Den Haag, 6 September 2012
Lanjut lagi ceritanya, jadi saya waktu di ITB kuliah di jurusan yg disebut perencanaan wilayah dan kota. saya belajar tentang sosial, ekonomi, kebijakan, politik, tata ruang, peta, statistik, dll.
Atas jerih payah dan rasa kasihan dari para dosen saya di luluskan dari kampus ITB dengan gelar SARJANA TEKNIK.
Lalu sekarang saya di Belanda akan belajar tentang kebijakan publik, politik, ekonomi, p
Rencana hidup saya kedepan akan lebih banyak di bidang sosial-ekonomi-politik. Tapi saya akan berjuang dengan gelar teknik dan seni. Padahal seumur-umur, saya belum pernah belajar teknik dan seni.
Bisa di cek, tidak ada mata kuliah di PWK ITB yang depannya berjudul seni, dan tidak ada mata kuliah yg akan saya ambil di belanda ini yang judulnya seni atau desain
Lantas, saya belajar apa selama ini dan saya akan belajar apa disini ? seorang yang berbicara sosial yang bergelar teknik dan seni. yah menarik memang . . . .
Tapi ya akhirnya saya mengambil kesimpulan, untuk membuat negeri ini maju, kita butuh merekayasa nya (engineering), makanya saya butuh kemampuan teknokratis yang baik. Dan untuk melakukan perubahan butuh seni tersendiri yang canggih.
Yah. itu mungkin kesimpulan sederhana saya. Maka boleh donk nanti saya bilang, kalau saya seorang seniman teknik yang suka bersosial dan ingin masuk politik ?
#refleksi mahasiswa baru