Dicari ! Presiden dengan Cita Rasa Pemuda


Golongan Tua

Pemilu ke-11 negeri akan dihelatkan pada tahun 2014. Berbagai bentuk pemilu pernah dialami oleh negeri dengan 250 juta penduduk ini, karena memang bentuk demokrasi kita yang berubah seiring semakin dewasanya negeri ini.

Sangat wajar, rakyat Indonesia menanti setiap perhelatan demokrasi terbesar lima tahunan ini. Apalagi, Presiden SBY dipastikan tidak akan maju lagi untuk ketiga kalinya karena konstitusi tidak mengizinkannya. Sehingga, Indonesia akan memiliki Presiden baru di 2014. Tentu dengan harapan wajah baru, semangat baru, ide baru, dan perubahan kearah yang lebih baik.

Tak pelak, berbagai nama pun bermunculan untuk mengekspresikan kegembiraan negeri ini akan lahirnya pemimpin baru. Sosok negarawan, sederhana, anti barat, nasionalis, dan berani menjadi ekspektasi dari berbagai kalangan negeri ini, tentunya juga ini menjadi suara pemuda.

Akan tetapi, tampaknya sejauh bursa Presiden yang ada, golongan tua masih mendominasi. Golkar telah mengukuhkan Aburizal Bakrie sebagai Capres, Hatta Rajasa tampaknya juga sudah mantap dicalonkan PAN, PDI Perjuangan sepertinya masih akan memperjuangan Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo akan turut serta meramaikan bursa pencalonan Presiden. Belum lagi bila Jusuf Kalla, dan Sri Sultan Hamengkubuwono turut mencalonkan. Maka lengkalah generasi tua ini menghiasi kepemimpinan negeri ini kelak.

Amnesia Sejarah

Ramainya golongan tua mencalonkan diri tentu akan berdampak pada minder nya generasi muda untuk maju mencalonkan diri. Setidaknya dari segi finansial, mereka yang tua ini lebih mapan. Meski tentu uang bukan menjadi parameter mutlak dalam pemilihan umum.

Apakah negeri ini lupa, atau sengaja lupa bahwa proklamator negeri ini, Bung Karno dan Bung Hatta berusia 44 dan 43 tahun ketika menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Presiden Soeharto menjadi juga menjadi Presiden pada usia 46. Bahkan Bung Syahrir dan Bung Natsir menjadi Perdana Menteri pada usia 40 dan 42 tahun. Serta perlu di catat kalau Jendral Soedirman wafat pada usia 36 tahun, yang artinya ia telah menjadi Jendral dan Panglima Tentara Indonesia pada usia 30an tahun.

Bila melihat catata dunia, pemimpin negara-negara dunia dipimpin oleh mereka yang usianya relatif muda.

Barrack Obama (48 tahun), Dimitri Medvedev (42 tahun), dan Yinluck Shinawarta (44 tahun) merupakan contoh pemimpin yang berada pada usia 40an. Artinya? Dunia kini juga merespon positif akan tampilnya pemimpin muda yang tercitrakan enerjik, segar, dan memiliki pemikiran baru tentang bagaimana mengelola negara.

Akankah Indonesia mengikuti jejak ini atau Indonesia akan lebih memilih pemimpin di usia pensiun?

Karakter Pembaharu

Seperti apa pemimpin dengan selera pemuda? Ini pertanyaan menarik. Karena pemuda biasanya adalah kelompok pemilih yang akan menggunakan hak suaranya. Istilah yang sering digunakan KPU adalah pemilih muda dan mula. Kelompok muda ini biasanya kritis, ingin belajar, dan punya ekspektasi lebih terhadap calon.

Kebanyakan dari mereka bisa jadi baru memilih pertama kali di pemilu 2014, dan tentu mereka akan sangat antusias untuk bisa ikut berpartisipasi dalam menentukan siapa pemimpin yang layak bagi mereka.

Pemuda terkadang punya cita rasa tersendiri, yang mengkombinasikan antara cita rasa rasional dan emosional.

Pemuda barangkali lebih memilih pemimpin yang usianya tidak jauh dari mereka. Bahasa gaulnya, biar nyambung kalau diskusi. Bila boleh menyebut usia, bisa jadi usia dibawah 50 menjadi pilihan utama. Orang bijak sering mengatakan hidup dimulai di usia 40, usia ini dinilai telah mapan secara emosional, rasional, dan finansial. Sehingga ia bisa dikatakan siap untuk menata negeri ini. Usia ini pun belum bisa disebut tua, dan masih sangat identik dengan jiwa muda dan segar.

Berpikir dan Berjiwa Besar, bisa jadi ini adalah profil kedua dari pemimpin versi pemuda. Tak hanya pikiran yang visioner, melainkan juga jiwa yang lapang untuk mengelola negeri yang kaya akan berbagai potensi ini. Mengutip catatan Pramoedya Ananta Toer; “Seorang terpelajar harus juga belajar berlaku adil sudah sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan“, Berlaku adil sejak dalam pikiran tentu bukan hal yang mudah, butuh tingkat pengaturan jiwa tingkat tinggi.

Pemuda mencari Presiden yang mau mengorbankan dan mempersembahkan hidupnya untuk bangsa. Totalitas perjuangan dan pengorbanan seorang pemimpin yang dibutuhkan negeri ini agar bisa berlari kencang meraih kedigdayaan.

Para motivator negeri ini sering mengatakan think out of the box, ya itu adalah jargon golongan tua. Bagi pemuda, ia akan berkata there is box. Pemuda berharap pemimpin selanjutnya adalah seorang yang mampu berpikir beda dan mau melihat dari berbagai sisi. Ia mampu melihat hambatan sebagai tantangan, dan ancaman sebagai kesempatan. Indonesia adalah negara yang perlu dikelola dengan berbagai perspektif untuk menentukan satu kebijakan. Tidak bisa hanya dengan satu cara pandang saja.

Karakter sederhana tampaknya juga menjadi idaman tersendiri bagi kebanyakan pemuda saat ini. Indonesia kurang sosok yang bisa dijadikan teladan. Sederhana tentu tak harus miskin, tetapi ia mampu mengelola sumber daya keuangannya dengan bijak dan tepat sasaran. Dalam konteks bernegara, kita berharap pemimpin selanjutnya bisa mengelola anggaran Indonesia yang mencapai 1500 triliun ini dengan baik. Seorang bijak pernah berkata pada penulis; “bila kamu menjadi pemimpin kelak, maka hiduplah dengan standar hidup orang paling miskin dari yang kamu pimpin”.

Tak haruslah kita telan mentah-mentah kalimat bijak ini, tapi kita coba setidaknya gaya hidup kita sebagai pemimpin tidak melukai perasaan keluarga miskin yang berada dalam kepemimpinan kita.

Terakhir, pemuda dikenal dengan keberaniannya, dan pemimpin yang beranilah yang layak untuk memimpin negeri ini kelak. Ia berani mengatakan kepada negara asing untuk tidak mengeksploitasi negeri ini, ia berani mengatakan kepada dunia kalau ia ta akan izinkan rakyatnya terluka. Presiden pertama kita, Soekarno, pernah mengatakan sesuatu yang sangat berani kepada dunia barat; “Inggris kita linggis, dan Amerika kita seterika”. Hanya pemimpin yang berani dan telah mewakafkan dirinya untuk bangsalah yang mampu mengatakan ini.

DICARI ! Pemimpin dengan Cita Rasa Pemuda !

About these ads

4 responses on “Dicari ! Presiden dengan Cita Rasa Pemuda

  1. Surya paloh gk lo sebut2 ckckck ahaha :D
    Entah kenapa gw suka sama anies baswedan walau ilham sering nyebut dia antek2 neolib :p
    Hayolah cup,, buru kelarin pendidikan lo ampe S3, jd profesor sekaligus pengusaha biar banyak duit, bikin parpol, nyalonin diri buat 2029 atau 2034 :p
    #susah ya, yg mw jd presiden sekarang mesti punya banyak duit dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s