Fenomena sosial bernama Ariel


Den Haag, 17 September 2012

 

Ceritanya saya ada tugas Sosiologi gitu. Referensi yang saya baca dari Bung Giddens dan Mas Berner. Keduanya pakar sosiologi-antropologi terkenal katanya *setidaknya saya baru denger nama mereka di Belanda

Besok saya akan ada kelas lagi, dan si dosen dari Argentina minta setiap peserta kuliah membuat satu studi kasus tentang komunitas, perubahan, agen, kharismatik leader dan perubahan sosial.

dan tebak apa tema yg akan saya angkat ?

ketebak ga ?

hahahahaha

saya akan angkat fenomena Ariel NOAH

“kyaaaa kyaaaa arieeeel arieeeel huaa huaaa huaaa, arieeel ulang tahun loh kemarin.. arieeel lihat siiiiiniiiiii” ya begitulah teriakan manis penggemar ariel.

kenapa saya katakan ariel fenomena ?

Ariel dulu dikenal dengan “Ariel Peterpan”, band yang sering dikenal dengan Premen Beken Antapani, karena Ariel emang berasal dari Bandung.

Peterpan melejit bak roket dan telah menghipnotis anak muda Indonesia. Peterpan pun menjadi idola.

Namun, Ariel sang maestro tersandung oleh ulahnya sendiri. yah kita gak perlu bahas apa yang ia lakukan. singkat cerita ia dihukum dan masuk penjara.

Saya sempat berpikir, Ariel sudah habis karir di dunia musiknya. apalagi ia kabarnya sempat magang di studio arsitek, saya sangka ia akan beralih profesi.

Ariel pun dibebaskan dari penjara dan dia langsung membuat band baru bernama NOAH.

Entah gimana ceritanya, NOAH langsung melejit kembali. Hitsnya Separuh Aku, tiba tiba menjadi jingle di gadget anak-anak muda Indonesia.

Para fans perempuan langsung lupa apa yang ariel lakukan
Para fans pria pun emang gak peduli si ariel salah apa.

Saya melihat fenomena Ariel ini sangat dahsyat, bisa jadi ia layak disebut sebagai kharismatik leader. Untuk komunitasnya, Sahabat Peterpan/NOAH , ia seorang yang berkharisma. Komunitasnya tak peduli ia salah apa dulu; sahabat Maestro Ariel selalu berkata.

“iya sih Ariel dulu salah, tapi kan dia sudah dihukum. kasian Ariel kalau dihukum dan dihakimi masyarakat terus. Ariel udah berubah kok sejak keluar penjara”

Dan tadi malam sangat pemimpin kharismatik ini seakan-akan ingin mengatakan kepada Indonesia “saya telah kembali”. Konser 5 negara di 2 benua ia lakukan sebagai comeback dirinya. Seakan-akan ingin mengobati rindu komunitasnya akan sang pemimpin kharismatik ini.

ia sangat paham komunitasnya merindukan dirinya, maka ia mau memberikan yang terbaik untuk komunitasnya. Saya rasa Ariel juga sadar dirinya berkharisma bagi komunitasnya.

di akhir konser tadi malam Ariel mengatakan,

“teruslah berharap, bermimpi, berusaha.. selama nafas ini masih ada”

seakan-akan meyakinkan komunitasnya, bahwa sangat pemimpin kharismatik tak akan pernah berhenti merangkai senyum komunitasnya melalui lagu-lagunya.

Yah itulah analisis dari tugas yang akan saya paparkan di kelas.

:-)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s