiswa salah kaprah pendapat mereka tentang kuliah tetapi yang paling utamanya adalah karakteristiknya.

  106. kita wajib loh menuntut ilmu!
    bukan setelah kuliah kita kerja atau bangun perusahaan, atau apa!!
    kasian tukang bakso kalo gtu. soalnya dya baru ngerekrut 3 org, dia kekurangan personil dong..
    chamkan :
    kita menuntut ilmu bukan untuk kerja/ bikin perusahaan.,.
    melainkan karena tuhan semata!!!

    yang penting kita jalani, ibadah,berusaha, berdo’a..
    setelah semuanya dlaksanakan, suatu saat hasilna oge nuturkeun lur!!

  107. gw jadi nangis haru biru.. maka nya gw ga mau kuliah gw ga mau nyusahin rakyat wkwkwk situ mahasiswi cwe2 shrusnya dilarang kuliah uda dibiayain rakyat stlh lu2s gak ada kontribusi nya buat rakyat ya kan? Kalo cwo msh mending bs mudah2an bs buka lapangan pekerja an buat minimal 78 orang. Skrng orang2 jenius skola uda di biaya in rakyat abis itu minggat ke luar negri / nyari duit sndri buat idup nye sndiri. Emang BANGGSAT ! Mana kontribusi mu bwt rakyat ? Buka lapangan kerja utk rakyat bos BAKAT KORUPTOR DI PELIARA

  108. @satria bener coy. MAHASISWI WANITA EMANG SAMPAH ngabis2in uang rakyat setelah lulus gk ada kontribusi buat rakyat.. Lulus uda kerja di makan congor nya sendiri. HARUS NYA PEMERINTAH GAK GOBLOK LARANGAN MAHASISWA WANITA MASUK UNIVERSITAS NEGERI. Biar mampus ! Ngampus buat ajang pamer malah ada yg jual diri BUANGSAT

  109. Saya putus kuliah karena biaya, saat ini saya bekerja keras jadi sales tapi saya lebih senang upgrade ilmu saya lewat seminar-seminar dan forum-forum yang bisa memberikan pengetahuan lbih luas lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s